Suroboyo.id – Jelang malam pergantian tahun baru, Forkopimda Kota Surabaya gelar apel bersama yang dilaksanakan di halaman Taman Surya, Balai Kota Surabaya pada jumat lalu.

Sebanyak lebih dari 3000 peronil gabungan akan diterjunkan guna pengamanan malam pergantian tahun baru pada 31 Desember 2021 mendatang.

Selain lakukan apeb bersama, kegiatan yang juga dihadiri oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi tersebut juga melakukan pengecekan kesiapan petugas serta posko yang didirikan di beberapa titik.

Pengecekan dilakukan mulai dari Gereja Katolik St. Marinus Yohanes (Jl Memed Sastrawirya Kenjeran Surabaya), Gereja Katolik Roh Kudus (Jl I Gusti Ngurahrai No 97 Surabaya), Posko Pengamanan Terpadu di perbatasan Bundaran Waru (CITO), Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Darmo (Jl Polisi Istimewa No 15 Surabaya) dan Gereja Kristen Indonesia (Jl Pregolan Bunder 36 Surabaya).

Baca Juga: Masuk Nataru, Wali Kota Eri Keluarkan Edaran Terkait PPKM Wilayah Kota Surabaya

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan, bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama instansi terkait sudah menyiapkan sejumlah langkah dalam pengamanan Nataru. Salah satunya adalah dengan mengeluarkan Surat Edaran (SE) Wali Kota Surabaya tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 pada saat Nataru sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No 66 Tahun 2021.

“Insya Allah kita bersama Forkopimda sudah mengeluarkan surat edaran dari Inmendagri, juga melakukan pengecekan ke lapangan. Sebelumnya, Pak Kapolrestabes Surabaya juga sudah mengundang seluruh pihak perwakilan gereja, terkait bagaimana pengamanan pelaksanaan malam natal di masing-masing gereja,” kata Wali Kota Eri.

Di samping itu, Wali Kota Eri juga memastikan, bahwa setiap gereja yang melaksanakan ibadah natal sudah menerapkan prosedur yang telah ditetapkan. Ini berdasarkan hasil tinjauan langsung yang dilakukannya bersama Forkopimda Surabaya.

“Semoga bisa berjalan baik dan kami mohon doanya, untuk perayaan malam natal dan tahun baru ini juga Insya Allah umat kristen dapat beribadah dengan tenang dan aman di Kota Surabaya,” terangnya.

Meski begitu, dia juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya umat kristiani yang sedang melaksanakan Ibadah Natal agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes). Selain itu pula, dia berharap, warga juga tak terlalu euforia dalam merayakan malam pergantian tahun baru.

“Jangan sampai berlebihan dengan adanya acara natal dan tahun baru ini. Kita jaga sama-sama prokes dalam peringatan Nataru, sehingga Covid-19 tetap bisa kita kendalikan dan supaya tidak ada lagi virus yang masuk Kota Surabaya,” jelasnya.

Baca Juga: Garap Potensi Wisata Pesisir, Pemkot Surabaya Siapkan Perahu, Jetski, hingga Berkuda

Dalam pengamanan Nataru ini, Wali Kota Eri mengungkapkan, bahwa pihaknya telah menerjunkan 3000 lebih personel gabungan. Para petugas gabungan ini terdiri dari jajaran di lingkup Pemkot Surabaya, Kepolisian, TNI, Basarnas, hingga relawan Kampung Tangguh Jogo Suroboyo. “Ada 3000 lebih personel,” katanya.

Meski demikian, dia mengungkapkan, bahwa saat pelaksanaan Nataru di Kota Surabaya, pihaknya tidak menerapkan pembatasan atau penyekatan. Namun begitu, personel gabungan itu akan aktif mobile dan berkeliling untuk mencegah terjadinya kerumunan. Utamanya, saat malam pergantian tahun baru 2022.

“Kalau dia (masyarakat) misal naik motor kemudian masuk kota ya tidak apa-apa, yang penting tidak brong-brongan (konvoi) atau bebarengan. Tapi meski ada kerumunan, Pak Kapolrestabes, Kapolres Tanjung Perak, Kajari dan Pak Danrem khususnya ini adalah orang-orang humanis. Jadi ngobrak atau membubarkan dengan humanis,” pungkasnya.