Besok, Mifta Luncurkan Buku Kedua

Fim saat menunjukkan buku Selalu Ada Cahaya Selepas Lorong Gelap di Teras Kafe, Ketintang, Surabaya. Foto: Agung Putu Iskandar

SIDOARJO – Jurnalis sekaligus penulis Miftakhul Fahamsyah akan meluncurkan buku keduanya, Minggu, 5 Juni, pukul 12.00 WIB di Tanjung Puri, Sidoarjo. Buku kedua Mifta berjudul Selalu Ada Cahaya Selepas Lorong Gelap tersebut menandai konsistensinya di jalur penulisan buku setelah tahun lalu merilis Mencintai Sepak Bola Indonesia Meski Kusut.

Peluncuran buku lelaki yang akrab dipanggil Fim tersebut akan dihadiri Dosen Filsafat Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga Liestiyono Santoso dan redaktur feature Jawa Pos Tatang Mahardika. Acara akan diisi dengan diskusi tentang buku Fim dan penerbitan secara umum.

“Lokasi Tanjung Puri dipilih karena udaranya yang segar. Jadi nanti kalau ngobrol soal buku bisa lebih akrab. Diusahakan ada alunan keroncong juga,” kata Fim yang juga wartawan Jawa Pos tersebut.

Peta untuk menuju Tanjung Puri. Dari Surabaya, setelah Maspion, belok kiri untuk menuju jalan lingkar timur Sidoarjo.
Peta untuk menuju Tanjung Puri. Dari Surabaya, setelah Maspion, belok kiri untuk menuju jalan lingkar timur Sidoarjo.

Buku Selalu Ada Cahaya Selepas Lorong Gelap adalah kumpulan tulisan feature Fim di Jawa Pos. Ada 14 tulisan. Tema utama tulisan-tulisan tersebut adalah adalah kepedulian yang luar biasa dari orang-orang biasa. Selain itu, usaha pantang menyerah mereka dalam menghadapi kesulitan hidup.

Acara peluncuran buku tersebut digelar oleh komunitas pecinta buku Dead Poets Society (DPS). DPS merupakan komunitas yang mengadakan diskusi soal buku antar anggotanya setiap dua pekan sekali. Kebetulan, pekan ini diskusi mereka bertepatan dengan terbitnya buku Fim.

Buku Selalu Ada Cahaya Selepas Lorong Gelap baik dinikmati sembari ngopi.
Buku Selalu Ada Cahaya Selepas Lorong Gelap baik dinikmati sembari ngopi.

“Biasanya, kami membahas buku penulis lain dan berdiskusi antar anggota. Sekarang, kami membahas buku anggota sendiri. Kami ikut gembira dan bahagia anggota DPS bisa menerbitkan buku. Semoga semakin memperkaya khasanah literasi kita,” kata Ketua DPS Diar Candra.

Acara peluncuran buku tersebut, kata Diar, tidak dipungut biaya. Semakin banyak yang datang semakin baik. “Tiada kesan tanpa kehadiranmu,” katanya sambil tersenyum.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here