Berita  

Dukung Palestina, Pasukan Houthi dari Yaman Bergabung Melawan Israel

suroboyo.id – Selain Hizbullah, milisi Houthi dari Yaman turut membantu Hamas dalam konflik melawan Israel. Kelompok Houthi, yang memiliki aliansi dengan Iran, telah melakukan serangan udara berulang sejak pecahnya pertempuran Israel-Hamas pada 7 Oktober 2023.

Pada tanggal 31 Oktober 2023, Pemerintah Houthi di Sanaa, Yaman, mengonfirmasi peluncuran sejumlah drone dan rudal ke Israel sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina.

“Angkatan Bersenjata kami telah meluncurkan rudal balistik, rudal cruise, dan sejumlah drone dalam jumlah yang cukup besar untuk mengincar beberapa target di wilayah yang diduduki Israel,” kata Yahya Saree, juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman.

Pada Kamis, 9 November 2023, sebuah drone tak dikenal menyerang bangunan sipil di kota Eilat, Israel selatan. Ini merupakan serangan udara pertama yang mencapai sasaran di wilayah tersebut, meskipun hanya menyebabkan kerusakan ringan dan tidak ada laporan korban luka.

Sebelumnya, sejumlah drone dan rudal berhasil di halau oleh Israel. Pesawat tanpa awak itu diduga ditembakkan Houthi. Sebagaimana klaim mereka telah menembakkan rudal balistik ke kota pelabuhan Laut Merah.

Militer Israel mengatakan identitas drone yang menyerang gedung di Eilat sedang ditinjau. Pernyataan itu tidak menjelaskan lebih lanjut.

Profil Milisi Houthi

Kelompok Houthi, dibaca Hutsi, secara resmi bernama Anshar Allah. Ini adalah gerakan Islam politik-bersenjata yang muncul dari Sa’dah di Yaman Utara pada 1990-an. Mereka menganut sekte Syiah Zaidiyah, namun gerakan ini disebut juga termasuk Sunni.

Mengutip Themedialine.org, Houthi dibentuk pada 1990. Di latar belakangi penggabungan Yaman Utara dan Selatan yang membawa Ali Abdullah Saleh ke kekuasaan sebagai pemimpin Republik Yaman. Pemerintahan Saleh tersebut didukung oleh Amerika Serikat dan Arab Saudi.

Hal ini meningkatkan pengaruh umat Islam Sunni Salafi dan Wahhabi yang terkait dengan Arab Saudi di Yaman Utara, yang merupakan benteng tradisional Zaidi.

Benteng itu adalah milik aliran Syiah yang diikuti sekitar seperempat umat Islam Yaman. Hal ini menyebabkan reaksi keras dari kalangan Zaidi, dan Gerakan Houthi.

Gerakan Houthi ini dinamai dari pemimpinnya, Hussein Badreddin al-Houthi. Hussein al-Houthi muncul sebagai pahlawan yang mempromosikan pemulihan Zaidisme serta sikap permusuhan terhadap Arab Saudi, Amerika Serikat, dan pemerintahan Republik Yaman. Konflik berkepanjangan antara pemerintah Republik Yaman dan Houthi terus terjadi selama dua dekade lebih.

Hussein Badruddin al-Houthi memimpin gerakan ini sampai 2004 sebelum akhirnya terbunuh. Kepemimpinan dilanjutkan oleh Abdul-Malik Badruddin al-Houthi.

Abdul-Malik diperbantukan Yahya Badruddin al-Houthi selalu pemimpin senior. Ada juga komandan berpangkat tinggi Abdul-Karim Badruddin al-Houthi.

Milisi Houthi telah beroperasi sejak 1994 hingga sekarang. Namun kelompok ini mulai bersenjata pada 2004. Mereka bermarkas di Sa’dah, Yaman.

Sementara wilayah operasi operasionalnya di Yaman dan Arab Saudi. Houthi menganut ideologi Kebangkitan Zaidiyyah, Anti-imperialisme, dan Anti-Zionisme.

Houthi bersekutu dengan negara lain, yaitu Iran, Syiria, Korea Utara, dan Rusia. Kelompok ini dilaporkan juga memiliki hubungan dengan Kongres Nasional Umum Yaman dan kelompok Hizbullah.

Selain Arab Saudi, AS, dan Republik Yaman, Houthi bermusuhan dengan sejumlah negara yaitu Bahrain, Mesir, Yordania, Kuwait, Maroko, Qatar, Senegal, Sudan, Uni Emirat Arab, dan Somalia.

Sepanjang sejarahnya, milisi Houthi telah terlibat dalam sejumlah pertempuran, yakni Pemberontakan Houthi di Yaman, Operasi Bumi Hangus Yaman, Operation Blow to the Head, Pertempuran Sa’dah, Pengepungan Dammaj, Pertempuran Sana’a, Kudeta Yemeni, dan Konflik di Najran, Jizan dan Asir.

Milisi Houthi juga terlibat Perang Saudara Yaman, antara lain Pertempuran Ad Dali’, Pemberontakan Lahij, Pertempuran Aden, Operasi Abyan antara Maret hingga Agustus 2015, Operasi Shabwah antara Maret hingga Agustus 2015, Operasi Kegubernuran Sana’a sejak 2015 hingga sekarang, Pertempuran Pelabuhan Midi, dan Pertempuram Taiz sejak 2015 hingga sekarang.