Warren Buffett Kehilangan ‘Tangan Kanan’ Terpercaya, Charlie Munger

suroboyo.id – Charlie Munger, yang dikenal sebagai “tangan kanan” Warren Buffett di Berkshire Hathaway, telah meninggal dunia pada hari Selasa, waktu setempat.

Miliarder ini, dijuluki sebagai “orang bijak dalam investasi”, wafat pada usia 99 tahun, seperti yang diumumkan oleh Berkshire Hathaway melalui siaran pers. Keluarga Munger diberitahu bahwa pemimpin ini menghembuskan napasnya dengan tenang di sebuah rumah sakit di California.

Warren Buffett, dalam sebuah pernyataan, mengungkapkan, “Berkshire Hathaway tidak akan mencapai statusnya saat ini tanpa inspirasi, kebijaksanaan, dan partisipasi Charlie.” Kehilangan Munger meninggalkan kekosongan yang dirasakan dalam kemitraan yang produktif dan sukses antara keduanya.

Selain peran pentingnya di Berkshire Hathaway, Munger dikenal sebagai seorang pengacara real estat, ketua dan penerbit Daily Journal Corp. Selain itu, ia juga menjadi anggota dewan di Costco, seorang dermawan, dan memiliki kontribusi sebagai seorang arsitek.

Pada awal tahun 2023, kekayaannya diperkirakan mencapai US$2,3 miliar. Jumlah yang mencengangkan bagi banyak orang, namun jauh lebih kecil dibandingkan kekayaan Buffett yang diperkirakan mencapai lebih dari US$100 miliar.

Selama rapat pemegang saham tahunan Berkshire Hathaway, pada tahun 2021, Munger yang saat itu berusia 97 tahun sempat mengungkapkan rahasia perusahaan. Bahwa Wakil Ketua Greg Abel akan memimpin setelah era Buffett.

Buffett sendiri kerap memuji Munger di masa hidup. Ia memperluas strategi investasinya dari mendukung perusahaan-perusahaan bermasalah dengan harga rendah dengan harapan mendapatkan keuntungan menjadi berfokus pada perusahaan-perusahaan berkualitas lebih tinggi tetapi dengan harga rendah.

Contoh awal dari pergeseran ini diilustrasikan pada tahun 1972 dengan kemampuan Munger membujuk Buffett agar menandatangani pembelian See’s Candies oleh Berkshire seharga US$25 juta meskipun pembuat permen California tersebut memiliki pendapatan sebelum pajak tahunan hanya sekitar US$4 juta. Sejak itu, perusahaan ini telah menghasilkan lebih dari US$2 miliar penjualan untuk Berkshire.

“Dia menjauhkan saya dari gagasan membeli perusahaan-perusahaan yang biasa-biasa saja dengan harga yang sangat murah, mengetahui bahwa ada sedikit keuntungan di dalamnya, dan mencari beberapa bisnis yang benar-benar bagus yang dapat kita beli dengan harga yang wajar,” kata Buffett, Mei 2016.

Munger pun pada rapat pemegang saham Berkshire tahun 1998, sempat berujar kenapa melakukan itu.

“Tidaklah menyenangkan untuk membeli sebuah bisnis di mana Anda benar-benar berharap bisnis ini akan dilikuidasi sebelum bangkrut,” tegasnya.

Thomas Munger lahir di Omaha pada 1 Januari 1924. Ayahnya, Alfred, adalah seorang pengacara dan ibunya, Florence “Toody,” berasal dari keluarga kaya.

Seperti Buffett, Munger bekerja di toko kelontong milik kakek Buffett saat masih muda. Namun kedua calon mitra tersebut baru bertemu bertahun-tahun kemudian.

Pada usia 17, Munger meninggalkan Omaha menuju Universitas Michigan. Dua tahun kemudian, pada tahun 1943, ia mendaftar di Korps Udara Angkatan Darat, sebagai mana dimuat Janet Lowe tahun 2003 dalam buku biografi “Damn Right!”.

Militer kemudian mengirimnya ke Institut Teknologi California di Pasadena untuk mempelajari meteorologi. Di California, ia jatuh cinta dengan teman sekamar saudara perempuannya di Scripps College, Nancy Huggins, dan menikahinya pada tahun 1945.

Meskipun ia tidak pernah menyelesaikan gelar sarjananya, Munger lulus magna cum laude dari Harvard Law School pada tahun 1948. Pasangan tersebut pindah kembali ke California, tempat dia berpraktek hukum real estate.