Suroboyo.id – Tata cara, niat dan do’a sholat qobliyah Subuh. Sholat qobliyah Subuh merupakan salah satu sholat sunnah 2 rakaat yang dilaksanakan sebelum sholat Subuh.

Beberapa ulama menyebutkan sholat ini adalah sholat fajar. Selain itu, ada pula yang menyebutnya sebagai sholat sunnah barad, karena dilakukan ketika cuaca masih dalam keadaan dingin.

Sholat qobliyah shubuh bukan merupakan sholat yang wajib dikerjakan. Akan tetapi Rasulullah sangat menganjurkan untuk kita mengerjakan sholat sunnah tersebut.

Baca juga: Panduan Sholat Gerhana Bulan: Niat,Tata Cara dan Surat yang Dibaca

Dan berikut ini tata cara, niat dan do’a sholat qobliyah Subuh.

Tata Cara Shalat Sunah Fajar Salat sunah Fajar umumnya dilaksanakan sendirian (munfarid) sebanyak 2 rakaat.

Berikut tata cara sholat sunah Fajar sendirian serta bacaan niatnya:

1. Membaca niat salat sunah Fajar

اُصَلِّيْ سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Arab Latin: Usholli sunnatas shubhi rok’ataini mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta’aala

Artinya: “Aku niat salat sunah qobliyah subuh dua rakaat karena Allah Ta’ala”.

Dilansir dari laman NU Online, Syaikh Nawawi Al Bantani dalam kitab Nihayatuz Zain menjelaskan diperbolehkannya niat salat dua rakaat Subuh ini dengan berbagai macam istilah seperti ushalli sunnatal fajri rok’ataini ada’an lillahi ta’ala atau ushalli sunnatal barodi rok’ataini ada’an lillahi ta’ala sunnatas subhi, dan seterusnya.

Baca juga: Bacaan Niat dan Tata Cara Mandi Wajib untuk Perempuan Setelah Haid

2. Melakukan takbiratul ihram sembari mengangkat kedua tangan selaras telinga atau bahu.

3. Membaca bacaan doa Iftitah, Al-Fatihah, dan surat dalam Al-Quran.

4. Diutamakan membaca surah Al Kafirun atau Al-Insyirah di rakaat pertama.

5. Rukuk dengan membaca doa rukuk.

6. Itidal dengan membaca doa Itidal.

7. Sujud dengan membaca doa sujud.

8. Duduk di antara dua sujud dengan membaca bacaan doanya.

9. Sujud kedua.

10. Berdiri menunaikan rakaat kedua.

Baca juga: Tata Cara dan Doa Sholat Dhuha Lengkap dengan Keutamaan Jika Dikerjakan Secara Rutin

11. Membaca surah Al-Fatihah, kemudian diutamakan membaca surat Al-Ikhlas atau Al-Fiil setelah Al-Fatihah.

12. Lalu, mengulangi urutan gerakan seperti saat rakaat pertama (rukuk, itidal, sujud pertama, duduk di antara 2 sujud, sujud kedua).

13. Duduk tahiyat akhir.

14. Mengucap salam.

سُبْحَانَ مَنْ تَعَزَّزَ بِالْعَظَمَةِ سُبْحَانَ مَنْ تَرَدَّى بِالْكِبْرِيَاءِ سُبْحَانَ مَنْ تَفَرَّدَ بِالْوَحْدَانِيَّةِ سُبْحَانَ مَنْ احْتَجَبَ بِالنُّوْرِ سُبْحَانَ مَنْ قَهَرَ الْعِبَادَ بِالْمَوْتِ سُبْحَانَ مَنْ لَا يَفُوْتُهُ فَوْتٌ سُبْحَانَ الْأَوَّلُ الْمُبْدِىءُ سُبْحَانَ الْآخِرِ الْمُفْنِيْ سُبْحَانَ مَنْ تَسَمَّى قَبْلَ أَنْ يُسَمَّى سُبْحَانَ مَنْ عَلَّمَ آدَمَ الْأَسْمَاءَ سُبْحَانَ مَنْ كَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ سُبْحَانَ مَنْ لَايَعْلَمُ قَدْرَهُ غَيْرُهُ )سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ

Artinya:

“Maha suci Dzat yang perkasa dengan keagungan-Nya, Maha suci Dzat yang berhiaskan kebesaran, Maha suci Dzat yang menyendiri dalam sifat keesaan-Nya, Maha suci yang berhijab dengan cahaya, Mahasuci Dzat yang melemahkan para hamba dengan kematian, Maha suci Dzat yang tidak disibukkan oeh kesibukan apa pun, Maha suci Dzat yang Maha Awal dan Maha mengawali, Maha suci Dzat yang Maha Akhir dan Maha memfanakan, Maha suci Dzat yang menamai sebelum dinamai, Maha suci Dzat yang mengajarkan nama-nama ke Adam, Maha suci Dzat yang singgsana-Nya berada di atas air, Maha suci Dzat yang kadar-Nya tidak diketahui oleh sesiapa pun (Maha Suci Allah, dan dengan memuji-Nya. Maha Suci Allah Yang Maha Agung), Maha suci Tuhanmu, Tuhan Yang Maha lebih mulia dari apa yang mereka sifatkan, keselamatan bagi para Rasul, dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam”.