Suroboyo.id – Novel berjudul Melodi Damarabika adalah salah satu karya tulis dari Ananda Ramartha yang terinspirasi dari kecintaannya terhadap almarhum suami tercintanya.

Ide membuat novel Melodi Damarabika berawal dari dari kecintaan Ananda pada komedi romantis dan masa-masa indah bersama dengan almarhum suami tercinta di tahun 2008. Novel ini membutuhkan waktu penulisan hanya dalam waktu 3 bulan di tahun 2008 ini, kemudian mengalami sedikit revisi dan diluncurkan di Bandung, pada Rabu 16/11/2016.

Mengulik sedikit dari kisah hidup dari Ananda Ramartha yang dulunya pernah divonis menyandang lupus sejak akhir 2014 dan maret 2015 menjadi periode tersulitnya, setelah melalui berbagai macam jenis pengobatan. Akhirnya Ananda pun dapat melalui masa terpuruknya, serta mendirikan Pru Maharam, sebuah perusahaan penerbitan, dan kemudian menerbitkan “Melodi Damarabika”.

Baca juga: Sinopsis Novel Lima Sekawan oleh Enid Blyton

Novel Melodi Damarabika sendiri mencertakan tentang Tyo Damar, dia adalah seorang musisi jenius dan tampan, yang memiliki karir paling cemerlang di Asia. Namun ia memutuskan untuk bersembunyi dan mengasingkan diri dari dunia yang membesarkan namanya tersebut.

Di tempat persembunyiannya, Tyo sangat senang saat bertemu lagi dengan Rara Hanum sahabatnya, setelah dua belas tahun lamanya terpisah. Tapi sambutan dan ucapan Rara yang dingin membuatnya terguncang. Tyo baru teringat. bahwa dia pernah melakukan kesalahan di masa SMA dulu. Sejak itu dia pun terus bertekad untuk mendapatkan kembali kepercayaan Rara.

Saat seorang Tyo Damar bertekad pada sesuatu, dunia seakan selalu menurutinya. Berawal dari secangkir kopi Damarabika, dan setangkai mawar kuning yang diberikannya kepada Rara setiap pagi, pintu maaf Rara akhirnya perlahan mulai terbuka. Meski persahabatan mereka terjalin erat kembali, Tyo tetap tidak bisa menjawab dengan jujur perihal alasan persembunyiannya di Yogyakarta. Karena sejujurnya, dia sendiri pun tidak tau apa yang dicarinya.

Di bawah pohon beringin Kembar Alun-alun Kidul Yogya, dan di kemeriahan Festival Damar Hujan. persahabatan mereka berdua kembali menghadapi ujian. Ketakutan terbesar Tyo menjadi kenyataan saat seluruh rahasianya terungkap
tepat di hadapan Rara.

Bekerja sama dengan organisasi & komunitas support group lupus, juga Life Transformation Center Bandung, Pru Maharam mengeluarkan program Lupie Mandiri, yakni memberikan bantuan modal usaha kepada penyandang lupus tidak mampu, yang tidak memungkinkan untuk tetap bekerja. Uang yang terkumpul dari setiap 500 novel Melodi Damarabika yang terjual, akan dialokasikan kepada penyandang lupus, yang diseleksi berdasarkan berbagai pertimbangan.

Bantuan yang diberikan memang bukan dalam bentuk obat-obatan, karena hanya bersifat sementara. Penyandang lupus membutuhkan obat steroid sepanjang hidupnya. Oleh karena itu, bantuan modal usaha diharapkan lebih bermanfaat agar para penyandang lupus dapat meraih kemandirian finansial, sehingga nantinya akan mampu membeli kebutuhan obat-obatannya sendiri.

Baca juga: Rekomendasi Novel Remaja Terbaik dan Best Seller yang Wajib Kamu Baca

Sekelumit Tentang Ananda Ramartha dan Pru Maharam

Hidup itu luar biasa, hidup itu memberikan banyak rasa. Dari yang termanis hingga yang terpahit. Namun percayalah, tidak ada sesuatu yang diberikan pada kita, yang tidak mampu kita hadapi. Meski sulit, tapi kekuatan besar selalu terselip, menanti untuk melejit dari dalam diri melalui uji demi uji. -Ananda Ramartha-

Setelah menghadapi ujian luar biasa dalam hidup, dimulai dari kehilangan suami yang meninggal dunia di usia satu tahun pernikahan, kehilangan nyaris semua harta bendanya, hingga didera sebuah penyakit berbahaya yang hingga kini belum ditemukan obatnya.

Ananda akhirnya menyadari sesuatu dalam hidupnya. Bahwa obat terbaik di dunia bukanlah berasal dari obat atau dokter terhebat, melainkan berasal dari dalam pikirannya sendiri. Setelah berbulan-bulan mengalami penderitaan yang awalnya tidak jelas penyebabnya, akhirnya Ananda melakukan metode tak biasa, melalui meditasi dan pikiran positif tentang takdirnya. Setiap hari dia meyakinkan dirinya akan kesembuhan total, meski entah bagaimana caranya hal itu akan terjadi. Tapi dia selalu percaya jika memang ilmu pengetahuan manusia saat ini belum sampai ke sana, maka hanya Sang Pencipta-lah sendiri yang bisa menyelamatkannya.

Baca juga: Rekomendasi Novel Horor Paling Seru dan Menyeramkan untuk Dibaca

Setahun sebelum Pru Maharam lahir, Ananda menyampaikan niatnya untuk merealisasikan keinginan membuat perusahaan penerbit sendiri, yang di 4 tahun lalu masih berupa wacana. Dia merasa sangat bersyukur dan diberkati, karena telah selamat dari panggilan maut. Dia mengatakan nuraninya kini terpanggil untuk berbuat sesuatu terhadap teman-teman lupie-nya. Meski belum tau apa itu bentuk pemberiannya, tapi dia tetap mendirikan Pru Maharam sebagai awal tujuannya.

Pru Maharam didirikan di tahun 2016. Visi & misi Pru Maharam banyak berkembang dari sejak awal rencana pendirian. Semua itu disebabkan oleh pengalaman hidup yang dialami pendirinya sendiri. Pru Maharam kini bukan semata hanya menerbitkan buku, tetapi juga melaksanakan misi sosial melalui buku, khususnya mengenai penyakit lupus yang sempat disandang Ananda. (