RESENSI BUKU: Kesederhanaan Kata-Kata

Buku ini dijual dengan harga Rp 25.000 (di luar ongkir) dan bisa diorder melalui +62 812-9600-3899

Berita Suroboyo – Kumpulan puisi Balada Pencatat Kitab merupakan buku pertama yang diterbitkan Penerbit Suroboyo. Bila berjalan sesuai rencana, penulisnya, Rio F. Rachman, akan menerbitkan pula kumpulan cerita pendek Merantau dan menerbitkan ulang kumpulan esai Menyikapi Perang Informasi tahun ini. Juga melalui Penerbit Suroboyo yang terafiliasi dengan www.suroboyo.id.

Rio adalah penulis tetap di website tersebut. Dia mengasuh rubrik Ngaso. Yang isinya, sketsa-sketsa rekaan tentang sudut/perspekif khas Surabaya: warung kopi, keluarga kecil, dan pinggiran kota. Guyub, grapyak, dan apa adanya.

Saat masih kuliah di Jurusan Sastra Inggris Universitas Negeri Surabaya, Rio senang menulis puisi. Sebenarnya, aktifitas itu sudah mulai digemarinya sejak masih duduk di Sekolah Dasar. Bahkan hingga sekarang, dia masih suka merangkai kata-kata menjadi sajak.

Pada 2004, dua puisinya masuk antologi penyair Jawa Timur Festival Seni Surabaya. Waktu itu, dia masih duduk di bangku SMAN 7 Surabaya. Beberapa puisi sempat pula singgah di surat kabar lokal dan nasional. Dan salah satu puisi, pernah mengantarkan alumnus Magister Media dan Komunikasi Universitas Airlangga ini meraih peringkat dua Lomba Puisi INTI Jawa Timur 2008.

Tebal: 60 halaman, isi lima puluh judul puisi, ISBN: 9786026011404
Tebal: 60 halaman, isi lima puluh judul puisi, ISBN: 9786026011404

Balada Pencatat Kitab adalah kumpulan puisi perdana lelaki yang pernah menjadi wartawan selama 3,5 tahun (Oktober 2009 sampai Maret 2013) di Jawa Pos tersebut. Menurut pengakuannya, semua puisi dalam buku ini belum pernah diterbitkan atau terpublikasi di media massa. Dalam rentang kapan dia membuat karya-karya tersebut? Pria kelahiran Kotawaringin Timur ini kesulitan menjawab. Dia mengaku, sudah lupa detail momen penggarapannya satu per satu.

Bila ditelusuri, topik dalam kumpulan ini beragam. Tak hanya soal kritik sosial, kondisi politik negara, serta persoalan atau potret masyarakat kekinian. Ada juga romantisme, balada yang direfleksikan dari kisah-kisah sejarah, atau sekadar letupan imajinasi. Semua diramu dalam kesederhanaan kata-kata. Sehingga renyah dan tak sukar untuk dimengerti. Mengena. Mungkin di satu titik, menghibur dan membahagiakan.

Sulit mencari kata-kata langka di sana. Karena tampaknya, Rio tidak terlalu bereksperimen dengan diksi. Imbasnya, pada satu sisi, wawasan pembendaharaan puisi jadi seakan sempit. Namun, di sisi lain, inilah cermin kelugasan dan keinginan tidak bertele-tele. Meski memang, upaya untuk tampil elok dengan liukan dan penempatan baris/kalimat tetap digelorakan.

*Tulisan ini merupakan pengantar Penerbit Suroboyo di Kumpulan Puisi Balada Pencatat Kitab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here