PJU LED Smart System Buat Lampu Kota Bermutu dan Efisien

Sumber ilustrasi : pixabay

Berita SurabayaPerkembangan Kota Surabaya yang meliputi segala bidang menuntut peningkatan kualitas dan kuantitas sarana/prasarana penunjang. Salah satu penunjang aktifitas masyarakat urban yang tak bisa ditawar adalah penerangan jalan umum (PJU). Sebab, kegiatan warga Surabaya tidak hanya dilakukan di siang hari.

Keberadaan PJU juga kerap dikaitkan dengan mutu keamanan, kenyamanan, dan ketertiban suatu wilayah. Hingga tahun lalu, jumlah PJU di Kota Surabaya mencapai 82.001 titik. Sudah barang tentu, jumlah tersebut bakal terus meningkat seiring pertumbuhan hunian penduduk.

Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) selaku leading sector pengadaan PJU di Kota Pahlawan sadar betul dengan kondisi tersebut. Di sisi lain, mesti diakui kalau peningkatan sarana PJU berimplikasi pada peningkatan jumlah konsumsi energi listrik. Yang pada akhirnya, berkonsekuensi pada kenaikan beban tagihan rekening listrik.

Sebagai catatan, tagihan listrik bulanan Surabaya mencapai Rp 5 miliar. Ditambah, wacana regulasi baru terkait kenaikan tarif dasar listrik (TDL) oleh PLN secara periodik. Dasarnya, fluktuasi kurs mata uang  dan harga minyak dunia. Turut menjadi atensi, soal terbatasnya jumlah petugas lapangan. Khususnya, yang melakukan monitoring dan pembenahan kualitas PJU.

Situasi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Terlebih, efisiensi anggaran merupakan kebutuhan mutlak suatu kota. Melalui sejumlah diskusi dan perumusan masalah di internal DKP, yang melibatkan para pakar terkait, dicetuskanlah gagasan rasionalisasi sistem PJU berbasis teknologi. Aplikasi yang dipakai terhubung dengan internet sehingga dapat memicu efektifitas dan efisiensi di sejumlah aspek.

Tujuannya, melakukan penghematan untuk mengurangi beban pembayaran tagihan rekening listrik dan optimalisasi kegiatan monitoring serta perbaikan PJU. Tercipta pula integrasi sistem yang turut didukung penggunaan teknologi luminaire ramah lingkungan, hemat energi, dan estetik. Sistem yang mulai dijalankan pada 2015 ini bernama PJU LED Smart System.

Online 24 Jam

PJU LED Smart System merupakan sistem monitoring dan pengendalian cerdas, terintegrasi dan online 24 jam. Dapat dipastikan, teknologi ini bakal menjaga mutu penerangan jalan. Teknis implementasinya antara lain melalui penggantian armature konvensional yang terpasang di PJU dengan armature LED Smart System. Piranti baru itu terintegrasi dengan internet dan aplikasi khusus yang telah diprogram sedemikian rupa.

Oleh karena berbasis web, sistem ini dapat diakses kapanpun dan di manapun. Selain dapat menampilkan data konsumsi daya listrik dalam bentuk grafik yang mudah dibaca, DKP dapat melihat kondisi seluruh penerangan jalan umum yang terpasang secara realtime. Hal ini sangat membantu dalam upaya menginventarisasi setiap titik PJU yang tersebar di sudut-sudut Surabaya. Tentu saja, terdapat tahapan entri data awal kondisi lampu jalan dan aspek-aspeknya secara menyeluruh di segenap penjuru Kota Pahlawan.

Sistem ini juga dapat mengirimkan peringatan melalui email kepada user (dalam hal ini DKP), apabila sistem mengidentifikasi adanya kerusakan. Jadi, gangguan PJU dapat diketahui dan ditindaklanjuti sedini mungkin. Sebelum ada keluhan atau laporan dari masyarakat, secara langsung laporan keausan otomatis terkirim online. Dari sini juga dapat diketahui bagaimana kinerja petugas atau Satgas PJU. Sebab, sistem merekam durasi pengerjaan yang dilakukan Satgas tersebut.

Di antara banyak fitur inovatif yang tersedia, salah satu yang paling berperan dalam meminimalkan besaran tagihan rekening listrik PJU adalah dimming. Melalui fitur ini, tingkat keredupan PJU dapat diatur sesuai kebutuhan dan kondisi lingkungan. Pada jam-jam di mana aktivitas warga pada malam hari sudah menurun, tingkat keredupan PJU dapat diatur hingga 50%. Sehingga, konsumsi daya listrik dapat diturunkan.

Berkesinambungan

            Surabaya masih belum bisa melakukan pengadaan PJU dengan sistem ini secara serentak di semua lokasi. Alasannya, anggaran tahunan yang terbatas. Sebagai gambaran, anggaran di tahun pertama (2015) mencapai Rp. 6.455.240.000.

Meski demikian, dapat dipastikan kalau program ini akan dilanjutkan secara bertahap. Implementasi PJU LED dalam rangka efisiensi energi sudah tercantum dalam RPJMD tahun 2016 sampai 2020. Harapannya, pada 2020, semua PJU sudah dilengkapi dengan teknologi yang futuristik ini.

Di sisi lain, DKP terus membuka pintu untuk masyarakat yang ingin memberi masukan atau saran terhadap sistem ini. Bisa saja, terdapat akademisi atau pakar yang ingin menyempurnakan fitur. Mungkin pula, ada kalangan masyarakat yang ingin memberi apresiasi atau tanggapan terkait mekanisme yang sudah berjalan ini.

Pada bagian lain, ide penggunaan PJU LED Smart System berpotensi untuk direplikasi pemerintah daerah lain. Mengingat, upaya efisiensi merupakan keharusan di setiap daerah. Problem di bidang pengelolaan PJU pada satu kawasan dengan kawasan lain pun relatif sama.

Selama ini, Pemkot Surabaya kerap menjadi jujukan studi banding pemerintah daerah lain. Misalnya, Pemkab Kapuas, Pemkot Semarang, Pemkot Bandung, Pemkot Jayapura, Pemkab Bogor, Pemkab Tasikmalaya, Pemkab Tangerang Selatan, Pemkab Kotawaringin, Pemkab Tanah Grogot dan lain-lain. Salah satu yang dijadikan bahan diskusi adalah implementasi PJU LED Smart System.

Pengadaan sistem ini memberikan banyak pembelajaran. Paling tidak, soal pentingnya optimalisasi sarana teknologi komunikasi dan informasi. Di tengah keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia, sistem monitoring dan kendali berbasis internet menjadi urgen. Khususnya, dalam upaya penghematan beban tagihan rekening listrik dan memeroleh kemudahan dalam pengelolaan sarana publik. (*)

(dikutip dari buku “Inovasi Pelayanan Publik Kota Surabaya 2014-2015” yang dibuat oleh Bagian Organisasi dan Tata Laksana Pemkot Surabaya, 2016)

BACA JUGA

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here