Berita  

Jejak Kontroversial: Pemecatan Eric Hiariej dari UGM Terkait Kasus Dugaan Pelecehan Seksual

suroboyo.id – Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada (UGM), Eric Hiariej, menemui akhir karirnya setelah dipecat sebagai konsekuensi dari dugaan pelecehan seksual terhadap seorang mahasiswi pada tahun 2016.

Sekretaris UGM, Andi Sandi Antonius, mengonfirmasi pemecatan tersebut pada Rabu (15/11), menyatakan bahwa Eric telah dipecat pada tahun lalu atau pertengahan tahun ini.

Eric, yang merupakan kakak kandung dari Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) Edward Omar Sharif Hiariej atau Eddy Hiariej, kini harus menghadapi konsekuensi dari tindakan kontroversialnya.

“Andi mengungkapkan, “Eddy kui bontot (Eddy itu bungsu). Iya, (Eric kakak Eddy), dan itu kandung.”

Andi menjelaskan bahwa Eric sudah tidak lagi mengajar di Fisipol UGM sejak sekitar setengah tahun sebelum dipecat.

Status Eric juga sempat diturunkan sebagai tenaga pendidik (tendik) saat eskalasi kasus dugaan pelecehan seksual itu mencuat.

Ia menuturkan UGM sempat memberikan kesempatan kepada Eric untuk memperbaiki diri. Namun, ada catatan yang membuat Eric akhirnya dipecat.

“Waktu itu kita masih mau, kira-kira dia mau ada perbaikan atau tidak, tapi lanjut kemudian ada beberapa catatan lagi ya apa boleh buat,” ujarnya.

Andi membantah jika lamanya proses pemberhentian Eric sebagai dosen karena adanya intervensi dari Eddy yang duduk di kursi pemerintahan.

Ia menyebut proses tersebut berlangsung lama lantaran Eric tengah menjalani sanksi berupa kewajiban mengikuti konseling.

Faktor lain yakni upaya banding yang diajukan Eric ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Jakarta atas pemberhentian sebagai pegawai negeri sipil (PNS) oleh Kemendikbud.

Andi sempat bertanya kepada Eddy ihwal kasus yang tengah menyeret nama Eric. Namun, Eddy menegaskan tak akan ikut campur dalam kasus tersebut.

Baca Juga :   Apa Itu Kesenjangan Ekonomi?

Sejak saat itu, Andi selalu memegang omongan Eddy yang menyatakan secara sungguh-sungguh untuk tidak ikut campur dalam kasus kakaknya.

“Selama ini dalam proses (penanganan kasus Eric) di UGM yang saya lihat, itu tidak ada (intervensi Eddy). Saya bukan mbelani, mergo dee lagi ono masalah atau koncoku, ora. (Bukan saya bela karena dia ada masalah atau karena teman saya, bukan). Tapi setahu saya ketika di UGM, Eddy tidak pernah campur tangan, saya tidak tahu kalau kemudian di luar UGM atau apa ada campur tangan,” jelasnya.