Berita  

Netanyahu Bicara Terus Terang Mengenai Rencana Baru Israel di Gaza

suroboyo.id – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, kembali memberikan responsnya terhadap kemungkinan gencatan senjata di Gaza, Palestina, pada Kamis (9/11/2023).

Ia dengan tegas menyatakan menolak potensi gencatan senjata dengan Hamas, menyebutnya sebagai tindakan menyerah. “Gencatan senjata dengan Hamas berarti menyerah,” katanya dalam wawancara dengan Fox News seperti dilansir oleh AFP.

Netanyahu bahkan memberikan pujian kepada militer Israel, menyatakan bahwa kinerja pasukan sangat baik. “Saya pikir tentara Israel berkinerja sangat baik,” tambahnya.

Dengan tegas, ia menyatakan, “Berapapun lamanya, kami akan melakukannya,” mengindikasikan bahwa perang belum akan segera berakhir.

Israel sendiri memang telah bersumpah untuk menghancurkan Hamas setelah kelompok itu menyerbu perbatasan Gaza pada 7 Oktober. Ini membuat 1.400 orang tewas dan menyandera sekitar 240 orang, menurut Israel.

Israel membombardir Gaza dari udara dan darat. Hal tersebut membuat 10.800 orang tewas, sebagian besar warga sipil dan banyak dari mereka anak-anak.

Di kesempatan yang sama, ia pun berujar rencana Israel di Gaza. Menurutnya, pihaknya tirai akan “menduduki kembali” wilayah Palestina itu.

Ia mengklaim Israel tak akan berada di Gaza dalam jangka panjang. Bahkan menyebut tak akan menggusur siapa pun.

“Kami tidak bermaksud untuk memerintah Gaza,” katanya.

“Kami tidak bermaksud untuk mendudukinya, namun kami berupaya untuk memberikan masa depan yang lebih baik bagi Gaza dan kami,” ujarnya lagi.

“Israel tidak berusaha untuk menggusur siapa pun.”

Tapi, ia mengatakan wilayah itu harus “didemiliterisasi, dideradikalisasi, dan dibangun kembali”. Bahkan menyebut “kita harus menemukan pemerintahan, pemerintahan sipil yang akan ada di sana”.

“Pasukan Israel harus tetap siap untuk masuk kembali ke Gaza dan membunuh para pembunuh,” katanya lagi.

Baca Juga :   Korban Tewas Perang Israel vs Hamas Palestina Mencapai 2.327 Orang

“Hal itulah yang akan mencegah munculnya kembali entitas seperti Hamas,” ujarnya.