Mengintip Semarak Pasar Bandeng Gresik

pasar-bandeng-gresik
Foto: Bocahpetualang.com

Berita Surabaya – Saya tahu, website ini bernama SUROBOYO.id. Tapi saya yakin, kabar dari kawannya Kota Surabaya, Gresik, pasti boleh-lehbo masuk ke portal yang mbois dan guyub ini. dalam kesempatan ini, saya ingin bercerita tentang festival Pasar Bandeng Gresik yang digelar pada akhir bulan Ramadan.

Masyarakat Gresik nampak berbinar menyambut tiga malam terakhir di bulan puasa. Antusiasme warga Gresik ini karena pada saat itu, festival Bandeng atau yang biasa juga disebut dengan Pasar Bandeng Gresik dihelat. Lokasinya, di seputaran alun alun Kabupaten Gresik.
Pasar Bandeng merupakan tradisi rakyat Gresik yang telah berlangsung ratusan tahun. Telah mendarah daging dan mengakar kuat pada relung budaya masyarakat Gresik. #halah.

Sejak zaman Sunan Giri

Berdasarkan catatan sejarah, Pasar Bandeng memiliki banyak versi. Namun, terdapat benang merahnya. Yakni, terkait kegiatan jual beli yang dilakukan oleh para petambak lokal untuk memenuhi kebutuhan para santri Raden Santri atau Sunan Giri menjelang hari raya di masa silam.

Bandeng yang dianggap sebagai ikon Gresik, sebagai daerah pesisir, dijadikan buah tangan oleh para santri untuk hari raya. Begitulah seterusnya, turun temurun Bandeng dijadikan santapan istimewa rakyat Kota Pudak di hari raya. Ataupun, pada malam takbiran.

Setiap tahun menjelang lebaran, tepatnya malam 27-29 bulan Ramadan, petambak Bandeng dari seluruh wilayah Kabupaten Gresik seperti Mengare, Balongpanggang, Sidayu berbondong datang ke Pasar Bandeng untuk mengikuti Kontes Bandeng. Mungkin pula, di antara mereka ada yang sedang mencari jodoh. Entahlah…

Tahun ini Pasar Bandeng dihelat tanggal 2-4 Juli 2016 dan kontes bandeng dilangsungkan pada 2 Juli di sepanjang Jalan Basuki Rahmad.

Bandeng selengan manusia, geli-geli asyik

Kontes Bandeng ini menyuguhkan jawara Bandeng dari para petambak. Ketika kontes berlangsung, kita akan diperlihatkan pemandangan Ikan Bandeng yang beratnya bisa mencapai lebih dari 10 Kg! Dengan besar menyerupai lengan orang dewasa!

Lalu, bagaimana dengan harganya? Untuk harga Bandeng yang dijual pada saat momen Pasar Bandeng ini, per kilo berkisar dari Rp.100.000-Rp.200.000, bahkan lebih! Fantastis bukan?!

Saya sendiri pernah terkaget-kaget. Tanpa sadar, saya langsung mengucap istighfar. Untung, saya tidak langsung mengucap ijab kabul saking terkejutnya. #eh

Waktu itu, saya mau tumbas.

“Mas, tuku Bandeng!”
“Iyo Dek. Monggo dipilih,”
“Piroan, Mas?”
“Satus seket ecu sak kilo,”
“Mbok!” mata saya membelalak sekejap.
“Yok opo, Dek. Sido sing endi?,”
“Matur Nuwun nek ngono, Mas,” saya tersenyum pahit lalu melengos dan melintas pergi. Sambil bergumam, “Gak mangan bandeng gak pateken, Bro,”

Warga Gresik luar biasa

Di sisi lain, antusisasme warga Gresik sungguh membara. Terlebih, jika dibandingkan dengan saya. Terbukti, banyak sekali yang rela datang berdesak-desakan dan dengan harga yang luarbioseng ke pasar Bandeng untuk membeli ikan ini.

Konon katanya, Bandeng yang hanya satu tahun sekali rakyat Gresik jumpai menjelang lebaran ini adalah Bandeng kualitas terbaik. Bebas bau tanah lumpur dengan ukuran yang bohay menggoda.

Sehingga, meskipun harganya selangit, masyarakat tetap rela untuk merogoh kocek. Soale gak riyoyoan nek gak mangan Bandeng, Rek. Iki setahun pisan, dadi yo kapan maneh masio larang pokoke ati marem.

Kini, Pasar Bandeng tidak hanya soal pemenuhan kebutuhan masyarakat Gresik yang gemar menyantap olahan ikan Bandeng. Lebih dari itu, momen ini juga sebagai ajang prestisius bagi para petambak Bandeng untuk adu gengsi.

Mereka saling menunjukkan kesuksesan mereka dalam membudidayakan ikan. Bayangkan saja, para petambak tentunya telah memberikan formula dan perhatian khusus pada Bandeng-Bandeng kesayangan mereka. (Masio aku asline yo heran. Nek bener-bener sayang, lha kok didol?! Rasa sayang palsu!)

Maka itu, tidak ada alasan bagi mereka untuk menyia-nyiakan momen ini. Tahun 2016, Pemerintah Kabupaten Gresik menyiapkan hadiah uang tunai sebesar 20 juta rupiah bagi pemenang kontes Bandeng. Dan, pemenang kontes Bandeng tahun ini adalah Bapak Arif Rahman Hakim, petambak asal Mengare! Hore! Duduk aku!

Pasar Bandeng ini menjadi saksi kuatnya suatu tradisi yang dipegang teguh oleh masyarakat. Dan, dilestarikan hingga zaman berganti, meskipun sudah banyak pendatang yang masuk ke Kabupaten Gresik.

Baik petambak yang menjual Bandeng miliknya, maupun pembeli, sama-sama diuntungkan. Mengingat, perhelatan Pasar Bandeng ini dilakukan tiga hari menjelang lebaran.
Jadi petambak bisa pulang dengan hati senang karena mendapat hasil dari penjualan Bandeng, pembeli pun bisa menikmati lebaran bersama keluarga besar dengan menyantap Bandeng khas petambak Gresik.

Sungguh berkah di bulan Ramadan! Wassalamualaikum.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here