Perbedaan Ideologis Antara Tahu Tek dan Ketoprak

tahu tek

Bagi arek Suroboyo yang merantau di Jakarta, ketoprak adalah tombo kangen untuk tahu tek. Sebab, dua makanan tersebut memiliki unsur-unsur kekerabatan yang erat.

Jika dites DNA, saya hakul yakin kedua makanan tersebut adalah saudara kandung. Baik saudara satu ibu beda bapak, satu bapak beda ibu, maupun beda bapak sekaligus beda ibu tapi satu tonggo!

Kemiripan kedua makanan ini seperti Zooey Deschanel dan Katy Perry, Matt Damon dan Michael Ballack, Daniel Radcliffe dan Elijah Wood, Chris Rock dan Ryan Gosling.

Ryan Gosling Chris Rock

Memang, dua nama terakhir bukan pinang dibelah dua. Tapi, pinang dibelah kapak: ajor!

Tentu saja penilaian tersebut sedikit subyektif. Namun, saya yakin bahwa kemiripan kedua makanan tersebut jauh lebih identik daripada Warkop DKI orisinil Dono Kasino Indro dibandingkan Warkop DKI anyar Abimana, Vino Bastian, Tora Sudiro.

Gak percoyo? Mari kita dingkik!

Telor yang Bikin Spesial

Kedua makanan tersebut disatukan oleh lima unsur yang sama. Pertama, mereka sama-sama menggunakan tahu goreng; kedua, saus kacang; ketiga, lontong; keempat, toge (bukan tocil); dan kelima beberapa lembar kerupuk sebagai icing on the cake.

Kalimat enggres terakhir ojok takon aku artine. Aku yo gak eroh!

Masing-masing punya secret recipe sekaligus secret weapon.

Resep rahasia ketoprak adalah penggunaan bawang putih goreng dan beberapa butir kacang mete untuk membuat bumbu kacang semakin gurih.

Berapa butir jumlah kacang mete yang dicampur dengan kacang tanah? Hanya Tuhan yang tahu.

Sementara itu, tahu tek menggunakan gunting sebagai senjata rahasia untuk memasak.

Gunting yang bersejarah dengan warna yang menghitam karena usia meninggalkan jejak dalam irisan-irisan tahu dan lontong. Membuat rasa gurih dan rasa teyeng bercampur baur menjadi sesuatu yang unik, otentik, dan bercita rasa tinggi. Sangat gastronomik!

Senjata rahasia tahu tek lainnya adalah TKP (tempat kejadian permasakan) dalam membuat saus kacang.

Tahu tek menggunakan layah kayu dengan bentuk menyerupai bola sepak yang dibelah dua. Sedangkan ketoprak hanya menggunakan piring untuk melakukan fusion bumbu-bumbunya.

Karena itulah, rasa yang ditimbulkan kedua belah pihak berbeda.

Meskipun begitu, bukan berarti mereka berdua kembar siam. Mereka memang identik tapi tidak siam. Sebab, ada unsur-unsur yang memisahkan mereka.

Tahu tek menggunakan petis. Sesuatu yang sangat jarang digunakan warga Batavia dalam masak-memasak. Sedangkan ketoprak menggunakan bihun, kerupuk melinjo, dan bawang goreng.

Tentu jika kita melihat unsur pembeda tersebut, ketoprak dan tahu tek jadi sangat berbeda. Seperti perdebatan tak pernah selesai di sosial media tentang boleh tidaknya mengatakan minal aidin saat hari Lebaran itu.

Memang, formasi tahu tek di atas adalah formasi standar. Ibaratnya, dalam dunia sepak bola, 4-4-2 lah. Sekarang line up tahu tek sudah berbeda. Ini membuatnya semakin menyimpang dari persamaan yang menyatukan mereka di masa lalu.

Tahu tek kini memasukkan unsur pembaharuan seperti kentang goreng dan telor. Membuat formasinya bisa menjadi 3-5-2, 4-2-3-1, 4-1-4-1, atau 4-1-4-1-1 (diewangi wasit siji).

Masuknya kentang jelas mengubah lanskap tahu tek sebagai makanan rakyat yang sangat terjangkau. Sebab, kentang selalu menjadi simbol ekonomi menengah atas.

Coba lihat. Butuh berapa lama singkong Q-Tela dikemas jadi makanan ringan instan yang dijual di Indomaret toko-toko?

Butuh lebih dari satu dekade bagi singkong untuk muncul ke pasar setelah keripik kentang lebih dulu mendominasi melalui Potato Chips dan kemudian Pringles.

Ada teman yang bertanya, berapa jumlah telor yang ideal untuk tahu tek? Ini pertanyaan sulit. Saya langsung ingat puisi penyair Remy Sylado:

dua telor

tahu tek spesial

tiga telor

tahu tek istimewa

empat telor

sepasang homoseks

Tahu Tek dan Ketoprak Tidak Sesat Menyesatkan

Dengan banyaknya persamaan antara tahu tek dan ketoprak, saya selalu merasa kasihan kepada orang-orang yang membela mati-matian salah satu dari mereka.

Bahkan sampek bondo nyowo!

Padahal, baik tahu tek maupun ketoprak, keduanya dilahirkan dari sebuah semesta dapur masak memasak yang disebut rombong. Mau rombongnya besar atau kecil, merah atau biru, hijau atau orange, semuanya tetap saja rombong.

Jika sama-sama dilahirkan dari rombong, lantas mengapa salah satu harus merasa spesial?

Selain itu, kedua makanan kini sudah sama-sama ada di Surabaya juga di Jakarta. Mengklaim bahwa ketoprak adalah makanan orang Jakarta atau sebaliknya, mengatakan bahwa tahu tek adalah makanan orang Surabaya, tentu termasuk kesesatan yang nyata.

Di Jakarta juga ada tahu tek. Gak percaya? Coba ngeluthus nang Jalan Arteri Pondok Indah, Fatmawati, atau Kebon Sirih. Di Surabaya? Wakeh. Di Ketabang Kali, di sekitaran Ketintang ada.

Lagi pula, pada akhirnya semua manusia jika warek itu sama saja: mereka akan longor kemudian ngantuk. Dan kalau sudah ngantuk, yang tadi galak dan sok kritis mengecam rekan-rekannya yang makan makanan yang berbeda akan terdiam. Soale wes podo-podo kewareken!

BACA JUGA:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here