Suroboyo.id – Pasca didiagnosis Rumah Sakit, Balita berusia dua tahun asal Kelurahan Simolawang, Kecamatan Simokerto Kota Surabaya terpaksa diharuskan menggunakan alat bantu dengar.

Dari hasil pemeriksaan, balita bernama Muhammad Alfariz didiagnosis oleh dokter mengalami gangguan pada pendengaranya.

Pasca ibunya meninggal, Alfariz kini dirawat oleh neneknya, lantaran masalah ekonomi menyebabkan ia tidak mampu untuk membeli alat bantu dengar tersebut.

Baca Juga: Pasca Swab Case Finding, Kasus Covid-19 di Pemkot Surabaya Tidak Ditemukan

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya segera mengambil langkah sigap dalam dalam melakukan intervensi terhadap balita tersebut.

Sebelumnya, sejak Agustus 2021 lalu, kader kesehatan dan Puskesmas Simolawang telah melakukan pendampingan serta pemeriksaan.

Deddy Sjahrial Kusuma selaku Camat Simokerto Kota Surabaya menyebut, pihaknya telah melakukan kunjungan ke rumah balita tersebut, bersama jajaran kelurahan serta puskesmas pihaknya juga mengantarkan balita didampingi neneknya untuk melakukan pemeriksaan di RSUD dr Soewandhie.

“Jadi sudah ditangani RSUD dr Soewandhie dan hasil pemeriksaan memang ada gangguan dengan pendengaran. Besok kembali lagi ke rumah sakit untuk dilakukan pengukuran alat bantu dengar. Nanti, setelah itu 3 minggu alatnya datang, karena harus pesan dulu dari Jakarta,” ujar Deddy seperti dilansir dari Surabaya.go.id

Lebih lanjut, Deddy menyebut bahwa Pemkot Surabaya melalui Dinas Kesehatan telah memberikan bantuan berupa alat bantu dengar, selain itu pihaknya juga melakukan intervensi melalui Program keluarga Harapan (PKH) Dinas Sosial.

Deddy menyebutkan, bahwa balita tersebut kini tercatat ke dalam Kartu Keluarga (KK) Sulikah atau sang nenek di alamat RT 12 RW 05, Kelurahan Simolawang, Kecamatan Simokerto. Sedangkan alamat ayah dari balita itu, masih berada di Perak. “Nah, balita ini sudah masuk ke KK neneknya. Ini dulu memang rencana mau dipindah ke alamat Simolawang, tapi kemudian belum sampai ibunda si balita meninggal,” kata dia.

Makanya kemudian, pihaknya juga melakukan intervensi terkait administrasi kependudukan balita tersebut. Ini dilakukan supaya intervensi ke depannya dapat lebih mudah dilakukan pemkot. “Kita juga bantu urus KK-nya, saya minta ayahnya agar pindah alamat dari Perak ke Simolawang. Karena kalau di Simolawang rumah sendiri, peninggalan orang tua,” papar dia.