Surabaya.id – 5 trik jago clossing untuk para pebisnis onlie yang snagat mudah dan efektif dilakukan khususnya bagi para pemula bisnis.

Kata clossing bukan hal yang asing lagi bagi para pebisnis. Karena clossing merupakan nyawa dari sebuah proses berjual beli dan bertransaksi yang menghasilkan pendapatan.

Salah satu cara supaya banyak pemasukan adalah dengan meningkatkan penjualan. Dan inilah yang mendasari betapa pentingnya teknik clossing yang efektif.

Baca juga: Rekomendasi Bisnis Tanpa Modal Hanya Menggunakan HP Tanpa Ribet dan Bisa Dikerjakan Dimana Saja

Teknik clossing sendiri adalah sebuah metode untuk membuat calon pembeli produk benar-benar menjadi pembeli produk kita.

Dengan kata lain merupakan sebuah teknik yang bisa digunakan untuk mengubah prospek menjadi pembeli.

Pada saat menjual produk dan berinteraksi dengan berbagai calon pembeli melalui chat, sedikit demi sedikit Anda seakan mengarahkan mereka agar mau membeli atau memiliki minat terhadap produk yang kita jual.

Untuk itu, saat kita mengarahkan inilah teknik clossing sangat dibutuhkan, agar pembeli tidak merasa bahwa mereka sedang dipaksa dan dengan senang hati tertarik terhadap produk kita.

Berikut ini ada 5 trik jago clossing yang paling mudah dan efektif digunakan khususnya bagi pemula untuk meningkatkan penjualan.

 1. Clossing dengan Asumsi

Ya, Tidak, Kesempatan, Daftar Periksa

Inti dari teknik ini yaitu bahwa kita sebagai penjual seolah tidak memberikan waktu kepada pembeli untuk berfikir.

Dengan memberikan steatment “Silakan Bapak/Ibu tentukan paketnya, nanti kami akan berikan bonus training penggunaan alatnya tanpa bayar. Dan satu lagi, kami akan sesuaikan jadwalnya dengan waktu yang telah Anda sediakan.”

Baca juga: 5 Peluang Bisnis Online Modal Kecil Yang Menguntungkan

2. Clossing dengan Batas Waktu

Jam, Waktu, Menit, Panggil, Putih, Hitam

Dalam kondisi seperti ini, penjual akan memberikan waktu yang terbatas kepada pembeli. Harapannya adalah bahwa pembeli tidak berfikir lama untuk menentukan pilihan dari produk yang ditawarkan.

Contoh steatment yang diberikan, “Bapak/Ibu, jika Anda setuju kami akan berikan bonus spesial hanya jika Bapak/Ibu membeli hari ini. Karena kesempatan ini hanya kami batasi hingga pukul 17.00 sore dan besok kami sudah memberlakukan kondisi normal. Jadi kesempatan ada di tangan Anda saat ini.”

3. Clossing dengan Memberikan Penekanan Stock Barang

Pakaian, Boutique, Tas, Sepatu, Toko

Dalam metode ini, penjual memberikan sedikit penekanan kepada pembeli agar segera mengambil keputusan karena penjual mengkondisikan produknya yang terbatas.

4. Clossing dengan Memberikan Reward

Emas Adalah Uang, Gold Bar Toko, Emas

Terkadang pembeli memang harus siberi beberapa penekanan atau penawaran yang menarik agar segera memutuskan pilihan. Seperti clossing dengan reward misalnya.

Bisa saja kondisi ini hanya bersifat temporary agar pembeli tertarik. Kondisi reward pun bisa disesuaikan dengan kondisi.

Baca juga: Berapa Modal Bisnis Rumah Kos? Siapkan Budget Segini

5. Clossing dengan Exclusivity

Pembeli adalah raja, inilah salah satu model clossing yang perlu disampaikan kepada pembeli yang seperti ini.

Dimana kita berharap dengan model clossing seperti ini pembeli akan segera memutuskan untuk mengambil produk yang kita tawarkan.

Contoh stetment yang bisa kita berikan, “Bapak/Ibu, produk yang saat ini Anda pegang adalah produk terbatas. Karena memang produk khusus dalam 1 produksi. Jadi, jika Bapak/Ibu mengambil produk tersebut, maka kami ucapkan selamat karena Anda adalah pembeli yang mendapatkan produk khusus tersebut.”

Itulah 5 trik jago clossing untuk para pebisnis yang bisa Anda praktekan. 5 teknik diatas merupakan teknik paling mudah namun sangat efektif untuk dilakukan.

Meskipun begitu, masih banyak cara clossing yang bisa dilakukan. Semua perusahaan ingin produk yang dimilikinya dapat terjual dengan baik dipasaran.

Pemilihan teknik clossing juga sangat menentukan keberhasilan penjualan. Apapun bentuk teknik dan trik clossing yang digunakan, tujuannya adalah untuk meningkatkan volume penjualan.

Semakin banyak penjualan, maka akan semakin tinggi pendapatan yang diterima oleh perusahaan.