Suroboyo.id – Setiap Muslim tentunya sangat dianjurkan untuk berdoa kepada Allah ta’ala. Dan pada setiap di’a memiliki keistimewaannya tersendiri.

Doa bahkan memiliki kekuatan bagi banyak orang yang seratus persen meyakini bahwa Allah akan mengabulkan doanya di waktu yang tepat.

Salah satunya adalah doa pemubuka ijabah. Doa pembuka ijabah merupakan salah satu doa yang snagat mustajabah dan barangsiapa yang mengamalkan doa tersebut pada saat membuka doa, insya Allah segala doa dan hajat orang tersebut akan mudah terkabul.

Baca juga: Bacaan Dzikir dan Doa Setelah Mengerjakan Shalat Fardhu Lengkap dengan Terjemahannya

Doa Pembuka Ijabah

Berikut ini adalah doa salah seorang sahabat yang diakui sebagai doa pembuka yang baik oleh Rasulullah SAW.

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِأَنِّي أَشْهَدُ أَنَّكَ أَنْتَ اللهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الأَحَدُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Allâhumma innî as’aluka bi annî asyhadu annaka antallâhu, lâ ilâha illâ antal ahadus shamad, lam yalid wa lam yûlad, wa lam yakullahû kufuwan ahad.

Artinya, “Tuhanku, aku memohon (pertolongan) kepada-Mu. Aku bersaksi bahwa Engkau adalah Allah. Tiada tuhan selain Engkau Yang Maha Esa, tempat bergantung yang tiada melahirkan dan tiada dil4h1rkan, serta tiada apapun yang menyamai-Nya.” Doa ini dikutip oleh Imam An-Nawawi dari Sunan Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah dari Buraidah RA

Diriwayatkan di Sunan Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah dari Buraidah RA bahwa seuatu ketika Rasulullah mendengar salah seorang sahabatnya berdoa dengan lafal, ‘Allâhumma innî as’aluka bi annî asyhadu annaka antallâhu, lâ ilâha illâ antal ahadus shamad, alladzî lam yalid wa lam yûlad, wa lam yakullahû kufuwan ahad.’

Rasulullah SAW lalu menyambutnya, ‘Kau telah memohon kepada Allah dengan nama (agung) yang mana Dia akan memberikan karunia-Nya bila diminta dengan nama tersebut, dan Dia akan mengijabah seseorang yang berdoa memanggil-Nya dengan nama tersebut,’” (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H], halaman 336).

Doa ini bisa menjadi kalimat kunci atas doa-doa yang kita minta kepada Allah. Wallahu a‘lam.

Baca juga: Tata Cara dan Doa Sholat Dhuha Lengkap dengan Keutamaan Jika Dikerjakan Secara Rutin

Amalan Khusus Rasulullah

Usai salam sembahyang Jumat tetapi sebelum mengubah posisi kaki dan sebelum bicara, kita disunahkan membaca: Surat Al-Fatihah, Qul Hu, Falaq, dan Nas masing-masing 7 kali. Lalu ia mengucap, “Allahumma ya Ghaniyyu ya Hamid, ya Mubdi’u ya Mu‘id, ya Rahimu ya Wadud. Aghnini bi halalika ‘an haromik, wa bifadhlika ‘amman siwak,” sebanyak 4 kali (Hai Tuhanku Yang Maha Kaya Lagi Maha Terpuji, Yang Maha Memulai Lagi Kuasa Mengembalikan, Yang Maha Penyayang Lagi Maha Kasih, Cukupkan aku oleh pemberian-Mu yang halal, bukan yang haram. Dan puaskan aku oleh kemurahan-Mu, bukan selain-Mu).

Siapa saja melazimkan amalan ini, niscaya Allah cukupkan dan berikan rezeki kepadanya dari mana yang ia tidak perhitungkan sebelumnya; Allah ampuni dosanya baik yang lewat maupun yang datang; serta Allah pelihara sikap beragamanya, kehidupan dunianya, keluarganya, dan anaknya.

Demikian disebutkan Ibnu Hajar dan Al-Khotib. Kata guru kami Al-Hafni, “Doa tersebut dalam hadits shohih dari Rasulullah SAW.” Keterangan ini juga disampaikan Imam Nawawi dalam karyanya yang memuat doa dan zikir-zikir, Al-Adzkar.

Cara Mengamalkan Doa Pembuka Ijabah

Setiap doa memiliki keistimewaan tersendiri. Salah satunya adalah doa yang dapat menjadi pembuka ke atas dikabulkan doa-doa lain yang diharapkan oleh seorang hambaNya.

Kita sebagai umat islam diunjurkan berdoa tanpa rasa jemu dan jangan sesekali berasa lelah jika doa yang kita pohon kepada Allah SWT belum dimakbulkan lagi.

Bukan kerana Allah tak pandang, bukan kerana Allah tak sayang tapi kita harus percaya ada rezeki yang kita jarang nampak dengan mata hati. Jadi sama samalah kita amalkan Doa Pembuka Ijabah terlebih dahulu sebelum kita berdoa atau memohon sesuatu hajat.