Tragedi Gunung Marapi: BNPB Minta Evaluasi Pos Pendakian setelah Erupsi yang Menewaskan 11 Pendaki

suroboyo.id – Gunung Marapi di Sumatera Barat mengalami erupsi, mengejutkan 75 pendaki yang berada di kawasan tersebut. Sayangnya, 11 pendaki menjadi korban fatal dalam peristiwa tersebut.

BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) menyoroti perlunya evaluasi terkait keberadaan pendaki ketika status Gunung Marapi berada pada level II atau Waspada.

Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, menyampaikan, “Yang harus dievaluasi adalah posko-posko pendakian, karena, apakah status (gunung) dikeluarkan, pos pendakian bawah memberi izin? (Petugas pos) memahami atau tidak status dikeluarkan oleh PVMBG?” Komentarnya menunjukkan urgensi peninjauan terhadap prosedur di pos pendakian terkait informasi dan izin pendakian saat terjadi perubahan status gunung.

Gunung Marapi saat ini berada pada Level II atau Waspada. Aturan menyatakan bahwa pendaki atau warga seharusnya tidak diperbolehkan beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari puncak gunung.

“Jika pos pendakian memahami, maka seharusnya tidak boleh ada aktivitas pendakian, atau pada pos terakhir pendaki tidak boleh mendekati puncak,” tambahnya.

Abdul mengatakan, berdasarkan video yang didapat, ada pendaki di hari pertama erupsi yang sudah di puncak Gunung Marapi. Mengetahui hal itu, Abdul mengatakan perlu dilakukan evaluasi.

“Video amatir yang di-share BNPB itu (pendaki) di kawah. Video amatir pendaki di hari pertama (erupsi). Kalau estimasi ya cuma 500 meter sudah puncak,” kata Abdul.

“Ada dua yang harus dievaluasi, apakah status PVMBG diketahui petugas Pos Pendakian. Kalau diketahui, kenapa ada aktivitas pendakian, atau status tidak diketahui petugas?” katanya.

Sampai saat ini, Tim SAR masih mencari pendaki yang belum ditemukan. Abdul menyebut masih ada 12 pendaki yang belum ditemukan.

“Pendaki 75 dari data SAR. Selamat 52, yang meninggal 11 orang, pencarian 12 orang,” katanya.

9 Pendaki Tewas Dirawat di RS

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam mengungkap 28 pendaki sudah turun dari Gunung Marapi. Saat ini ada sembilan orang yang menjalani perawatan di rumah sakit.

“Tiga orang dirawat di RSAM Bukittinggi dan enam orang di RSUD Padang Panjang,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Agam Bambang Warsito di Lubuk Basung, dilansir Antara.

Dia menambahkan sebanyak 19 pendaki lainnya sudah pulang ke rumah masing-masing. Sementara itu, masih ada 26 pendaki yang belum turun dari Gunung Marapi.

“Masih ada 26 pendaki yang belum turun,” ujarnya.