Suroboyo.id – Dalam ajaran agama Islam, setiap aktivitas kita dianjurkan untuk membaca do’a. Termasuk kali ini yang akan dibahas yaitu do’a memakai dan melepas pakaian.

Do’a menjadi sebuah bentuk rasa syukur kepada Allah ta’ala atas segala pemberiannya. Seperti halnya memiliki pakaian yang kita gunakan menutup aurat sekalipun.

Adapun do’a memakai dan melepas pakaian yang dapat Anda amalkan dan ajarkan kepada anak-anak Anda adalah sebagai berikut.

Baca juga:

Berikut ini adalah do’a memakai dan melepas pakaian lengkap dengan arab, latin dan terjemahannya.

Do’a Melepas Pakaian

بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ إِلَهَ إِلَّا هُوَ

Bismillaahil ladzii laa ilaaha illaa huwa

Artinya: “Dengan nama Allah yang tiada Tuhan selain-Nya”

Do’a Memakai Pakaian

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرِ مَا هُوَ لَهُ ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ مَا هُوَ لَهُ

Allâhumma innî as’aluka min khairhi wa khaira mâ huwa lahu, wa a’ûdzubika min syarrihi wa syarri mâ huwa lahu

Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu kebaikan pakaian ini dan kebaikan sesuatu yang di dalamnya, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan pakaian ini dan keburukan sesuatu yang ada di dalamnya.”

Adab Berpakaian dalam Agama Islam Menurut Sayyid Abdullah Al-Haddad

Masih dilansir dari islam.nu.or.id, Allamah Sayyid Abdullah bin Alawi Al-Haddad dalam kitabnya berjudul Risâlatul Mu‘âwanah wal Mudzâharah wal Muwâzarah (Dar Al-Hawi, 1994, hal. 82-83), menjelaskan tentang pokok-pokok adab berpakaian;

واعلم أنه نه ينبغي لك أن تصدر جميع أمورك باسم الله. فإن نسيت أن تسمي في أول الأمر فقل إذا تذكرت باسم الله في أوله وآخره. فإذا لبست ثوبك فانو به ستر عورتك التي أمرك الله بسترها. وابدأ باليمين وأخِّرها في النزع. وارفع إزارك وقميصك إلى نصف الساق، فإن أبيت فلا تجاوزن الكعب. وللمرأة إرسال ثوبها على الأرض. واجعل كم قميصك إلى الرسغ أو إلى أطراف الأصابع وإن زدت فلا تسرف. ولا تتخذ من الملابس إلا ما تحتاج إلى لبسه. ولا تتحر أنفس الملبوس ولا أخشنه وتوسط في ذلك. ولا تكشف عورتك ولا شيئاً منها لغير حاجة. ومتى دعت الحاجة إلى كشف شيء منها فقل عنده: بسم الله الذي لا إله إلا هو. وقل إذا لبست ثوبك:

Artinya: “Hendaklah memulai segala urusan dengan membaca basmalah, jika lupa mengucapkannya di awal, maka ucapkanlah segera ketika ingat dengan membaca bismillâhi fi awwalihi wa âkhirihi, ketika berpakaian niatilah menutupi aurat yang itu merupakan perintah Allah, mulailah dengan sisi kanan pada waktu mengenakan dan sisi kiri pada waktu melepas, angkatlah sarung dan baju gamis sampai batas pertengahan batang kaki, atau tidak melampaui mata kaki, bagi perempuan boleh memanjangkan pakaiannya hingga menyentuh tanah, panjangkan lengan baju atau gamis sampai pada pergelangan tangan atau sampai ujung-ujung jari, dan jangan melampaui batas itu, jangan memiliki pakaian melebihi jumlah yang diperlukan, jangan memilih pakaian yang terlalu bagus dan juga jangan memilih yang terlalu buruk, jangan membuka aurat seluruhnya ataupun sebagian, kecuali ada perlu, ketika ada keperluan membukanya ucapkanlah bismillâhil ladzî lâilâha illâ huwa, setiap kali selesai mengenakan pakaian ucapkanlah alhamdulillâhil ladzî kasânî hâdzâ min ghairi haulin minnî walâ quwwatin.”

Terdapat 12 adab berpakaian yang terkandung dalam penjelasan mengenai adab berpakaian di atas, di antaranya adalah:

  • Hendaknya sebelum memulai segala urusan membaca basmallah terlebih dahulu. Sebelum memulai memakai pakaian, hendaklah membaca bismillâhirrahmânirrahîm.
  • Apabila lupa membaca basmallah di awal, maka ucapkanlah segera saat ingat ‘bismillâhi fi awwalihi wa âkhirihi (Dengan nama Allah pada awal dan akhirnya).’
  • Saat berpakaian, niatilah menutup aurat yang merupakan perintah Allah SWT.
    Mulailah berpakaian dengan sisi kanan, dan sisi kiri pada waktu melepas. Termasuk memakai baju dan celana, gamis, daster dan sebagainya.
  • Angkatlah sarung serta baju gamis sampai batas pertengahan batang kaki, atau tak melampaui mata kaki. Aturan tersebut juga berlaku untuk celana panjang.
  • Untuk perempuan, boleh memanjangkan pakaiannya sampai menyentuh tanah. Meski demikian, hati-hati jika terkena najis, karena akan berpengaruh pada sah tidaknya salat jika pakaian itu dikenakan saat ibadah.
  • Panjangkan lengan baju atau gamis sampai pergelangan tangan atau sampai ujung-ujung jari, tapi jangan melampaui batas tersebut.
  • Jangan mempunyai pakaian melebihi jumlah yang diperlukan.
  • Jangan memilih pakaian yang terlalu bagus tetapi jangan pula yang terlalu buruk. Pilihlah yang sedang-sedang saja.
  • Jangan membuka aurat seluruhnya maupun sebagian. Kecuali saat ada perlu.