Perawat RS Sentosa yang Diduga Terlibat dalam Kasus Bayi Tertukar di Bogor Bertemu Siti Mauliah

suroboyo.id – Momen pertemuan yang tidak terduga antara dua perawat RS Sentosa yang diduga terlibat dalam kasus bayi tertukar di Bogor dengan Siti Mauliah berlangsung penuh penyesalan. Momen ini menarik perhatian publik.

Pertemuan antara sejumlah perawat bersama Direktur RS Sentosa Bogor, drg. Margaretha Kurnia, terekam dalam postingan yang dibagikan oleh Yunita, sepupu Siti Mauliah, di akun TikToknya @diiana992 pada Selasa (5/9/2023).

Seperti yang sudah kita ketahui, beberapa perawat dari RS Sentosa menjadi sorotan setelah kelalaian mereka menyebabkan kebingungan mengenai bayi yang tertukar.

Kedua perawat ini datang untuk meminta maaf kepada keluarga bayi yang terlibat dalam insiden tersebut. Pertemuan ini berlangsung di rumah ibu dari salah satu bayi yang terlibat di Ciseeng, Kabupaten Bogor, pada hari Senin (28/8/2023), tiga hari setelah hasil tes DNA diumumkan pada Jumat (25/8/2023).

Mereka datang didampingi Direktur RS Sentosa Margareth Kurnia. Kedatangan rombongan disambut Siti Mauliah bersama suami, Tabrani dan keluarganya.

Tampak pengacara Siti, Rusdy Ridho juga terlihat mendampingi kliennya. Wajah Direktur RS Sentosa, Margaretha Kurnia yang duduk di samping Siti Mauliah terlihat serius.

Sementara dua wanita yang disinyalir adalah perawat RS Sentosa tampak lesu.

Dalam tiga foto tersebut, dua perawat rumah sakit itu tak sekalipun melihat ke arah Siti Mauliah.

Mereka tampak terus menunduk selama pertemuan berlangsung.

“Pada tanggal 28 Agustus direktur dan manajer pelayanan medis serta para suster yang terkait datang ke rumah Bu Siti tapi enggak semua suster yang terkaitnya,” kata Yunita sepupu Siti, Selasa (5/9/2023).

“Cuma owner rumah sakitnya yang belum datang nih,” sambungnya.

Kedatangan pihak RS Sentosa ke rumah Siti Mauliah nyatanya tak menyurutkan niatan ibu empat anak itu untuk melanjutkan kasus bayi tertukar.

Kompak dengan Dian, Siti resmi melaporkan RS Sentosa ke Polres Bogor pada Jumat (1/9/2023).

Selang tiga hari didatangi direktur dan perawat RS Sentosa, Siti makin yakin untuk melanjutkan kasus tersebut ke ranah hukum.

Hal itu juga disepakati oleh Dian dan suaminya, Hartono. Melalui pengacaranya Binsar Aritonang, Dian mengurai isi laporannya.

Dian dan Siti melaporkan rumah sakit terkait Undang Undang Perlindungan Konsumen Pasal 8 juncto pasal 62. Perihal laporan yang telah masuk ke Polres Bogor, Rusdy Ridho mengurai detail.

Bahwa laporan tersebut dibuat untuk menyasar pelaku usahanya, bukan individu pribadi seperti perawatnya. Alasan pelaporan tersebut adalah untuk mengedukasi masyarakat terkait hak-hak pasien sebagai konsumen dari rumah sakit.

Terpisah, Rumah Sakit (RS) Sentosa, Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menyatakan siap menghadapi laporan dua ibu bayi tertukar ke polisi.

Juru bicara RS Sentosa Gregg Djako mengatakan, saat ini rumah sakit sedang mempersiapkan tim pengacara untuk menghadapi laporan tersebut.

“Rumah sakit sejak semula sudah sampaikan akan menghadapi semua laporan dan tuntutan kepada rumah sakit dalam kasus ini (bayi tertukar),” kata Gregg saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (2/9/2023).

“Selain menghadapi, RS tentu akan mempersiapkan tim. Ya karena ini tidak bisa dihadapi sendiri. Yang begini toh harus dihadapi secara tim supaya kemudian bisa menghadapi secara baiklah,” ungkapnya.

Gregg yang juga sebagai staf legal RS Sentosa Bogor mengaku sudah menduga sejak awal bakal dilaporkan atas kasus dugaan tindak pidana penggelapan asal-usul dan perlindungan konsumen Pasal 277 KUHP dan atau Pasal 8 jo Pasal 62 UU No 8 Tahun 1999.

Gregg mengatakan, sejak awal pihak rumah sakit memang sudah mengakui ada kelalaian yang dilakukan oleh beberapa tenaga kesehatan pada hari kejadian. RS Sentosa tidak tinggal diam. Sanksi telah dijatuhkan kepada perawat dan bidan yang terlibat.