Berita  

Jokowi Tunjuk Mahfud Md Atasi Masalah Pengungsi Rohingya di Aceh

suroboyo.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara mengenai isu pengungsi Rohingya yang memasuki wilayah Indonesia.

Dalam konteks ini, Jokowi mengungkapkan telah memberikan perintah kepada Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md untuk mengatasi masalah tersebut.

“Saya telah memerintahkan Menko Polhukam (Mahfud Md) untuk menangani ini bersama-sama dengan pemerintah daerah, bekerja sama dengan UNHCR (United Nations High Commissioner for Refugees),” ujar Jokowi saat ditemui di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Senin (4/12/2023).

Sebagaimana diketahui, sebanyak 139 pengungsi Rohingya kembali mendarat di Pantai Tapak Gajah, Sabang, Aceh pada Sabtu, 2 Desember 2023. Dalam sebulan terakhir, hampir seribu warga Rohingya tiba di Indonesia.

Perubahan sikap masyarakat Aceh juga terlihat, dengan adanya penolakan terhadap kedatangan pengungsi Rohingya ke wilayah mereka.

Hingga akhir November 2023, tercatat ada 1.084 warga Rohingya yang mendarat di wilayah Aceh menggunakan 6 kapal kayu. Pantai di Pidie, Bireuen, Aceh Timur, dan Sabang menjadi tempat mereka bersandar.

Kabur dari Penampungan di Bangladesh

Kapolda Aceh Irjen Achmad Kartiko menyebut, para pengungsi itu kabur dari Cox’s Bazar di Bangladesh, tempat penampungan terbesar warga Rohingya yang mengungsi dari Myanmar. Dari penyelidikan polisi, para pengungsi itu membawa kartu UNHCR yang diterbitkan di Bangladesh.

Polisi mendesak, Badan PBB yang mengurus pengungsi itu bertanggung jawab karena membiarkan warga Rohingya kabur dari kamp pengungsian Cox’s Bazar. Apalagi, ditemukan fakta, mereka kabur dengan membayar kapal yang diketahui berasal dari Bangladesh.

Sikap warga Aceh kini berubah. Mereka terang-terangan menolak gelombang kedatangan warga Rohingya. Salah satu alasan yang terungkap adalah perilaku pengungsi Rohingya yang meresahkan.

Baca Juga :   Menjelang Penyerahan KTA, Giring dan Pengurus PSI Tiba di Rumah Kaesang

Selain tidak memiliki tempat penampungan, warga juga kesal dengan perilaku pengungsi yang tidak menjaga kebersihan dan mengindahkan norma-norma yang berlaku di Aceh. Banyak juga pengungsi sebelumnya yang kabur dari lokasi penampungan dan membuat onar hingga berkonflik dengan warga setempat.

Aksi unjuk rasa sempat dilakukan Mahasiswa Pemuda Peduli Aceh (MPPA) pada 29 November 2023 lalu. Menurut mereka, sudah cukup bagi pemerintah Aceh mengurus pengungsi Rohingya karena masih banyak warga lokal yang membutuhkan bantuan dan pertolongan. Pemerintah diminta bersikap tegas dengan mengusir para pengungsi.