Gian Piero Gasperini, Pelatih Atalanta, Mengkritik AC Milan yang Tidak Maksimalkan Potensi Charles De Ketelaere

suroboyo.id – Gian Piero Gasperini, pelatih Atalanta, tidak ragu untuk memberikan pujian kepada Charles De Ketelaere atas penampilan gemilangnya, sambil merasa menyesal bahwa AC Milan telah mengabaikan bakat berharga pemain Belgia tersebut.

Charles De Ketelaere saat ini menjadi bagian dari skuat Atalanta yang diasuh oleh Gian Piero Gasperini. Pemain ini bergabung dengan Atalanta dari AC Milan dengan status pinjaman selama musim panas.

Menjadi salah satu pilihan utama di lini tengah Atalanta, De Ketelaere telah tampil dalam 5 pertandingan untuk tim tersebut, berhasil mencetak 2 gol dan memberikan 1 assist, dengan total waktu bermain sebanyak 320 menit.

Yang terbaru, De Ketelaere memberikan kontribusi besar dengan membantu La Dea memulai kampanye mereka di Liga Europa dengan kemenangan 2-0 di kandang melawan wakil Polandia, Rakow.

Dalam laga tersebut, Atalanta mencatat banyak peluang mencetak gol dan sapuan di lini belakang, namun dua gol ditentukan lewat sundulan De Ketelaere dan Ederson.

Penampilan penyerang asal Belgia ini membuat Gian Piero Gasperini terkesan. Sang pelatih bahkan tak habis pikir AC Milan sempat menyingkirkannya dari skuat utama karena dinilai malas.

Ya. De Ketelaere memang seorang sedang bangkit dari mimpi buruk saat bersama AC Milan. Dia hanya mengemas satu assist dari total 40 laga di semua kompetisi musim lalu.

Menurut Gian Piero Gasperini, De Ketelaere bukan pemain lamban seperti yang kerap didengar dari kubu AC Milan. Sang pemain hanya butuh waktu untuk adaptasi dan bermain reguler untuk memanaskan performanya.

“Charles De Ketelaere memiliki beberapa gaya yang mirip dengan Josip Ilicic (mantan gelandang serang Atalanta), tapi dia masih muda dan punya banyak kesempatan untuk berkembang,” ujar Gasperini seperti dilansir Sky Sport Italia.

Baca Juga :   Hasil Pertandingan : AC Milan Gagal Menang di Markas Salernitana: Berakhir 2-2

“Saya senang dengan gaya dan performanya. Saya dengar orang-orang menilai dia lamban dan malas, tapi sebenarnya dia punya fisik berotot yang artinya dia perlu bermain secara teratur untuk mendapatkan bentuk tubuhnya,” jelas Gasperini.

“Kadang bahasa tubuhnya membuatnya terkesan malas, padahal itu hanya cara dia mencoba menemukan ritme permainan,” jelasnya.

Gian Piero Gasperini tampaknya juga meyakini bahwa Charles De Keteleraere bisa menjadi opsi utamanya di lini depan Atalanta musim ini.

Hal ini juga diperkuat dengan absennya dua pemain andalan Gianluca Scamacca yang absen selama sebulan karena cedera otot dan El Bilal Toure yang baru bisa kembali pada 2024.

Dengan kemampuan De Ketelaere yang serba bisa, Gasperini pun tidak akan kesulitan memainkannya di formasi apa pun baik sebagai penyerang atau bahkan gelandang.

“Dia memiliki kaki yang bagus, pondasi yang kokoh, dia bermain sebagai penyerang tengah di babak kedua dan serba bisa,” ujar Gasperini.

“Dalam situasi darurat, dia bisa menjadi penyerang tengah, meskipun itu bukan peran aslinya, tapi dia bisa menjadi penyerang tengah,” lanjutnya.

“Jelas, potensinya sangat berbeda dengan Scamacca dan Toure. Pada laga (Liga Europa) ini, kami memainkan Mario Pasalic di lini depan. Kehilangan dua pemain membuat kami kekurangan opsi dalam menyerang,” tandas sang pelatih.

Charles De Ketelaere sendiri diboyong Rossoneri dari Club Brugge pada musim panas 2022, setelah tampil apik dan disebut pemain muda bertalenta di sepak bola Eropa.

Sayang, ketika bergabung dengan AC Milan, performa Charles De Ketelaere jauh panggang dari api. Kritikan yang masif baik dari fans maupun media membuat De Ketelaere pun kena mental sehingga mempengaruhi performanya.

Ditambah beban gaji yang tinggi dan kontribusi minim, akhirnya AC Milan memutuskan melepasnya ke Atalanta dengan status pinjaman selama semusim.

Baca Juga :   Portugal Tetap Mendominasi: Cristiano Ronaldo dan Kawan-kawan Menang 2-0 atas Liechtenstein

Selanjutnya, Charles De Ketelaere masih akan membantu Atalanta melanjutkan kiprahnya di Liga Italia 2023/24 dengan menghadapi Cagliari pada Minggu (24/9/23).