Suroboyo.id – Buku filsafat atau filosofi adalah ilmu yang mempelajari dasar-dasar pemikiran manusia terhadap suatu hal. Bisa dibilang bahwa ilmu filsafat adalah dasar dari semua ilmu yang ada.

Membaca buku tentang filsafat sangat berguna untuk kehidupan, mulai dari cara pandang sampai cara menghadapi masalah.

Buku tentang filsafat tidak terlalu populer dalam perbincangan sehari-hari. Topik pembahasannya yang terlalu mendalam dan berat terkadang memang tidak bisa diikuti oleh sebagian orang.

Baca juga: Buku Ikhlas Paling Serius: Review, Sinopsis Hingga Kelebihan Buku

Akan tetapi ketika bertemu orang yang sama-sama menyukai filsafat, obrolan Anda akan dapat berkembang menjadi lebih luas.

Ilmu filsafat juga tidak lekang oleh zaman. Hal tersebut terbukti dari pemikiran ratusan tahun lalu yang masih sangat berguna sampai sekarang.

Cara Memilih Buku Filsafat

1. Pilih berdasarkan topik yang dibahas

2. Kenali filsuf terkenal yang pemikirannya banyak dijadikan buku

3. Ketahui aliran-aliran filsafat yang menjadi corak bukunya

Rekomendasi Buku Filsafat

1. Filsafat Ilmu – Welhendri Azwar dan Muliono

Manusia berbeda dengan makhluk yang lainnya. Perbedaan manusia dengan makhluk yang lain terlihat bahwa manusia memiliki akal yang cenderung digunakan untuk berpikir lebih kritis daripada makhluk yang lainnya.

Aristoteles juga pernah mengatakan bahwa manusia memiliki khas untuk selalu berpikir kritis dalam menghadapi berbagai hal dalam hidup.

Berpikir kritis artinya berpikir tentang kenyataan dari semesta, sosial, dan hal-hal lain di sekitar kita secara kompleks agar tidak terbelenggu dalam kebodohan.

Hal tersebut juga yang membuktikan bahwa manusia sebagai khalifah di bumi karena memiliki pemikiran yang kritis daripada makhluk lain. Berpikir mengapa kita ada di bumi ini juga merupakan berpikir dalam filsafat.

Filsafat dapat didefinisikan sebagai refleksi rasional, kritis, dan radikal tentang semua hal yang ada di kehidupan. Refleksi rasional artinya sebuah pemikiran ilmiah yang tidak bersandar pada rasio atau penjalaran.

Filsafat juga dikatakan sebagai seni bertanya, yaitu mempertanyakan sesuatu hal yang tabu untuk ditanyakan, mempertanyakan mengapa suatu hal bisa ada dan mungkin akan ada.

Karena hal tersebut, filsafat sering disebut sebagai berpikir spekulatif. Pertanyaan dari ilmu filsafat biasanya memiliki ciri dengan pertanyaan secara radikal atau mendalam.

Kedalaman dari pertanyaan ini yang membuat adanya perbedaan antara filsafat dan ilmu pengetahuan lain.

Ilmu pengetahuan merupakan ilmu yang telah tersusun secara sistematis, telah dirumuskan dan ditentukan apa yang ingin dikaji dalam ilmu tersebut, bagaimana cara memperoleh, dan apa kegunaan dari ilmu tersebut. Elemen-elemen tersebutlah yang menjadi dasar dari ilmu pengetahuan.

Jika dikaitkan dengan filsafat ilmu akan menjadi kajian yang dalam secara filosofis dari apa yang menjadi dasar ilmu tersebut. Sesuatu yang hendak dikaji dinamakan “ontologi”, sedangkan bagaimana cara memperoleh ilmu dinamakan “epistemologi”, serta untuk apa kegunaan dari sebuah ilmu dinamakan “aksiologi”.

Dengan demikian, ilmu pengetahuan ditujukan untuk sebuah kerangka konseptual dari berbagai aspek di dalam kehidupan yang berfungsi untuk memudahkan hidup manusia dalam menyelesaikan masalah.

Baca juga: Rekomendasi Buku Sastra Terbaik Terbaru Tahun 2022

2. Filsafat Keadilan – Dr. Drs. H. Amran Suadi, S.h., M.hum., M.m.

Tegaknya keadilan di dalam sebuah hukum merupakan sebuah tujuan hukum yang ingin dicapai oleh seorang hakim. Keadilan ini adalah hal yang sangat penting karena memiliki sifat subjektif dan individual.

Sehingga dengan demikian tidak terlepas dari pengaruh locus, tempus, dan lainnya yang secara komprehensif sangat memengaruhi rasa keadilan hakim, terutama ketika “question of law” hendak diterapkan terhadap “question of fact“.

Keadilan dapat diartikan sebagai sebuah nilai untuk menciptakan hubungan yang ideal antar sesama manusia ketika menuntut haknya di dalam hukum dan moralitas sebagaimana ditegaskan dalam doktrin populer “fiat justitia ruat caelum” tegakan keadilan sekalipun langit akan runtuh.

Hukum sebagai ajaran mengenai kemanusiaan dan keadilan merupakan landasan filosofis keadilan biologis sebagai institusi yang mengantarkan manusia kepada kehidupan yang adil, sejahtera, dan bahagia.

Filosofi dasar keadilan biologis adalah suatu kesatuan normatif yang menjanjikan jaminan harkat dan martabat manusia (harga diri dan kesejahteraan). Keadilan biologis memanifestasikan dirinya sebagai kekuatan pembebasan diri dari jenis, ide, prinsip, dan teori hukum positivistik hukum.

Buku ini mengkaji hakikat hukum yang melayani keadilan sosial (keadilan biologis), sebagaimana seharusnya dipahami secara utuh dan komprehensif untuk melayani tujuan mewujudkan keadilan bagi mereka yang mencari keadilan, akan saya jelaskan.

Hal ini juga menggambarkan filosofi keadilan yang dapat melakukan interaksi siklis yang terkait dengan institusi dan seluruh kehidupan manusia yang memiliki hubungan antara kehidupan masyarakat, yaitu antara kepastian hukum dan kebenaran yang berkembang.

Keadilan diibaratkan seperti darah yang mengalir di dalam tubuh, yang menjadi metabolisme dan membentuk rantai kehidupan. Mereka mungkin terlihat mirip, tetapi tidak ada contoh yang tepat, sehingga sulit untuk membuat model keadilan yang konkret. Oleh karena itu, tulisan ini diharapkan dapat memberikan solusi atas berbagai persoalan hukum dalam praktik peradilan untuk mencapai keadilan.

Baca juga: Rekomendasi 5 Buku Motivasi Paling Menginspirasi: Ada The Power of Habit Hingga Big Magic

3. Filsafat Agama – Amsal Bakhtiar

Masalah-masalah yang muncul di seputar agama kini semakin menumpuk dan kompleks. Oleh karena itu, permasalahan tersebut membutuhkan dukungan tidak hanya dari satu sudut pandang, tetapi juga dari berbagai bidang seperti filsafat dan psikologi.

Pendekatan filsafat terhadap agama sangat diperlukan, karena pendekatan ini setidaknya dapat memberikan pemahaman dan pemahaman yang lebih mendalam tentang akar dari suatu masalah.

Banyak orang hanya melihat filsafat dari sudut yang sempit, sehingga ia salah memahami filsafat dan menggeneralisasi apa yang dipahami, dan ia hanya melihat berbagai masalah dengan kacamata tersebut.

Dengan melakukan eksplorasi lebih lanjut, pendekatan filsafat dapat memberikan pandangan yang holistik dan terintegrasi dalam memahami dan memecahkan berbagai masalah, termasuk masalah dalam agama.

Buku Filsafat Agama ini menyajikan berbagai persoalan di bidang agama baik klasik maupun modern yang perlu ditelaah lebih proporsional dan tajam.

Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa buku ini menawarkan dan menyajikan keyakinan yang berbeda dari apa yang Anda yakini. Alih-alih mengubah keyakinan Anda, ujilah keyakinan Anda untuk melihat apakah Anda bisa bertahan menghadapi ateis dan agnostik.

Buku ini juga menawarkan kesejukan melebihi apa yang pernah Anda alami tentang agama, seperti pemahaman melalui ibadah dan tasawuf. Singkatnya, buku ini akan membawa Anda dalam perjalanan ke “hutan” pemikiran dan keyakinan manusia selama puluhan ribu tahun yang lalu.

Buku ini dapat digunakan oleh para mahasiswa dan dosen saat dalam perkuliahan. Selain untuk mahasiswa dan dosen di kalangan kampus, buku ini juga dapat digunakan oleh siapa saja yang ingin menambah wawasannya mengenai hakikat dan makna dari filsafat agama.