Berita  

Kerusuhan Terjadi saat Iring-iringan Jenazah Lukas Enembe di Jayapura, Mobil Terbakar dan Aparat Terluka

suroboyo.id – Kerusuhan melibatkan terbakarnya sebuah mobil dan luka-luka di kalangan aparat, termasuk Penjabat (Pj) Gubernur Papua M. Ridwan Rumasukun, terjadi dalam prosesi iring-iringan jenazah mantan Gubernur Papua Lukas Enembe di Jayapura.

Peristiwa tersebut terekam dalam video yang beredar di media sosial, menunjukkan sejumlah warga berlarian dan sebuah mobil terbakar. Pj Gubernur Papua, Ridwan Rumasukun, terlihat berlari di tengah kerusuhan dan dilaporkan mengalami luka di bagian kepala.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ignatius Benny Ady Prabowo, mengonfirmasi bahwa terjadi provokasi yang menyebabkan terjadinya kerusuhan anarkis. “Iya benar ada yang memprovokasi sehingga anarkis,” ujar Kombes Ignatius Benny Ady Prabowo saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.

Benny masih belum merincikan lebih jauh ihwal kondisi Pj Gubernur Papua hingga kronologi kericuhan tersebut. Namun dari pantauan detikcom, kerusuhan salah satunya bermula saat jenazah Lukas hendak dibawa dari Bandara Sentani ke tempat persemayaman di STAKIN.

Aparat dan keluarga bermaksud membawa jenazah menggunakan kendaraan, namun diadang oleh warga.

Warga mendesak agar mereka mengarak jenazah Lukas ke tempat persemayaman. Banyaknya jumlah massa membuat pihak keluarga dan aparat menuruti permintaan mengarak jenazah Lukas tersebut.

Kerusuhan mulai terjadi saat massa di barisan depan yang mengarah jenazah Lukas Enembe tiba-tiba melakukan pelemparan terhadap bangunan.

Aksi itu merembet hingga pembakaran mobil warga yang sedang parkir. Massa juga menyerang aparat dan kendaraan milik aparat. Ada aparat terluka dalam serangan tersebut.

Benny menyebut korban luka dalam kerusuhan ini diantaranya Pj Gubernur Papua, aparat gabungan Brimob dan TNI dan mobil polisi.

“Bapak Pj Gubernur Papua Ridwan Rumasukun mendapatkan luka akibat lemparan batu,” katanya.

Sebelumnya Wakil Ketua DPR RI asal Papua Yunus Wonda menyatakan pemakaman bekas Gubernur Papua Lukas Enembe dilaksanakan pada Kamis (28/12) sore.

Baca Juga :   Ma'ruf Mempercepat Kunjungan Kerjanya di Papua, Akan Bertemu dengan Jokowi di Istana

“Pemakaman Lukas Enembe itu harus dilaksanakan sore hari, budaya kita tidak ada pemakaman dilaksanakan malam hari,” kata Wakil Ketua DPR Papua Yunus Wonda mengutip Antara.

Menurut Wonda, jenazah Lukas Enembe dari Bandara Sentani akan dibawa ke STAKIN untuk mendapatkan penghormatan terakhir dari mahasiswa dan masyarakat Papua. Jenazah kemudian dibawa ke tempat pemakaman di Koya Tengah, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua.

“Jadi bapak (Lukas Enembe) di dalam mobil jenazah dan adik-adik mahasiswa jalan di depan, tetapi harus menjaga keamanan supaya tetap kondusif,” ujarnya.

Lukas Enembe merupakan terpidana kasus suap dan gratifikasi sebesar Rp19,6 miliar. Pada November lalu, Lukas divonis dengan pidana 8 tahun penjara dan dicabut hak politik selama 5 tahun.

Lukas dinyatakan terbukti melanggar Pasal 12 huruf a UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat 1 KUHP dan Pasal 12 huruf B UU Tipikor.