Kadang Orang Dekat Justru Menghambat Semangat Memulai Usaha

Tiwi (berjilbab hijau) bersama rekan-rekannya dalam sebuah acara Moment

Berita Surabaya – Jangan pernah ragu untuk memulai usaha. Apapun jenis pekerjaan tersebut. Sing penting halal! Nggak ngganggu owung liyo, lhak uwis. Falsalah itu tampaknya juga dipakai oleh dulur wedhok asal Lidah Kulon bernama Muthiatul Wadiah.

Perempuan yang biasa disapa Tiwik ini beberapa tahun belakangan berbisnis MLM. Selain itu, dia juga berjualan baju yang turut dipasarkan via online. Semua usaha tersebut dirintis dan dijalani dengan tulus, santai, tapi serius!

Alhamdulillah, karena fokus, profesi itu justru banyak membantu ekonomi keluarga kecilnya. Bahkan, meski kerap dicap sebagai Ibu Rumah Tangga, alumnus Universitas Negeri Surabaya ini sejatinya boleh dibilang mandiri. Karena, dia dapat mengeruk penghasilan sendiri.

Tatkala beberapa waktu lalu mengobrol dengan sarjana sastra Inggris ini, tim SUROBOYO.id mendapat sebuah perspektif unik. Dia mengatakan, secara prinsip, dia mencintai keluarga, kerabat, dan kawan-kawan.

Namun, diakui atau tidak, orang-orang dekat tak jarang justru menghambat kreatifitas dalam berusaha. Bentuk hambatan yang umumnya ditebarkan berupa jebakan psikologis. “Keluarga atau orang-orang dekat kerap berpikir kalau bekerja itu adalah mengabdi pada sebuah perusahaan atau kantor dan mendapat gaji bulanan,” ungkap Ibuk-Ibuk yang memiliki satu putra dan sekarang sedang hamil tua tersebut.

Tiwi dengan putranya, Hafiz, yang sebentar lagi punya dedek bayek. Mudah-mudahan Hafiz nanti hafal Al Qur'an. Aamiin.
Tiwi dengan putranya, Hafiz, yang sebentar lagi punya dedek bayek. Mudah-mudahan Hafiz nanti hafal Al Qur’an. Aamiin.

Jadi, banyak yang diarahkan sekolah tinggi-tinggi untuk bekerja dengan model seperti itu. Padahal kan, tidak. Kalau omongan itu disampaikan pada seorang anak atau anggota keluarga yang sedang bimbang tentang pekerjaan, bukan tak mungkin, dia malah ogah menjalankan usaha sendiri. Realitanya, bisnis sendiri itu lebih fleksibel dan menyenangkan.

Dalam usaha, yang diperlukan adalah fokus, konsisten, open-minded. Jangan takut tersandung problem modal. Kalau tidak punya modal, bisa diawali dengan menjual barang milik orang lain, kok.

MLM Moment

Tiwik terjun dalam bisnis MLM di perusahaan “Moment Global Internasional”. Dia mendapat penghasilan berdasarkan kerja kerasnya sendiri. Tidak ada standar tertentu berbasis gaji pokok. Intinya, selama dia bisa menjual produk seperti glucogen, propolis, teragen dan lain sebangsanya, dia bakal dapat banyak bonus.

Profesi ini tidak terikat waktu dan dapat dilakukan dari rumah. Sangat fleksibel. “Saya menikmatinya. Cara kerjanya simpel. Cukup buat status facebook, ganti profil picture dan status BBM, selesai. Biasanya, kawan-kawan sudah cukup tertarik dengan status dan foto-foto itu. Mereka langsung mengontak dan bertanya. Saya bukan tipe yang suka mrospek-mrospek,” ungkap dia.

Yang menarik, Tiwik ikut mendaftarkan keluarganya di bisnis ini. Meski awalnya orang-orang dekat itu kurang antusias, dia tidak memaksa. Yang jelas, hingga saat ini, bonus untuk Tiwik dan keluarga terus mengalir.

Baca Juga:

Nasi Bakar Rumah O: Enak dan Pedas

Paris Photo Studio: Antara Keberanian, Risiko, dan Peluang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here