SIMPKB-SMART KIR, Buat Uji Kendaraan Cepat, Tepat, dan Nyaman

Skema uji KIR yang diinisiasi Dishub Surabaya

BERITA SURABAYA – Kepadatan penduduk di Surabaya berbanding lurus dengan tingginya jumlah kendaraan yang wajib diuji KIR. Seperti diketahui, alat transportasi merupakan salah satu “tulang punggung” perkembangan kota besar. Di sisi lain, keberadaannya dapat merugikan bila kondisi atau kelaikannya tidak terkontrol. Ini terkait dengan kualitas udara, mengingat asap knalpot kendaraan bermotor memang potensial menciptakan polusi. Selain itu, bila kendaraan tidak dalam kondisi baik tapi dipaksa untuk melintas jalan raya, keselamatan diri dan orang lain dapat terancam.

Uji KIR yang memenuhi syarat, objektif, dan transparan, menjadi kebutuhan mutlak di Surabaya. Berdasarkan asumsi ini, Dinas Perhubungan (Dishub) selaku leading sector uji KIR di Kota Pahlawan, tak pernah lelah menyusun inovasi aplikatif. Tujuannya, memberikan pelayanan prima pada masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan nyaman.

Salah satu terobosan yang digagas adalah Sistem Informasi Manajemen Pengujian Kendaraan Bermotor (SIMPKB). Sistem yang kerap disebut SMART KIR ini merupakan pelayanan uji KIR berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Berbagai kendala atau kelemahan dalam sistem “manual” di masa lalu dapat diatasi dengan inisiatif anyar ini.

Sedikit flashback, sejumlah keluhan masyarakat beberapa tahun silam antara lain, subyektivitas dalam penetapan hasil uji. Petugas masih bisa menetapkan hasil uji berdasarkan pendapat pribadi. Imbasnya, ada peluang bagi penguji untuk mengubah hasil pemeriksaan yang ditunjukkan oleh alat uji mekanis. Kalau sudah begini, uji KIR yang seharusnya objektif berdasarkan kondisi kendaraan pun tidak terealisasi.

Di samping itu, ketidakpastian waktu pelayanan dalam pengujian selalu menjadi momok. Sementara pemilik kendaraan, sebagai konsumen pelayanan pengujian kendaraan bermotor, cenderung menginginkan pelayanan yang cepat atau paling tidak, terukur waktunya.

Problem lain adalah soal masih gencarnya praktek percaloan. Keberadaan calo membuat tempat uji KIR tidak nyaman bagi konsumen. Terlebih, kerap ditemukan, kendaraan bisa diuji KIR padahal tidak berada di tempat pengujian. Kalau sudah begini, kepastian hukum regulasi dipertanyakan.

Solusi kongkret

Terdapat sejumlah kerangka umum proses uji KIR yang baru dan jauh lebih baik dari sebelumnya. Semua pemilik kendaraan mesti melaluinya. Segala langkah yang dimaksud sudah menjawab semua permasalahan di masa silam. Solusi kongkret tersebut dicetuskan beriringan dengan penggunaan sistem terintegrasi SIMPKB-SMART KIR.

Secara teknis, urutan umum proses pengujian yang berbeda dan menguntungkan masyarakat adalah sebagai berikut. Awalnya, ketika kendaraan datang, fisik kendaraan akan di-capture di piranti yang sudah disediakan oleh Dishub melalui CCTV. Kendaraan tersebut langsung mendapat nomor antrian dengan sticker barcode. Cara ini jelas akan menghilangkan peluang adanya kendaraan yang tidak datang, tapi mendapatkan lisensi uji KIR.

Oleh karena sudah terkoneksi dengan teknologi informasi, perkiraan waktu yang dibutuhkan selama proses dapat diperhitungkan. Warga bisa mendapat kepastian rentang masa yang dibutuhkan untuk berada di sana. Tidak mungkin ada yang bisa main serobot, karena urutan antrian transparan dan bisa dikontrol masing-masing konsumen.

Tahap selanjutnya, proses pengujian atau pemeriksaan. Yang menarik, semua alat uji terintegrasi. Jadi, berapapun hasil ujinya, dapat dilihat di komputer yang sudah dipasangi aplikasi SIMPKB-SMART KIR. Petugas dilengkapi dengan piranti tablet PC yang juga sudah terkoneksi dengan sistem. Kalau sudah begini, objektifitas hasil uji terjaga. Petugas pun sudah tidak mungkin “main-main”. Sebab, proses pemeriksaan telah terpantau langsung oleh jajaran pimpinan tempat pengujian KIR dan Dishub.

Inovasi lain dalam sistem ini adalah soal konsep Drive Thru kala pendaftaran. Pemilik kendaraan dapat mendaftar tanpa turun melalui pos Drive Thru, dan langsung membayar retribusi sesuai tarif yang sudah ditetapkan. Kemudian, yang bersangkutan dapat menuju gedung pemeriksaan untuk melalui proses pengujian kendaraan. Setelah itu, hasil pemeriksaan diserahkan di pos penyerahan hasil uji. Tahapan yang sudah jelas membuat warga mendapat kepastian proses.

SIMPKB-SMART KIR juga memberi layanan SMS Gateway. Pemilik kendaraan saat ini tidak perlu khawatir akan terlupa terkait kapan kendaraannya harus diuji. SMS Gateway akan memberikan peringatan kepada pemilik kendaraan dua minggu sebelum tanggal mati uji. Dengan ini pula, informasi tentang jenis pelayanan uji, persyaratan uji, jadwal uji dan biaya uji, diberikan pada pemilik kendaraan.

Terus Dievaluasi

Dishub selalu melakukan evaluasi dan pantauan perkembangan/kualitas program ini. SIMPKB-SMART KIR telah melalui audit ISO 9001:2008. Evaluasi internal dilaksanakan tiap bula sekali. Termasuk, evaluasi kemajuan berdasarkan schedule action plan (Road map) yang telah ditetapkan. Jajaran pimpinan di Dishub dan Pemkot juga terus melakukan pengawasan secara langsung ke lapangan maupun via CCTV. Media massa diajak dan diberi porsi yang pas untuk melakukan pengawasan atas pelayanan ini.

Secara umum, indeks kepuasan publik terhadap pelayanan uji KIR di Dishub terus meningkat. Seiring maksimalisasi program ini. Akuntabilitas, transparansi, dan kepastian waktu pelayanan membuat warga memberi dukungan penuh kepada SIMPKB-SMART KIR. Jumlah masyarakat yang berkenan langsung menguji kendaraan sendiri (tanpa calo) terus mengalami kenaikan karena birokrasi yang tak berbelit dan objektifitas pengujian.

Dalam perjalanannya, sistem ini memang menemui halangan. Namun, solusi aplikatif langsung dikerjakan untuk menjawabnya. Misalnya, tentang kurangnya tenaga penguji untuk masing-masing kompetensi penunjang proses. Solusi yang dilakukan, melakukan diklat penguji dengan beragam skill. Selain itu, tentang kapasitas SDM yang belum semuanya melek IT (Information Technology atau Teknologi Informasi). Solusinya, dilakukan pelatihan internal sehingga saat ini semua sudah paham dengan IT.

Inovasi ini sudah direplikasi di sejumlah daerah lain. Memang, seiring bertambahnya waktu dan perkembangan zaman, diperlukan pula pembenahan sistem. Maka itu, Dishub selalu terbuka pada kritik, saran, dan masukan dari para pakar atau masyarakat umum. Guna melakukan optimalisasi SIMPKB-SMART KIR. (*)

 

(dikutip dari buku “Inovasi Pelayanan Publik Kota Surabaya 2014-2015” yang dibuat oleh Bagian Organisasi dan Tata Laksana Pemkot Surabaya, 2016)

BACA JUGA

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here