Berita  

Gempa yang terjadi hari ini, Senin 11 September 2023, Telah Membuat Wilayah di Indonesia Merasakan Getaran Kuat.

suroboyo.id – Sampai dengan pukul 20.45 WIB, sudah terjadi dua kali gempa dalam satu hari.

Gempa pertama terjadi pada siang hari, tepatnya pukul 13:14:23 WIB, di wilayah Jayapura, Provinsi Papua. Informasi ini berasal dari laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), yang dapat diakses melalui situs web resminya di www.bmkg.go.id.

Gempa ini memiliki kekuatan magnitudo 4,8 dan terjadi pada kedalaman 75 kilometer di bawah permukaan bumi. Episenter gempa berada pada koordinat 3 Lintang Selatan (LS) dan 139,87 Bujur Timur (BT).

Menurut BMKG, pusat gempa terletak di daratan, sekitar 19 kilometer barat daya dari Lereh, Jayapura. Efek gempa ini dirasakan dengan tingkat MMI (Modified Mercalli Intensity) II di Genyem dan Kota Jayapura.

Kemudian, pada malam hari sekitar pukul 19:51:33 WIB, gempa kedua terjadi di wilayah Jailolo, Provinsi Maluku Utara. BMKG melaporkan bahwa gempa ini memiliki kekuatan magnitudo 5,9 dengan kedalaman mencapai 168 kilometer.

Episenter gempa berada pada koordinat titik 1.16 Lintang Utara (LU) dan 127.47 Bujur Timur (BT). Pusat lindu berada di darat 11 kilometer timut laut Jailolo.

Gempa dirasakan MMI (Modified Mercalli Intensity) II di Namlea, Tomohon, dan Bone Bolango. Lalu MMI II-III di Gorontalo, Taliabu, Ambon, dan Minahasa Utara.

Kemudian MMI III di Ternate, Halmahera Barat, Halmahera Selatan, dan Kepulauan Sula. Serta MMI III-IV di Manado, Sangihe, Kotamobagu, Jailolo, Bitung, dan Kepulauan Talaud.

Untuk diketahui, gempa bumi adalah bencana alam yang bersifat merusak. Fenomena ini bisa terjadi setiap saat dan berlangsung dalam waktu singkat. Dan Indonesia termasuk wilayah rawan akan bencana gempa.

Gempa bumi adalah bencana yang bisa menyebabkan kerugian nyawa dan materil.

Baca Juga :   Guncangan Gempa Magnitudo 7,4 Menggetarkan Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, pada Dini Hari Selasa, 29 Agustus 2023

Menurut WHO, secara global gempa bumi menyebabkan 750 ribu kematian selama kurun 1998-2017. Lebih dari 125 juta orang terkena dampak gempa bumi selama periode ini.

Meski tak bisa dicegah, gempa bumi adalah bencana yang bisa dihadapi. Salah satu cara menghadapi gempa bumi adalah tanggap akan bencana gempa bumi.

Contoh tanggap gempa bumi adalah mengetahui prosedur evakuasi dan mematuhi pedoman keselamatan ketika bencana ini datang.

Menurut BNPB, gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi yang disebabkan oleh tumbukan antar lempeng bumi, patahan aktif, akitivitas gunung api atau runtuhan batuan.

Menurut BMKG, gempa bumi adalah peristiwa bergetarnya bumi akibat pelepasan energi di dalam bumi secara tiba-tiba yang ditandai dengan patahnya lapisan batuan pada kerak bumi.

Menurut WHO, gempa bumi adalah guncangan hebat dan tiba-tiba dari tanah, yang disebabkan oleh pergerakan antara lempeng tektonik di sepanjang garis patahan di kerak bumi. Gempa bumi dapat mengakibatkan goncangan tanah, likuifaksi tanah, tanah longsor, retakan, longsoran, kebakaran dan tsunami.