Mendekatkan Pelayanan Prima Melalui e-Kios

Wali Kota Tri Rismaharini njajal piranti e-Kios di hadapan masyarakat

Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi bagi kota sekelas Surabaya adalah suatu keniscayaan. Maka itu, Pemerintah Kota (Pemkot) tak henti melakukan inovasi dengan berbasis optimalisasi aspek tersebut. Salah satu terobosan yang dilakukan eksekutif melalui Dinas Komunikasi dan Informatika adalah e-Kios.

Melalui e-Kios, pelayanan terhadap warga dapat lebih mudah. Aplikasi ini menyederhanakan tahapan yang dilakukan masyarakat saat ingin mengurus pendaftaran perizinan melalui SSW (Surabaya Single Window). Tak hanya itu, pengurusan Akta Kelahiran dan/atau Kematian (e-Lampid), dan pengambilan nomor antrian puskesmas atau rumah sakit (e-health) juga dapat dilaksanakan secara online.

Dengan inovasi ini, pemohon tidak perlu datang langsung ke loket pelayanan. Melainkan cukup dengan datang ke e-Kios yang berada di kantor Kelurahan/Kecamatan serta puskesmas dan rumah sakit setempat. Proses validasi berkas bakal lebih efektif, efisien, dan lekas rampung. Menariknya, karena berada di kantor pemerintahan, akses untuk mendapat layanan ini pun terbuka bagi siapa saja. Termasuk, untuk mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu, orang berkebutuhan khusus, buta huruf, maupun para lanjut usia. Petugas di kantor tersebut selalu siap melayani masyarakat yang ingin menggunakan layanan e-Kios .

Gagasan awal pencetusan program ini datang dari Wali kota yang ingin memaksimalkan pelayanan publik. Lantas, pembiayaannya dialokasikan di pos Bagian Perlengkapan (untuk sarana dan prasarana), dan Dinas Komunikasi dan Informatika (untuk penguatan aplikasi dan internet). Peluncuran aplikasi tersebut menuai pujian dari berbagai pihak. Termasuk, pemerintah pusat melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang pernah berkunjung ke Kota Pahlawan. Terobosan ini dianggap brilian dalam bidang reformasi birokrasi karena mempercepat pelayanan publik.

Menggerus Ego-Sektoral

Bila diperhatikan, aplikasi e-Kios mengakomodasi akses database sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di internal Pemkot Surabaya. Sebagai misal, layanan e-Lampid yang melibatkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, e-Health yang dikoordinasikan Dinas Kesehatan/Puskesmas/Rumah Sakit, dan SSW yang dikoordinasikan oleh sejumlah instansi di antaranya: Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, Badan Lingkungan Hidup, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, dan lain sebagainya.

Secara prinsip, data masyarakat yang masuk melalui e-Kios, terekam dengan baik dan dapat diolah oleh masing-masing pemangku kepentingan. Artinya, informasi apapun yang masuk dalam satu titik, akan dijadikan bahan pertimbangan untuk merumuskan kebijakan. Sinergitas yang terjalin, secara langsung ataupun tidak langsung, telah menggerus habis ego-sektoral yang mungkin saja ada. Kalau sudah begini, pelayanan publik dapat berjalan secara optimal dan terfokus.

Keberadaan e-Kios telah berhasil mendekatkan akses pelayanan publik kepada masyarakat hingga level terbawah. Volume antrian di sentra pelayanan kesehatan juga bisa berkurang. Sebab, warga bisa melakukan pendaftaraan tanpa harus datang. Mereka lantas diberi informasi kapan tepatnya waktu memeriksakan diri. Selain itu, pengurusan Akta Kelahiran/Kematian pun dapat dilaksanakan dengan segera.

Monitoring dan evaluasi e-Kios dilaksanakan secara rutin dengan supervisi Dinas Komunikasi dan Informatika. Baik di aspek pelayanan petugas, maupun soal bandwith internet. Pemkot juga membuka pos pengaduan masyarakat di Media Center. Termasuk, di  pengaduan yang masuk ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Kelurahan/Kecamatan terkait, Puskesmas, dan Rumah Sakit.

Dampak positif lain yang dapat diambil adalah perubahan mindset warga. Bahwa teknologi bisa mempermudah kehidupan sehari-hari. Di samping itu, perubahan mindset bisa menciptakan pemikiran kreatif dari warga untuk memanfaatkan teknologi secara maksimal. Dalam hal ini,  peningkatan kesejahteraan warga melalui jalur-jalur yang positif. Contohnya, internet marketing. (*)

(dikutip dari buku “Inovasi Pelayanan Publik Kota Surabaya 2014-2015” yang dibuat oleh Bagian Organisasi dan Tata Laksana Pemkot Surabaya, 2016)

BACA JUGA

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here