Warung Mbah Tjokro, Tempat Cangkruk yang Menabrak “Mitos”

Berita Surabaya – Beberapa waktu silam saya pernah mengobrol dengan penggagas Warung Mbah Tjokro, salah satu tempat cangkruk kekinian yang ada di bilangan Prapen, eks lapangan Niac Mitra. Orang tersebut, bernama facebook Yuyun Zurqon. Siapa nama aslinya di KTP? Kebetulan, saya tidak sempat bertanya. Toh, tanpa nama itu pun, kami bisa tetap berbincang hangat.

Dari diskusi singkat pada waktu silam itu, saya mendapat beberapa poin penting. Bahwa, untuk memulai usaha apapun, termasuk usaha tempat cangkruk alias warkop seperti Warung Mbah Tjokro ini, butuh kenekatan luar biasa. Yang dalam suatu ungkapan ekstrim, kata Mas Yuyun Zurqon, seseorang tidak boleh kalah dengan kenekatan yang dimiliki maling.

Maling itu memunyai level kenekatan setara legenda Ti Pat Kay. Dia tahu dia salah, hidupnya berisiko, tapi tetap dilakukannya kejahatan itu. Pat Kay tahu wajahnya tidak tampan, tapi tetap bercita-cita menikahi Dewi Bulan alias Dik Chang E. Kenapa? Karena mereka punya mimpi! Nah, tekad seperti itu yang ditebalkan di dalam hati.

Yang tak kalah menarik, Warung Mbah Tjokro ini menabrak sejumlah “mitos”. Misalnya, ada yang bilang kalau lokasi warkop yang strategis itu di pinggir jalan. Padahal, lihat saja, Warung Mbah Tjokro ini tempatnya masuk ke sebuah lapangan. Ya, di tepi lapanganlah. Artinya, tidak di pinggir jalan. Ada juga yang bilang, warkop itu perlu hot spot Wi Fi biar laris. Padahal, di Warung Mbah Tjokro, tidak ada Wi Fi.

Tempat ini menjadi primadona pula, karena bisa dijadikan area publik. Maksudnya, kalau ada bedah buku, seminar atau diskusi “kerakyatan”, nonton film bareng, dan kegiatan lain, bisa diadakan di sini. Bebas biaya. Berada di tengah kota. Idaman setiap warga #halah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here