Berita  

Misteri Potongan Payudara Terkuak: 5 Alasan Menyayat Hati dari Wanita Asal NTT

suroboyo.id – Misteri di balik potongan payudara yang ditemukan di rawa-rawa kawasan Romokalisari, Surabaya akhirnya terungkap. Organ tubuh tersebut ternyata milik MLA, seorang wanita asal Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Polisi telah melakukan kunjungan ke rumah MLA, di mana mereka memperoleh informasi mengenai latar belakang potongan payudara tersebut dan bagaimana akhirnya sampai dibuang ke rawa-rawa.

Berdasarkan keterangan MLA kepada polisi, terkuaklah beberapa alasan yang menyayat hati di balik keputusannya untuk membuang potongan payudara tersebut ke rawa-rawa.

5 Hal Di Balik Terkuaknya Potongan Payudara Di Surabaya :

1. Pasien kanker

MLA diketahui merupakan pasien kanker payudara. Dia sudah dua kali menjalani operasi.

Pada operasi kedua yang dilakukan 2 Desember 2023 di RS Muji Rahayu, payudara MLA terpaksa diangkat demi mengatasi ganasnya kanker yang menggerogoti tubuhnya.

“Ini bukan operasi yang pertama, sebelumnya korban sudah 2 kali melaksanakan operasi,” jelas Kapolsek Benowo AKP Nurdianto kepada suroboyo.id, Minggu (11/12/2023).

2. Tak punya biaya untuk tes laboratorium

Nurdianto mengungkapkan, setelah operasi itu harusnya MLA menjalani tes laboratorium lanjutan. Payudara yang sudah diangkat itu harusnya diuji lab lagi.

Namun, MLA terkendala biaya yang mahal. Alhasil, dia terpaksa tidak melakukan tes lab lanjutan dan meminta potongan payudara itu ke rumah sakit. Oleh rumah sakit, potongan payudara itu diserahkan ke MLA dalam kondisi terbungkus plastik lengkap dengan stiker bertulis nama serta barcode.

“Faktor ekonomi jadi membuat keluarga MLA meminta potongan payudara tersebut kepada pihak rumah sakit,” imbuh Nurdianto.

3. Buang potongan payudara usai menimbulkan bau tak sedap

Potongan payudara itu kemudian dibawa pulang ke rumah MLA di kawasan Manukan, Surabaya. Awalnya, dia tidak berpikir untuk membuangnya. Namun, nyatanya potongan payudara itu menimbulkan bau tak sedap meski sudah dibungkus rapat dalam plastik.

Baca Juga :   Sukses! Polisi Amankan Residivis Curanmor di 6 Lokasi di Kota Surabaya

MLA lantas meminta suaminya, DAP agar membuang potongan payudara tersebut. DAP sempat bingung ke mana dia akan membuangnya.

“Sebelum dibuang ke rawa, potongan tersebut sempat tersimpan selama dua hari. Namun karena baunya semakin menyengat, MLA meminta suaminya membuangnya ke aliran sungai atau laut,” jelas Nurdianto.

4. Tak tahu limbah medis tak boleh dibuang sembarangan

Bukan tanpa alasan MLA meminta suaminya untuk membuang potongan payudaranya ke aliran sungai atau laut. Dia percaya, penyakit yang dideritanya akan ikut hanyut bersama aliran air.

Mulanya DAP terpikir untuk membuang organ istrinya itu ke laut di sekitar kawasan Suramadu. Namun, lantaran terlalu jauh dari tempat tinggalnya di kawasan Manukan, dia memilih membuangnya ke rawa-rawa Romokalisari.

Nurdianto menegaskan, baik MLA maupun DAP tak tahu bahwa potongan payudara tersebut tak boleh dibuang sembarangan

“Ini karena ketidaktahuannya bahwa limbah medis tidak boleh dibuang sembarangan,” lanjutnya.

5. Potongan payudara muncul ke permukaan karena air rawa surut

Oleh DAP, potongan payudara istrinya yang terbungkus plastik rumah sakit dengan stiker nama itu dimasukkan ke dalam tas kain. Dia mengikat tas itu dengan batu agar bisa tenggelam ke dasar air.

Sayangnya, dia tidak memprediksi bahwa air rawa bisa surut hingga akhirnya bungkusan berisi potongan payudara itu muncul ke permukaan. Potongan payudara itu sendiri ditemukan oleh sekelompok anak yang sedang mencari ikan, Kamis (7/12).

“Jadi kantong plastik itu dimasukkan ke dalam tas kain kemudian diberi batu untuk pemberat. Tujuannya biar tidak mengapung. Namun tas tersebut malah ditemukan anak-anak yang sedang mencari ikan,” beber Nurdianto.