Persebaya dan Pemain yang Penuh Kerja Keras

Jatmiko (kiri) dan Bima Sakti dalam latihan bersama jelang Piala Tiger 1998. Sumber: Internet, Lur. Soale pas iko aku jik SD, gak melu moto

Berita Surabaya — Jum’at (26/5) sehari sebelum posoan, saya mampir ke stadion Tambaksari. Kebetulan, kawan lama saya, seorang Camat Kawakan yang sekarang bertugas di Genteng, habis main bola di sana. Nama beliyau adalah Al Mukarom Mahmud Sariadji.

Dia bermain dengan sesama pegawai Pemkot dan sejumlah penggawa Persebaya lama. Waktu itu, dia menawari makan, tapi saya menolak. Soalnya, saya sudah sarapan. Sebenarnya mau she, tapi saya takut tambah gendut.

Setelah mengobrol sedikit dengan lelaki yang pertama kali saya kenal pas lagi dinas di Gayungsari itu, saya berjumpa dengan salah satu gelandang tak tergantikan Persebaya di era pertengahan 90-an. Dia termasuk, yang mengantar Persebaya menang di musim 97/98. Nomor punggungnya waktu itu adalah 11. Sudah bisa menebak? Jousss… Bener banget! Dialah, Bung Jatmiko!

Saya juga sempat mengobrol dengan beliyaunya, si mantan pemain Indonesia Muda Pacar Keling yang saat ini juga berkarya di Dispora Surabaya. Saya bertanya tentang bagaimana model dan modal pemain Persebaya di masa keemasannya. Sebab, konon kabarnya, tim Bajoel Ijo adalah sekumpulan pemain yang memiliki ketrengginasan luar biasa di lapangan hijau.

Kalau soal skill, semua pemain dari tim mana pun pasti punya. Tapi soal semangat, tampaknya pemain Persebaya tak tertandingi. “Pemain harus ngotot. Kerja keras. Kalau nggak begitu, gak bakal kepilih jadi tim inti. Pemaine enak-enak, Mas. Dan, gak cukup nek mek enak thok!” kata dia.

Persaingan di tim internal, kata Jatmiko, begitu ketat. Masuk Persebaya Junior saja, waktu di zamannya, sulitnya minta ampun. Masuk ke tim cadangan Persebaya saja, istilahnya Persebaya B, sukarnya bukan main. Maka itu, saat sanggup jadi pemain inti di kesebelasan, kesempatan itu tak akan disia-siakan. Performa tidak boleh turun.

Pada Piala Tiger 1998 di Vietnam, ada tak kurang 10 orang pemain Persebaya yang dibawa Timnas! Menunjukkan bahwa pemain dari tim ini bukan skuad main-main.

Tentu, bisa dibilang, saat ini Persebaya tengah merintis kembali kejayaan. Namun, optimisme itu tetap membuncah. Baik di dada para pemain, para supporter, maupun publik Surabaya.

Persebaya, Kami Haus Gol Kamu!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here