Nulung Ojok Sampek Kepenthung

nolongin orang

Berita Surabaya – Dulur kabeh, khususon yang mengendarai sepeda motor dalam berkomuter, pernah ngalamin kehabisan bensin di jalan? Atau rantai motor putus? Atau bahkan motor ngambek (baca: mogok) di jalan?

Kalo jawaban dulur-dulur sedoyo pernah berarti dulur kabeh ngerti betapa capek, bingung, takut (kadang), kurang enaknya mendapati ujian tersebut.

Kali pertama tau cara nolongin orang dengan mendorong sepeda motor yang naas dari belakang adalah dari konco lawas Unesa (baca: Bagok), dari dia pula saya diajarin cara dan posisi kaki yang tepat untuk ndorong motor yang lagi ngambek.

Ilmu yang sangat bermanfaat bagi saya, lahan amal untuk bersedekah biarpun bukan sedekah material.

Nolongin orang itu termasuk perbuatan yang baik, maka dari itu umumnya yang suka nolongin orang lain itu termasuk golongan orang-orang baik (insya Allah).

Tapi dulur kabeh harap hati-hati karena banyak orang-orang di luar sana yang suka memanfaatkan orang-orang yang berhati baik (terlalu baik).

Wajah melas belum tentu butuh pertolongan

Dulur kabeh pernah liat orang yang wajahnya melas, baju (amit bukan maksut ngenyek ato merendahkan) agak kumal. Dari yang sehat sampe yang (pura-pura) stroke ringan. Dari yang usia tua sampe yang gak begitu muda di pinggir jalan?

Mungkin banyak dari dulur2 yang bersimpati bahkan berempati (which is good).

Dulur-dulur mungkin banyak yang menghampiri hanya untuk bertanya “are you okay?” Ati-ati, Lur. Sebab, gak semua orang yang saya sebutin di atas bener-bener orang-orang yang tertimpa kesusahan dan bener-bener butuh bantuan dulur-dulur semua.

Konon ada orang yang wajah melas, baju agak kusam, agak tua dan jalannya pincang yang sedang berjalan pelan di pinggir jalan. Setelah ditanya, ternyata bapak agak tua itu datang dari ibu kota ke Kota Priangan karena ingin berjumpa dengan teman lama yang bernama Bapak Haji X.

Karena satu dua hal bapak ini tidak punya uang untuk pulang ke ibu kota dan kalo bisa mau minta uang Rp 50.000 untuk bisa berkumpul dengan keluarga kembali.

One more thing, bapak tersebut tidak punya hape. Pertanyaan-pertanyaan yang mungkin muncul adalah,

  • Apakah wajar bepergian keluar kota dan tidak memiliki uang untuk pulangnya?
  • Betapa kejam dan tidak berperi kemausiaan si Bapak Haji X ini, knowing that his friend came long way from out of town was short in cash yet he did nothing about it. Kenapa gak dianterin ke terminal bus terdekat dan dikasih uang tiket?
  • Angkot 2 kali ke terminal bis terdekat plus ticket bis kota plat D ke kota plat B plus angkot ke rumah hanya Rp 50.000?

FYI, Alhamdulillah bapak tersebut terakhir terlihat menaiki angkot dan dalam perjalanan ke ibu kota (mudah-mudahan benar adanya).

Hati-hati kalo mau nolong orang ya, Lur. Apalagi bagi cewek, naik motor, malam hari pula. Tolong jangan terlalu berbaik hati dalam menolong orang di jalan. Terlebih kalo orangnya lebih besar (postur dan tinggi badannya), minta tolong di antar ke terminal bis/stasiun kereta terdekat.

Mending diurungkan niat bantuannya. Ato mungkin bersedekah sebanyak ongkos angkot saja. Berita kejahatan seksual terhadap cewek (utamanya) best seller banget belakangan ini.

Ingat, Lur. Keluarga njenengan sedoyo nunggu di rumah. So, be very careful ya, Lur. Sebab, tidak semua orang yang terlihat kesusahan di pinggir-pinggir jalan bener-bener dalam kesusahan. Ingat, Lur. Kejahatan tidak hanya terjadi hanya karena niat pelaku tetapi juga karena ada kesempatan.

Waspadalah! Waspadalah!

NB:
Tulisan ini dibuat dengan tidak memuat propaganda, tidak bersifat provokatif dan membentuk opini tertentu, bukan juga untuk mengajak ato bahkan mempengaruhi dulur-dulur sekalian untuk ke kiri ato ke kanan, ke depan ato ke belakang.

Tulisan ini semata-mata sebagai informasi yang mudah-mudahan bisa dijadikan bahan untuk antisipasi atas hal-hal yang tidak diinginkan.

Nothing more, nothing less.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here