Tim SUROBOYO.id Bekali Siswa Surabaya yang Berlaga di Lomba Bulletin Nasional

Dari kiri, Mamuk Ismuntoro, Ferdi Afrar, dan Rio F Rachman saat mendiskusikan bulletin milik siswa-siswi SMP. Foto: SUROBOYO.id

Berita Surabaya Salah satu penulis di website SUROBOYO.id mendapat kesempatan memberi pembekalan pada para delegasi Surabaya yang akan mengikuti lomba bulletin siswa SMP tingkat nasional. Dia adalah Rio F. Rachman.

Alumnus jurusan sastra Inggris Universitas Negeri Surabaya yang pernah menjadi wartawan Jawa Pos selama tiga setengah tahun ini diminta Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya memberi masukan terkait penulisan jurnalistik.

Selain Rio, terdapat seorang lagi yang bertugas membimbing untuk menulis. Yakni, Eko Prasetyo, editor buku. Juga, tiga orang lain di bidang berbeda, Mamuk Ismuntoro (fotografi), Uky Yanuhandoko (desain grafis), dan Ferdi Afrar (layout).

Mereka diberi amanah oleh Dispendik mengawal tiga sekolah yang akan “mengadu” bulletin masing-masing dengan peserta lain dari seluruh nusantara. Tiga sekolah yang dimaksud adalah SMPN 13 (Bulletin News Khrisna), SMPN 43 (Semppati), dan SMPK Petra 5 (Travejes Update).

Rio F Rachman mengobrol serius tapi santai dengan para pelajar. Foto: SUROBOYO.id
Rio F Rachman mengobrol serius tapi santai dengan para pelajar. Foto: SUROBOYO.id

“Sebagai warga Surabaya, saya pribadi sangat ingin perwakilan Kota Pahlawan menjadi yang terbaik di tingkat nasional,” kata alumnus S2 Media dan Komunikasi Universitas Airlangga tersebut. “Kami hanya memberi saran, eksekusi tetap di tangan para siswa,” imbuhnya.

Dia menyatakan, Surabaya wajib berbicara banyak di event-event nasional. Sebab, kota yang populer karena kemboisan dan keguyuban (mekso, Red) warganya ini juga terkenal memiliki masyarakat nan kreatif.

Pembekalan dilakukan pada Selasa (21/6). Rencananya, dilanjutkan lagi pada Jum’at (24/6). Sebelum pembekalan, Rio dan kawan-kawan melakukan penjurian pada Jum’at (17/6) untuk memilih enam terbaik di antara 48 peserta lomba tingkat Surabaya. Sebanyak enam peserta itu kemudian mempresentasikan karyanya pada Senin (20/6).

“Dari enam, kami pilih tiga. Mereka terpilih karena dianggap paling orisinal, komprehensif liputannya, serta pas komposisi tulisan, foto, desain grafis, dan layout-nya. Kemampuan mempresentasikan karya juga menjadi aspek penilaian,” papar Rio F Rahman.

Tiga SMP yang terpilih itu perlu membenahi bulletin masing-masing. Supaya, bisa lebih maksimal saat dikirimkan ke Jakarta untuk lomba tingkat nasional.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here