Ngaso #6: Memarahi Guru

tenaga kerja asing

Berita Surabaya – Di media massa akhir-akhir ini, muncul isu tentang guru yang dilaporkan wali murid ke polisi karena dianggap membully anak didik. Atau paling tidak, tentang wali murid yang menyerang balik guru. Pasalnya, guru tersebut dianggap memberikan hukuman yang menyakitkan. Ya, memukul, mencubit, memotong rambut siswa yang gondrong, dan lain sebagainya.

Topik itu diangkat pula oleh Cak Ri saat lagi santai di ruang tengah rumahnya bersama Ning Tin. Sedangkan Jojo, lagi asyik bermain bola-bola warna-warni. Asyiknya cuma tiga menit. Setelah itu, dia main boneka-boneka dengan khusyuk. Khusyuknya pun hanya tiga menit. Selepasnya, dia bermain lego bongkar pasang yang saat berada di tangan mungilnya, lego itu lebih terlihat hanya dibongkar.

“Tidak seperti kita di masa lalu. Dulu, tanganku diceples pakai rotan pas kuku panjang dan konangan guru. Temanku, diselenthik jidatnya karena tidak mengerjakan PR matematika.

Dan yang paling parah, pas aku SMP, pas jam istirahat, kakak kelasku ditempeleng pakai buku ukuran polio oleh guru PPKn. Buku itu modelnya yang sering dipakai ibuk-ibuk arisan. Yang tebal itu. Yang biasanya dipakai mencatat bank thithil juga.

Perlakuan itu dikerjakan di halaman depan ruang guru yang bisa dilihat langsung oleh semua siswa satu sekolah. Lengkaplah sudah nasibnya. Diberi kekerasan fisik dan dipermalukan di muka umum! Tiga kali dia ditempeleng: pertama pipi kanan, pipi kiri, ditutup dengan pipi kanan.

Waktu dia sudah selesai dipukuli itu, dengan slengekan dia kembali ke kelasnya sambil tersenyum kecut. Siswa-siswi satu sekolah menyorakinya sambil tepuk tangan.

Apa dia mengadu pada orang tuanya? Tidak. Karena kalau dia mengadu, dia malah kembali dibully sama orang satu sekolah. Dianggap siswa pengecut. Apa dia depresi? Tidak juga. Lha wong pas jam istirahat kedua, waktu itu istirahat kami memang dua kali, dia asyik saja main bola. Sama aku juga. Dan dia, biasa saja.

Oh iya, alasan guru PPKn waktu itu menempelengnya: karena saat dipanggil lewat speaker sekolah tiga kali, dia tidak kunjung datang. Panggilan keempat dia baru datang. Jadilah dia dihukum. Karena guru yang berjenis kelamin perempuan itu tahu, dia tiga kali dipanggil tidak datang karena lagi asyik main bola,”

Panjang benar Cak Ri menjelentrehkan pengalamannya. Namun, Ning Tin menggapi ringkas. “Kamu terbuai dengan kenangan,” cetus dia sambil terus mengamati Jojo yang makin lincah. Kali ini, Jojo kembali main bola-bola warna-warni.

“Kenangan, masa lalu, kan bisa kita jadikan pelajaran. Toh, hasil didikan masa lalu, terbukti tidak mewekan. Tidak manja. Lhah masak dicubit sedikit saja mbengok-mbengok,” seloroh Cak Ri. “Ya, benar. Dijadikan pelajaran. Tapi, kita juga harus sadar, zaman sudah berubah. Kamu saja, gimana, misalnya Jojo dijewer sama gurunya?” sergah Ning Tin.

“Maka itu, Si Jojo nanti aku pondokkan di tempat yang terpercaya. Pondok itu kan konon dijuluki “penjara suci”. Mereka dikekang, tapi demi kebaikan. Dihukum-hukum dikit, asal Bu Nyainya merestui untuk menghukum, aku kira tidak mengapa. Pasti untuk kebaikan,” Cak Ri kembali nyerocos.

Kebijakan dan kebajikan orang tua memang diperlukan. Khususnya, dalam memilih sekolah. Sejak awal, kalau niat menitipkan anak di suatu tempat atau sekolah, orang tua harus sudah kenal dengan tempat itu. Harus yakin, orang di tempat itu akan jadi pembimbing yang baik. Kalau dihukum dikit-dikit, seperti kata Cak Ri, ya nggak usah lopar-lapor. Nggilani!

“Yang jelas, orang tua mesti pintar dalam segala hal. Orang tua juga tidak boleh cengeng. Anak itu bukan segala-galanya. Yang segala-galanya itu Tuhan! Anak sangat mungkin salah. Lha wong bocah. Nah, anak pun tidak boleh manja. Sedangkan kamu, gak usah alay sama kenangan. Masa lalu, biarlah berlalu. Biasa saja, gak perlu lebay,” ujar Ning Tin yang kemudian menggendong Jojo.

Jojo tiba-tiba merengek. Menurut penerjemahan Ning Tin, Jojo pengen main di luar. Cak Ri otomatis mengambil kunci kontak motor matic. Lantas, mengajak keluarga kecilnya keliling pemukiman. Di pagi hari yang masih sejuk itu, matahari bersinar hangat membawa vitamin D.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here