Buku Mifta Tawarkan Contoh “Kebaikan” yang Dekat

Dari kiri, penulis Miftakhul "Fim" Fahamsyah, Dosen Filsafat FIB Universitas Airlangga Liestiyono Santoso, dan redaktur feature Jawa Pos Tatang Mahardika di Taman Tanjung Puri, Sidoarjo. Foto: SUROBOYO.id

SIDOARJO – Peluncuran buku kedua penulis sekaligus jurnalis Miftakhul Fahamsyah digelar di Tanjung Puri, Sidoarjo, Minggu, 5 Juni. Peluncuran buku berjudul Selalu Ada Cahaya Selepas Lorong Gelap tersebut dilakukan dengan diskusi dan makan-makan jajanan tradisional.

Diskusi yang dipimpin oleh redaktur feature Jawa Pos Tatang Mahardika itu menghadirkan Dosen Filsafat FIB Universitas Airlangga Liestiyono Santoso. Sejumlah mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo juga turut hadir.

Liestiyono sangat mengapresiasi buku Fim–panggilan Miftakhul. Menurut dia, buku tersebut mampu mengungkapkan tentang sosok-sosok biasa tapi berbuat luar biasa demi kemanusiaan. Mereka bukan tokoh besar. Tapi warga biasa yang hidup di sekitar kita. “Hanya mungkin kita tidak pernah memperhatikan mereka,” katanya.

Mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo antri tandatangan buku bliyo. Foto: SUROBOYO.id
Mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo antri tandatangan buku bliyo. Foto: SUROBOYO.id

Saat ini, kisah-kisah kebaikan selalu didominasi tokoh-tokoh besar yang mengglobal atau menasional. Padahal, untuk menjangkau mereka terlalu jauh. “Local narratives ini memberi kita contoh yang dekat. Gampang dijangkau. Justru, cerita tentang tokoh-tokoh itu terlalu jauh. Kita tidak perlu sosok ‘suci’ yang terlalu jauh,” katanya.

Liestiyono mengungkapkan, sejatinya berbuat kebaikan bagi seorang manusia bukan hal yang luar biasa. Sebab, mereka memang diwajibkan untuk melakukannya. “Seperti Lionel Messi yang mencetak gol. Itu sudah biasa. Wong sudah pekerjaannya,” kata disambut tawa peserta.

Suasana diskusi yang gayeng dan akrab. Sampai-sampai, nggak ada yang berani ambil jajan duluan. Foto: SUROBOYO.id
Suasana diskusi yang gayeng dan akrab. Sampai-sampai, nggak ada yang berani ambil jajan duluan. Foto: SUROBOYO.id

Tapi, kata dia, kebaikan terasa menjadi barang yang langka dengan kondisi masyarakat yang gampang melepas caci maki, kekerasan, dan korupsi. “Jadi ketika ada orang yang berbuat baik tanpa alasan seperti ini rasanya seperti jadi oase di tengah kegersangan masyarakat terhadap kebaikan,” katanya.

Namun, kata Liestiyono, menulis kebaikan seseorang tetap memiliki tantangan. Tidak ada yang menjamin bahwa orang tersebut akan tetap konsisten baik. Apalagi sifat manusia yang tidak bisa sepenuhnya konsisten.

Selain itu, tokoh-tokoh di dalam buku tersebut jelas memiliki beban moral yang wajib mereka jaga setelah nama mereka “diabadikan” dalam buku tersebut. “Sebab, manusia adalah sosok yang paradoks,” katanya.

Tapi, penerbitan buku tersebut tetap penting. Sebab, buku karya wartawan Jawa Pos tersebut sebenarnya berupaya membawa pembaca pada kepedulian publik. Bukan lagi personal. “Selama ini orang ramai saat dirinya mendapatkan ketidakadilan. Tapi bagaimana jika orang lain yang mengalaminya?” katanya.

Buku tulisan Fim merupakan bukti bahwa masih ada orang yang peduli dengan ruang sosial. “Tokoh-tokoh dalam buku ini memiliki kepedulian. Mereka mengabdi pada kemanusiaan tanpa alasan apapun,” katanya.

Ketua Dead Poets Society Diar Candra (kiri) meminta tanda tangan Miftakhul Fahamsyah sebagai wujud takzim kepada senior. Foto: SUROBOYO.id
Ketua Dead Poets Society Diar Candra (kiri) meminta tanda tangan Miftakhul Fahamsyah sebagai wujud takzim kepada senior. Foto: SUROBOYO.id

Peluncuran buku tersebut digelar oleh komunitas pecinta buku Dead Poets Society (DPS). Klub buku ini menggelar diskusi setiap dua pekan sekali. Jika biasanya mereka membahas buku penulis lain, kali ini yang dibahas adalah anggota DPS sendiri.

Selama bulan puasa, Ketua DPS Diar Candra mengatakan diskusi buku akan tetap berjalan. “Justru Insya Allah pahalanya nambah. Yang penting jangan diskusi buku sambil mokel!” katanya.

Pembelian buku Fim Selalu Ada Cahaya Selepas Lorong Gelap bisa dilakukan di sini.

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here