Suroboyo.id – Cara praktis dan mudah berbudidaya ikan guppy untuk pemula, gampang kok caranya.

Ingin budidaya ikan guppy tapi masih pemula, Ingin punya pengalaman  dengan budidaya ikan guppy, Simak artikel ini sebagai wawasan kamu.

Ikan guppy merupakan ikan yang sangat mudah dibudidayakan, sehingga penyebarannya sangat luas di seluruh dunia. Meskipun merupakan ikan air tawar, ikan guppy mampu hidup di air payau yang memiliki kadar garam lebih tinggi.

Baca juga : Cara Menabung 10 Juta dalam 3 Bulan Secara Efektif: Analisa Penghasilan dan Bagi Presentase Pengeluaran

Ikan guppy berasal dari Amerika Tengah dan Selatan. Ikan yang memiliki nama latin Poecilia reticulate ini masuk ke Indonesia sekitar tahun 1920-an.

Ikan guppy merupakan jenis ikan hias yang memiliki daya tarik pada bentuk sirip dan warnanya yang indah, terutama untuk ikan jantan Karena termasuk ikan yang mudah dibudidayakan, budidaya ikan guppy tidak membutuhkan biaya yang mahal dan tergolong sangat mudah.

Untuk membedakan ikan guppy jantan dan betina, dapat dilihat dari perbedaan fisiknya. Ikan guppy jantan berwarna cerah dengan tubuh langsing, sedangkan ikan guppy betina cenderung membulat dan warnanya kusam.

Untuk mendapatkan bibit yang bagus, proses pemilihan induk yang unggul juga sangat berpengaruh. Indukan yang dapat dikawinkan berusia minimal 4 bulan. Sebelum dilakukan proses pemisahan, indukan ikan guppy jantan dan betina dipisahkan terlebih dahulu pada wadah yang terpisah.

Baca Juga : Cara Mengatasi Hiperaktif Pada Anak, Serta Kenali Gejalanya Sejak Dini

Air dalam wadah diganti setiap 1-3 hari sekali, namun pergantian ini tak perlu semua, cukup dengan mengganti atau membuang sepertiga airnya dan menambahkan dengan air yang baru. Siapkan wadah untuk pemisahan yang diisi air dan telah diendapkan selama kurang lebih 24 jam, dengan kedalaman air 25 cm dan kepadatan tebar wadah pemijahan 30 ekor/100 liter air.

Jika ingin lebih menarik bisa ditambahkan dengan tanaman air. Pemisahan ikan guppy dapat dilakukan secara massal atau satu persatu, namun lebih dianjurkan melakukan pemisahan secara masal karena lebih cepat dan efisien.

Pada pemisahan masal, tidak dapat dipastikan semua ikan akan memisah di hari yang sama, proses pemisahan umumnya dibiarkan selama 4 hari sampai satu minggu. Untuk melakukan pemisahan, masukkan ikan betina di pagi hari dan ikan jantan di malam hari.

Isikan air dalam wadah penetasan dan tempatkan aerator dengan aerasi dengan pelan agar tidak mengganggu larva ikan. Untuk menjaga kualitas air, buang sepertiga air setiap hari dan ganti dengan yang baru setiap 1-3 hari sekali. Serta berikan pakan untuk induk, 2 hari sekali berupa moina dan daphnia.

Ikan guppy memerlukan sinar matahari untuk membuat warna sisiknya cemerlang, sehingga kolam  sebaiknya ditempatkan di ruang terbuka. Ukuran semen bak yang digunakan biasanya 1x1x0,5 m dan 2x2x0,5 m.

Kemudian isi kolam dengan air setinggi 40 m dan tambahkan tanaman air untuk berteduh dan berikan aerasi pada kolam. Air diganti setiap 1-3 hari sekali.

Ketika ikan berusia 5 hari, berikan pakan infusoria. Kemudian anak ikan dapat diberi kutu air dan udang renik sebagai pakan. Jenis kelamin ikan secara umum dapat ditentukan saat ikan sudah berusia 20 hari.

Ikan jantan dijadikan sebagai ikan hias dan ikan betina hanya dijadikan indukan, indikator keberhasilan budidaya ikan guppy adalah pada ikan jantan.

 Baca Juga : 5 Manfaat Daun Binahong untuk Kesehatan, Selain Mempercepat Penyembuhan Luka Juga Dapat Meningkatkan Fungsi Ginjal

Demikian artikel mengenai cara praktis budidaya ikan guppy bagi pemula, semoga bermanfaat. Selamat mencoba.