Suroboyo.id – Intermitten fasting merupakan salah satu metode diet yang melibatkan waktu makan dan waktu puasa. Tidak seperti diet pada umumnya, intermitten fasting tidak menentukan makanan mana yang harus dikonsumsi atau dihindari. Akan tetapi orang mungkin akan merasa sulit untuk menahan nafsu makan di selang waktu diet ini.

Cara Interesting Fasting yaitu ada tiga yang bisa Anda lakukan. Mengutip pada Mayo Clinic terdapat tiga cara populer dari Intermitten fasting yaitu:

Baca juga: Menu Diet Sehat dan Sederhana untuk Challenge Selama 7 Hari: Dijamin Sehat dan Menyenangkan

1. Puasa di hari tertentu (Alternate-day fasting)

Seseorang yang menjalankan puasa ini terlebih dahulu mengonsumsi makanan dengan porsi normal dan sehat dalam satu hari. Kemudian, di hari berikutnya ia diharuskan untuk puasa total atau mengurangi porsi makan.

Biasanya porsi tersebut hanya sebatas 500 kalori.

2. Puasa 5 – 2

Yaitu konsumsi makanan dengan porsi normal selama lima hari dalam seminggu. Kemudian dua hari sisanya, seseorang harus menekan porsi makannya menjadi 500-600 kalori, baik di hari yang berurutan maupun tidak.

3. Puasa yang dibatasi waktu

Sama seperti pada umumnya, metodeini membatasi jadwal makan seseorang sebanyak 8 jam. Contohnya, seseorang mengonsumsi makan siang sekitar pukul 11.00 dan dilanjut dengan makan malampada jam 19.00

Manfaat Intermitten Fasting

  • Puasa mengurangi kadar insulin sehingga memudahkan tubuh menggunakan lemak yang tersimpan.
  • Mengelola sindrom metabolik dan diabetes.
  • Membantu melindungi fungsi neuron.
  • Meredakan penyakit gangguan pencernaan seperti iritasi usus besar.
  • Meningkatkan kadar hormon pertumbuhan dan masa otot.
  • Menjaga imunitas tubuh dan memperpanjang umur dengan perubahan ekspresi gen.
  • Membantu proses penyembuhan dengan mendaur ulang sel yang tua dan rusak (autofagi)

Baca juga: Solusi Ampuh Turunkan Berat Badan Tanpa Perlu Diet yang Menyiksa, Pejuang Diet Wajib Tahu

Efek Samping dan Cara Mengatasi

Pada setiap jenis diet pasti memiliki efek samping yang berbeda-beda.

Seperti halnya jika seseorang melakukan Intermitten Fasting untuk pertama kalinya. Tubuh akan terasa lemas dan lesu sebagai bagian dari proses adaptasi.

Kemungkinan efek samping yang lainnya yaitu insomnia, mudah marah, konsentrasi menurun, mual, sembelit, hingga rasa sakit pada kepala.

Namun efek tersebut biasanya hanya berjalan sementara hingga batas waktu satu bulan.

Untuk itu, makanan yang penting dikonsumsi adalah makanan sehat seperti buah-buahan, sayur-sayuran, biji-bijian, susu rendh lemak, dan protein tanpa lemak.

Dan perlu diingat bahwa puasa Intermitten ini juga bisa berbahaya apabila dilakukan terlalu jauh karena dapat mengakibatkan dehidrasi parah dan menimbulkan masalah kesehatan yang serius.

Terlebuh malnutrisi dapat terjadi jika pemangkasan kalori terlalu banyak.