250 Titik Pipa PDAM Surabaya Rusak dalam Dua Bulan Terakhir Akibat Proyek Box Culvert

suroboyo.id – Dalam dua bulan terakhir, PDAM Surya Sembada telah melakukan perbaikan berkali-kali pada jaringan pipa air yang rusak. Pipa-pipa tersebut mengalami kerusakan akibat terkena alat berat selama proses pemasangan box culvert.

Total, sebanyak 250 titik pipa terdampak oleh proyek ini, dan jumlahnya diperkirakan masih akan terus bertambah seiring dengan banyaknya proyek saluran air yang dipercepat menjelang akhir tahun.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Lilik Arijanto, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan PDAM sebelum proyek dimulai. Koordinasi lintas instansi dilakukan untuk memastikan bahwa pekerjaan tersebut tidak mengganggu utilitas, termasuk lalu lintas.

“Seluruh pemilik utilitas diundang. Bahkan saat perencanaan, sudah mulai dikoordinasikan juga. Jadi, bukan hanya saat pekerjaan sedang berlangsung,” terang Lilik Arijanto.

Menurut Lilik, air PDAM yang mampet bukan karena pipa bocor terkena alat berat. Namun, jaringan itu sengaja ditutup. Sebab, pipa harus digeser lantaran berada di jalur pengerjaan. ”Bukan bocor, tapi digeser dan air harus dimatikan,” katanya.

Dirut PDAM Surya Sembada Arief Wisnu Cahyono menyatakan, koordinasi selalu dilakukan sebelum proyek pemasangan box culvert dimulai.

Pihaknya menyampaikan lokasi jaringan tersebut. Itu dilakukan untuk meminimalkan kerusakan pipa. Namun, kondisinya berbeda saat di lapangan.

”Kami minta agar pelaksana di lapangan bisa lebih awas, utamanya operator ekskavator. Paling tidak ada dua orang. Yang satu operator, satu lagi mengawasi keberadaan pipa di bawah,” paparnya.

Selain pipa bocor, PDAM kerap memindahkan pipa. Menurut Arief, pemindahan jaringan tidak bisa dilakukan beberapa meter. Harus menyeluruh sesuai dengan panjang box culvert yang dipasang.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Surabaya Baktiono menuturkan, banyaknya pipa PDAM yang rusak menunjukkan lemahnya koordinasi antarinstansi. Dia memperkirakan bakal ada pipa lain yang bocor karena proyek drainase.

Pasalnya, menjelang akhir tahun, kontraktor mengebut pengerjaan. ”Kalau aliran air terdampak, yang rugi masyarakat. Apalagi kewajiban perbaikan itu juga ditanggung pemilik utilitas,” kata politikus PDIP tersebut.

Baktiono mengusulkan kepada pemkot untuk membuat ducting atau tempat khusus guna pemasangan jaringan utilitas. Sehingga tidak terdampak ketika ada proyek saluran air. ”Jaringan listrik, gas, air, internet jadi satu tempat dalam sistem ducting itu. Kalau terjadi hal-hal seperti ini, ujung-ujungnya masyarakat yang menjadi korbannya,” ungkapnya.