Lakukan Peninjauan Lapangan, Wali Kota Eri Targetkan Zero Stunting dalam Tiga Bulan ke Depan

- 21 Desember 2021 | 19:32
Wali Kota Eri Saat Melakukan Kunjungan ke Ruman Anak Penderita Stunting

Suroboyo.id – Bersama dengan Ketua TP PKK Kota Surabaya beserta jajaran Pemerintah Kota (Pemkot), Wali Kota Surabaya lakukan peninjauan lapangan dengan memberikan bantuan dan motivasi kepada orang tua dengan anak stunting.

Stunting merupakan gagal tumbuh pada balita yang diakibatkan kurangnya zat gizi yang berlangsung lama mulai dari awal masa kehamilan hingga balita berusia 24 bulan.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Eri bersama Ketua TP PKK Kota Surabaya berjalan di sejumlah perkampungan di wilayah kecamatan Asemrowo dan Krembangan.

Baca Juga: Kualitas Pendidikan di Kota Surabaya Membaik, IPM Tembus 82,31 Poin

Disela kunjungan tersebut, Wali Kota Eri juga menyambangi anak penderita stunting di  Kelurahan Morokrembangan serta mengunjungi anak yang menderita Hidrosefalus di Gadukan Rukun 02/09.

Seketika itu, Wali Kota Eri langsung meminta jajarannya untuk mengawal pengobatan anak tersebut hingga sembuh. Bahkan, ia juga meminta keluarga tersebut untuk segera pindah ke rumah susun (rusun). “Tolong dikawal pengobatannya hingga sembuh. Terus segera pindah juga ke rusun,” kata Wali Kota Eri kepada orang tua anak yang mengalami Hidrosefalus itu.

Setelah itu, mereka juga mengunjungi salah satu anak stunting di Gadukan Baru 1/227A Kelurahan Morokrembangan. Setiap berkunjung, mereka membagikan bingkisan khusus anak stunting itu. Bahkan, Wali Kota Eri juga berkoordinasi dengan para RT dan RW untuk aktif melaporkan warganya yang stunting maupun yang MBR (masyarakat berpenghasilan rendah).

Pada kesempatan itu, Wali Kota Eri mengatakan bahwa tiga bulan ke depan Kota Surabaya harus zero stunting. Makanya, ia terus berkeliling ke perkampungan-perkampungan warga untuk menemui anak-anak stunting beserta orang tuanya.

“Jadi, ayo kita bersama-sama saling melengkapi untuk mencegah anak stunting di Kota Surabaya. Kalau tetangga di sekitar kita masih ada anak yang kekurangan gizi, tolong segera dilaporkan. Sebab, pemkot sudah berkomitmen untuk membantu supaya tiga bulan ke depan Surabaya zero stunting,” tegasnya.

Baca Juga: Jelang Perayaan Nataru, Dishub Kota Surabaya Lakukan Pengecekan Bus di Beberapa Terminal

Ia juga mengaku bahagia karena pada saat ini, Surabaya sudah menduduki nomor urut 34 dari 38 kabupaten/kota se Jawa Timur yang angka stuntingnya tertinggi. Padahal, beberapa waktu lalu, angka stunting di Surabaya menduduki nomor urut 3 se Jawa Timur yang angkanya stuntingnya tinggi.

“Siapa yang hebat? Ya Pak Camatnya atau Bu Camatnya dan lurahnya. Siapa yang lebih hebat lagi? Ya masyarakatnya. Inilah yang selalu saya katakan bahwa membangun sebuah kota tidak bisa sendirian, tapi membangun sebuah kota harus dengan hati nurani, warganya harus ikut bergerak dan saling membantu, insyallah itu yang akan saya bangun di Surabaya,” pungkasnya.

Topik

Baca Juga

Log In

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.