Ngaso #23: Optimis Persebaya

Selain Cak Gonggong, tak ada kawan Cak Ri yang lain yang benar-benar paham sepakbola. Ya, Cak Gonggong memang senang bal-balan. Pas muda dulu, dia termasuk suka main sepak bola sama futsal. Dia juga hobi nyimak sepak bola di stadion Tambaksari.

Dulu, dia sekolah di SMAN 7 Surabaya. Lokasinya hanya sepelemparan tombak ke stadion kebanggaan Arek Suroboyo itu. Kalau Persebaya (yang kemudian dikenal pula dengan Persebaya 1927) berlaga kandang, Cak Gonggong bakal bolos. Padahal, pertandingan dimulai setelah pulang sekolah.

Lhah dalah, lantas kenapa pakai acara alpa sekolah segala? “Ya, biar bisa cangkruk sama teman-teman lebih lama. Biar lebih seru suasananya,” kata Cak Gonggong berdalih. Sebenarnya, tidak ada hubungan antara bolosnya dengan peluit kick off ditiup.

Nah, baru-baru ini, ada kabar menyenangkan dari dunia si kulit bundar tanah air. Tentu saja, dikaitkan dengan klub Kota Pahlawan, Persebaya. PSSI sudah memberi lampu hijau bagi tim bajoel ijo buat ikut bertanding di mana-mana. “Alhamdulillah. Kehausan kami akan gol Persebaya bakal segera terobati,” ungkap Cak Gonggong seraya mencicipi kopi putih yang baru diseduh oleh Mas Jo.

Wak Kopleh menimpali dengan nada kurang enak. “Mungkin karena PSSI sudah terlalu banyak dipisuhi lewat spanduk-spanduk sak Suroboyo, bahkan sak Jawa Timur!” seru dia yang juga langsung meminum kopi putih aka white coffe-nya. Sekadar info, wedhang ini adalah oleh-oleh Cak Ri yang baru pulang dari Banyuwangi. Ada proyek tipis-tipis di sana, kemarin.

“Apapun itu, yang jelas, saya akan kembali bersemangat nonton sepak bola Indonesia,” kata Cak Gonggong. “Iya, tapi misuh-misuh neng seluruh kota itu tetap nggak bagus,” kata Wak Kopleh. “Itu bentuk perlawanan, Wak. Arek-arek iku wes terlalu sumpek kethoke,” Saragun seperti membela. Padahal, konon dia lebih suka dengan tim Ayam Kinantan PSMS Medan.

“Sudahlah, yang sudah ya sudah. Spanduk-spanduk seperti itu sudah dicopoti juga. Mungkin sekarang kita perlu fokus untuk membuat Warkop ini ceria dengan liga atau kompetisi lokal. Perbanyak nonton bareng. Terutama, pas Persebaya main!” Cak Gonggong terus mengelu-elukan tim kesayangannya.

“Mudah-mudahan persoalan seperti yang pernah terjadi pada Persebaya tidak terulang di cabang olahraga mana pun. Persoalan yang bagaimana? Ya, terkait ketidakjelasan nasib. Karena dengan olahraga, apapun itu, tubuh menjadi sehat. Pikiran segar. Bisa produktif!” Cak Ri membumbui sedikit.

Kawan-kawannya mengangguk. Cak Gonggong bahkan sampai tersenyum lebar. Padahal dia tidak tahu pasti, kapan Persebaya akan benar-benar main lagi. Apalagi, angkat tropi. Setidaknya, dia tetap optimis.

BACA JUGA:

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here