Suroboyo.id – Kronologi kerusuhan Aremania yang terjadi di Kanjuruha, Malang. Terjadi setelah pertandingan antara Arema FC dan Persebaya Surabaya.

Kerusuhan tak terelakkan di stadion yang menjadi markas FC itu, Aremania yang turun ke lapangan setelah tim kesayangan mereka kalah dari rival bebuyutan.

Dalam pertandingan tersebut, kemenangan di dapatkan Persebaya Surabaya dengan skor 3-2 atas tuan rumah Arema FC.

Baca juga: Prediksi Laga Manchester City vs Manchester United: Lengkap dengan Susunan Pemainnya

Melihat tim Arema kalah dari lawan mainnya, sontak menyulut emosi para supporter tuan rumah yang dijuluki Aremania itu.

Aremania langsung saja mengamuk dengan masuk ke lapangan setelah tim kesayangan mereka kalah dari Persebaya. Hal tersebut menjadi kekalahan pertama di kandang melawan Persebaya dalam kurun waktu 20 tahun lebih.

Para polisi akhirnya mencoba untuk menghalau aksi para supporter Arema yang mengamuk dalam lapangan.Sampai akhirnya polisi melepaskan tembakan gas air mata.

Dengan di tembakannya gas air mata tersebut, membuat beberapa supporter pingsan dan sulit bernafas.

Melihat banyak sekali yang mengalami pingsan, terinjak dan susah bernafas maka dibutuhkannya bantuan medis. Akan tetapi bantuan medis tidak sebanding dengan jumlah banyaknya korban.

Baca juga: Prediksi Laga Manchester City vs Manchester United: Lengkap dengan Susunan Pemainnya

Banyak sekali yang mengeluh sesak nafas karena gas air mata. Mereka juga banyak tersiksa karena terinjak-injak ketika panik berusaha keluar dari stadion.

Kerusuhan tersebut mengorbankan banyak sekali jiwa yang meninggal dunia akibat kericuhan. Dan menjadi insiden yang paling mencekam dalam dunia sepak bola Indonesia.