Suroboyo.id – Membahas buku yang berjudul The Psycologi of Money oleh Morgan Housel. Dalam buku ini membahas tentang kecerdasan finansial atau keuangan.

Jika membahas mengenai uang tentu menjadi sebuah hal yang sangat menarik. Sudah bukan hal yang asing jika banyak orang yang membutuhkan dan menginginkan memiliki banyak uang.

Hal ini dikarenakan setiap aktivitas sehari-hari yang dilakukan setiap hari selalu berhubungan dengan uang. Dengan kata lain, uang adalah suatu kebutuhan hidup yang harus dimiliki supaya bisa melakukan transaksi dengan orang lain.

Baca juga: Rekomendasi Buku Literasi Best Seller untuk SMP dan SMA

Uang juga tidak hanya sebagai kebutuhan untuk memenuhi transaksi jual beli saja, tetapi harus dijadikan sebagai alat pengontrol emosi.

Seseorang yang memiliki hal-hal di luar kebutuhan seperti hobi mengoleksi sepatu, membeli perangkat elektronik, membeli playstation dan sebagainya. Keinginan yang mudah untuk dimiliki tersebut akan membuat diri sendiri bahagia.

Akan tetapi jika seseorang memiliki uang yang berkecukupan, orang tersebut akan berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya terlebih dahulu baru memikirkan apakah barang yang menjadi keinginannya bisa dibeli atau tidak.

Seseorang yang mampu mengelola keuangan dengan bijak artinya orang tersebut memiliki kemampuan mengendalikan emosi, sehingga tidak menghabiskan uang dengan cepat.

Namun sebaliknya, jika seseorang yang terlalu terbawa emosinya, maka akan sulit untuk mengatur keuangan yang dimiliki.

Dalam hal ini, emosi diartikan sebagai keinginan membeli dan memiliki banyak unag, namun mereka tidak menyimpan untuk masa depan.

Untuk itulah mengapa kita harus bijak dalam mengelola keuangan agar uang yang dimiliki dapat membuat sejahtera diri kita sendiri.

Baca juga: Rekomendasi Buku Self Improvement Best Seller: Stop Overthinking Hingga Filosofi Teras

Buku The Psycology of Money

Judul: The Psychology of Money

Penulis: Morgan Housel

Penerjemah: Zia Anshor

Penyunting: Dien Cahaya

Pemeriksa Aksara: Titis Adinda

Penata isi: @nurhasanahridwan12

Perancang sampul: Copyright Harriman House Ltd

Cetakan I: Mei 2021

Penerbit BACA

Baca juga: 3 Buku Cerita Rakyat Daerah di Indonesia Paling Berkesan dan Penuh Hikmah

Kesuksesan dalam mengelola uang tidak selalu tentang apa yang Anda ketahui. Ini tentang bagaimana Anda berperilaku. Dan perilaku sulit untuk diajarkan, bahkan kepada orang yang sangat pintar sekalipun.

Seorang genius yang kehilangan kendali atas emosinya bisa mengalami bencana keuangan. Sebaliknya, orang biasa tanpa pendidikan finansial bisa kaya jika mereka punya sejumlah keahlian terkait perilaku yang tak berhubungan dengan ukuran kecerdasan formal.

Uang―investasi, keuangan pribadi, dan keputusan bisnis―biasanya diajarkan sebagai bidang berbasis matematika, dengan data dan rumus memberi tahu kita apa yang harus dilakukan.

Akan tetapi di dunia nyata, orang tidak membuat keputusan finansial di spreadsheet. Mereka membuatnya di meja makan, atau di ruang rapat, di mana sejarah pribadi, pandangan unik Anda tentang dunia, ego, kebanggaan, pemasaran, dan berbagai insentif bercampur.

Dalam The Psychology of Money, penulis pemenang penghargaan, Morgan Housel membagikan 19 cerita pendek yang mengeksplorasi cara-cara aneh orang berpikir tentang uang dan mengajari Anda cara memahami salah satu topik terpenting dalam hidup dengan lebih baik.

Buku ini merupakan international bestseller, termasuk 10 buku terlaris di Amerika Serikat versi Amazon dan telah diterjemahkan ke dalam 26 bahasa.

Baca juga: Resensi Buku Tuhan Maha Asyik Karya Sujiwo Tejo dan Dr MN Kamba

***

Dengan adanya uang, kita bisa memiliki kendali atas hidup kita. Tentu saja bukan kendali sepenuhnya atas semua aspek dalam hidup, tapi setidaknya kita bisa lebih tenang dalam menghadapi beberapa persoalan bila memiliki cukup uang.

Dividen tertinggi yang diberikan uang, seperti yang dijelaskan dalam buku The Psychology of Money, sesungguhnya adalah ketika kita punya kemampuan berbuat apa yang kita inginkan, kapan pun kita mau, dengan siapa pun yang kita kehendaki, selama yang kita bisa.

Tak heran jika banyak orang ingin menjadi kaya karena merasa dengan kekayaan yang dimiliki bakal bisa memegang kendali hidup dengan lebih utuh.

Tentu saja tiap orang punya perspektif atau sudut pandang berbeda terkait dengan uang. Cara kita mengaitkan hubungan antara kebahagiaan dan kekayaan pun bisa berbeda-beda satu sama lain.

Tak hanya itu saja, keputusan dalam menabung hingga berinvestasi pun bisa jelas berbeda-beda pada tiap orang.

Baca juga: Buku Ikhlas Paling Serius: Review, Sinopsis Hingga Kelebihan Buku

Sering kita disarankan untuk memiliki perencanaan keuangan jangka panjang. Ya, itu adalah saran yang bijak dan penting. Namun, kita juga perlu menyadari bahwa dunia di sekeliling kita berubah, cita-cita dan keinginan kita juga berubah.

Dalam Bab Anda akan Berubah, kita akan mendapat sudut pandang yang menarik terkait betapa pentingnya untuk tetap mempertimbangkan perubahan keinginan hingga kebutuhan yang akan terjadi dalam hidup.

“Bertujuan mendapat tingkat tabungan sedang-sedang saja, waktu luang sedang-sedang saja, perjalanan pulang pergi sedang-sedang saja, dan waktu untuk keluarga sedang-sedang saja di tiap titik dalam kehidupan kerja Anda akan meningkatkan peluang bertahan di satu rencana dan menghindari penyesalan dibanding kalau ada salah satu hal di atas jatuh ke sisi ekstrem spektrum.” (hlm. 142)

Buku The Psychology of Money memuat 19 cerita pendek yang membahas dan mengupas berbagai hal terkait uang dan aspek-aspek kehidupan.

Mengatur keuangan lebih dari sekadar memikirkan soal kekayaan. Meski kadang perkara uang bisa membuat kita stres dan tertekan, tapi dengan mencoba untuk memahami kebutuhan dan perkembangan dunia dari waktu ke waktu, kita bisa lebih bijak dalam memaknai uang.

Tiap cerita dalam buku ini menghadirkan sudut pandang unik dan menarik terkait uang. Wawasan kita akan diperluas dengan memahami kompleksitas dunia yang kita tinggali, sekaligus membuat kita lebih mudah menerima realitas betapa dinamisnya kehidupan yang kita jalani ini.

Kita pun akan disuguhi dengan berbagai data, kasus-kasus penting di dunia perekonomian, pertumbuhan dan perubahan ekonomi dari waktu ke waktu, hingga perspektif soal kebahagiaan.

The Psychology of Money cocok dibaca oleh siapa saja yang ingin lebih bijak dan terarah dalam mengatur keuangan hingga bagi yang ingin menemukan makna-makna baru untuk menjalani hidup yang lebih sejahtera.