Berita  

Pendokumentasian Konflik Israel-Palestina oleh Motaz Azaiza: Sosok di Balik Potret-potret Mencekam di Sosial Media

suroboyo.id – Konflik Israel-Palestina yang memburuk sejak 7 Oktober 2023 telah menyebabkan serangkaian serangan militer tanpa tanda mereda, dengan korban warga sipil yang terus bertambah. Kondisi ini tidak hanya dilihat sebagai peperangan, tetapi juga sebagai tindakan genosida yang terang-terangan.

Di tengah situasi yang semakin mencekam ini, ada individu yang berjuang dengan gigih di garis depan konflik ini melalui usaha mereka. Mereka termasuk dokter, relawan, jurnalis, dan fotografer. Salah satu di antara mereka adalah Motaz Azaiza.

Motaz Azaiza adalah seorang fotografer asal Gaza yang telah menjadi sorotan internasional karena aktivitasnya di media sosial.

Ia secara rutin membagikan foto-foto dan informasi terbaru mengenai keadaan Gaza melalui platform-platform media sosial, menjadikan namanya dikenal oleh banyak orang di seluruh dunia.

Motaz juga bekerja sama dengan United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA) untuk penggalangan donasi kemanusiaan bagi warga Gaza.

“Saya tidak punya kata-kata untuk Anda, itulah sebabnya saya pertaruhkan nyawa saya untuk menunjukkan pada kalian semua yang saya lihat dan temukan. Setiap momen yang saya abadikan adalah untuk Anda, agar dunia mengambil tindakan,” kata Motaz di unggahan instagram pribadinya, @motaz_azazia bersama @unrwausa.

Dilansir dari Vogue Arabia, selain potret gambar, pria berperawakan tinggi ini juga merekam banyak video untuk dibagikan.

Banyak di antaranya menunjukkan rekaman kehancuran besar di lingkungan gedung tinggi, rumah, hingga masjid.

Sementara itu, video yang lebih intens menunjukkan rekaman dirinya sendiri bersama sejumlah anak-anak Palestina dengan gaya peace sebagai tanda perdamaian ber-caption “We teach you life people”.

Sebelum adanya konflik, sosial medianya dipenuhi dengan keindahan nuansa kehidupan sehari-hari di Palestina. Mulai dari potret seorang nenek yang dibalut syal bermotif bunga, anak-anak memanjat pohon, dan lain-lain.

Saat ini, ia mendesak dunia untuk membantu menyediakan kebutuhan hidup bagi warga di Gaza.

“Setiap detik, saya tidak yakin bisa bertahan. Saya senang Anda ada di sini, tapi tolong jangan hanya menonton konten saja. Berikan bantuan sekarang, tolong. Terima kasih dan mohon doa untuk Gaza.”

Semua hal yang dilakukannya bertujuan agar dunia dapat mendengar dan segera melakukan tindakan atas semua kekejaman yang terjadi pada orang-orang yang tidak bersalah.