Surabaya Tempati Posisi Ketiga Kualitas Udara Tidak Sehat, Mengikuti Bandung dan Tangsel

suroboyo.id – Data pemantauan kualitas udara oleh IQAir menunjukkan bahwa Surabaya saat ini berada dalam kondisi udara yang tidak sehat. Data ini diperoleh pada Sabtu, 23 Desember, pukul 09.00.

Berdasarkan pantauan IQAir, Indeks Kualitas Udara (AQI) Surabaya mencapai 159 pada pukul 09.00. Angka ini masuk dalam kategori tidak sehat, yang disebabkan oleh tingginya konsentrasi partikel halus (PM2.5).

Konsentrasi PM2.5 di Surabaya saat ini mencapai 14.4 kali lipat dari nilai panduan kualitas udara tahunan yang dikeluarkan oleh WHO.

Polusi udara di Surabaya, berdasarkan lokasi, paling tinggi terjadi di Kertajaya dengan AQI mencapai 162. Di urutan kedua terdapat Tandes dengan AQI 158. Selanjutnya, posisi ketiga dipegang oleh Keputih dengan AQI tercatat sebesar 157.

Masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. Jika terpaksa melakukan kegiatan di luar ruangan, disarankan untuk menggunakan masker sebagai langkah perlindungan.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menutup jendela dan memasang mesin penyaring udara.

Surabaya menduduki posisi ketiga secara nasional sebagai kota dengan kualitas udara terburuk pagi ini. Nah, posisi kedua Tangerang Selatan Banten. Dan, posisi pertama ada Kota Bandung, Jawa Barat.

Pemkot Surabaya sejauh ini terus berupaya untuk menciptakan lingkungan dengan konsep green and clean. Mulai dari penanganan sampah secara komprehensif hingga mengedepankan teknologi.

Surabaya juga berpacu dengan penekanan polusi melalui transportasi publik yang aman dan nyaman. Salah satunya menggunakan Suroboyo Bus hingga bus listrik.