Suroboyo.id – Dalam kunjungan kerja Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Jumat 26 November 2021 di Balai Kota Surabaya, DPR RI memberikan apresiasi terhadap tahapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Pahlawan tersebut.

Dalam kunjunganya, para anggota dewan disambut langsung oleh Armuji selaku Wakil Wali Kota Surabaya beserta jajaran Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya.

Armuji menyampikan bahwa dalam kunjungan kali ini, para anggota dewan oingin mengetahui terkait progres kegiatan pembelajaran di Kota Surabaya.

Baca Juga: Mulai Lusa, 10 Persen ASN Lingkup Pemkot Surabaya Akan Dilakukan Tes Swab Covid-19

“Selain itu, mereka juga ingin mengetahui bagaimana tata kelola penyelenggaraan pendidikan di masa pandemi Covid-19 dan perkembangan pelaksanaan vaksinasi bagi tenaga pendidik,” ucap Wakil Wali Kota Surabaya Armuji.

Pihaknya juga menuturkan bahwa untuk mengeglar PTM di Kota Pahlawan ini tetap melakukan koordinasi dengan beberapa pakar serta berdasar pada SKB 4 Menteri dan Instruksi Mendagri.

“Terkait PTM, Pemkot Surabaya sangat berhati-hati. Pada pelaksanaan PTM, kami telah berkoordinasi dengan Pakar Epidemiologi dan Pakar Kesehatan Masyarakat. Hasilnya, Pemkot Surabaya menerapkan 25 persen kapasitas untuk PTM,” ujarnya.

Dilansir dari laman Surabaya.go.id Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Supomo menambahkan bahwa kegiatam pembelajatan tatap muka di Surabaya sudah dilaksanakan dengan meminta izin kepada orang tua dan wali murid.

“PTM ini bisa berlangsung apabila ada persetujuan dari wali murid. Kami juga melibatkan masyarakat, salah satunya adalah orang tua siswa, tetapi juga ada sekolah yang belum menggelar PTM karena belum mendapat persetujuan dari orang tua,” ucap Supomo.

Baca Juga: Pencegahan Covid-19 di Surabaya, 10 Persen Karyawan di Tiap Tempat Kerja Akan di Swab

Bersama pakar Epidemologi dan Kesehatan Maysarakat, pihaknya juga telah mencanangkan kegiatan PTM 100 Persen di Kota Surabaya.

Untuk wacana ini, pihaknya masih perlu melakukan kajian ulang serta menunggu hingga awal Januari 2022 yang diperkirakan ada eskalasi dari Covid-19.