Berita  

Zona Merah: Wilayah yang Berpotensi Kekeringan pada Awal Oktober

suroboyo.id – Dalam beberapa waktu ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih harus menghadapi kemarau yang berkepanjangan. Adanya peringatan dini mengenai potensi kekeringan pada awal Oktober semakin mempertegas situasi tersebut.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah mengungkapkan bahwa kondisi ini dipengaruhi oleh dua fenomena iklim utama, yaitu El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD), yang diperkirakan akan mencapai puncaknya pada bulan Oktober.

“Eddy, pada hari Selasa (3/10), menjelaskan bahwa saat ini El Nino menunjukkan kecenderungan positif dan IOD juga mengalami perubahan positif, dan kedua fenomena ini diperkirakan akan mencapai puncaknya sekitar bulan Oktober 2023.”

El Nino adalah fenomena yang ditandai oleh peningkatan suhu permukaan laut di wilayah tengah Samudra Pasifik, melebihi kondisi normalnya.

Menurut Eddy, El Nino 3.4 saat ini sudah mulai bergerak mendekati wilayah Indonesia, dan hal ini berpotensi menyebabkan peningkatan suhu di atas rata-rata di sebagian wilayah.

“Karena awan-awan ditarik menuju ke lautan Pasifik, jadi langit tidak ada penghalang sinar Matahari,” katanya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mengungkap musim kemarau diprediksi bakal tuntas di mayoritas wilayah RI akhir bulan ini dan musim hujan datang mulai November.

Namun begitu, Indonesia masih terancam kekeringan pada Oktober, bulan yang diprediksi jadi puncak kekeringan ketiga pada 2023 imbas efek El Nino.

Menurut prediksi BMKG, beberapa wilayah akan mengalami curah hujan bulanan rendah antara 0-100 milimeter pada Agustus, September, dan Oktober.

Wilayah yang terdampak kekeringan ini meliputi Sumatra bagian tengah hingga selatan, pulau Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan, sebagian besar Sulawesi, sebagian Maluku Utara, sebagian Maluku dan Papua bagian selatan.

Baca Juga :   Gempa yang terjadi hari ini, Senin 11 September 2023, Telah Membuat Wilayah di Indonesia Merasakan Getaran Kuat.

BMKG pun memperingatkan ada sejumlah daerah yang masuk dalam wilayah zona merah atau level Awas, yang merupakan level peringatan paling tinggi, kekeringan 10 hari pertama (dasarian I) bulan ini.

Berikut daftarnya berdasarkan peta Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis BMKG:

– Sebagian kecil wilayah timur Sumatera Selatan
– Hampir separuh wilayah timur Bandar Lampung
– Sebagian besar Banten
– Nyaris seluruh wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah
– Seluruh wilayah Jawa Timur
– Separuh bagian wilayah utara Bali
– Semua bagian NTT dan NTB
– Sebagian kecil wilayah timur Kalimantan Selatan
– Sebagian kecil wilayah utara Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara
– Sebagian kecil wilayah Timur Maluku
– Satu per tiga wilayah Timur Papua Selatan