Melek Internet Melalui Program di BLC

BLC melayani semua pengunjung dari setiap lapisan masyarakat. Termasuk, siswa-siswi sekolah dasar.

Berita Surabaya – BLC merupakan kependekan dari Broadband Learning Center. Ini adalah sarana pembelajaran komputer dan internet gratis bagi warga Surabaya. Sebagai upaya untuk mencerdaskan kehidupan masyarakat dan mendorong tumbuhnya berbagai inovasi dalam sistem pendidikan.

Perubahan besar yang terjadi dalam lingkungan global mengharuskan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengembangkan sistem pendidikan yang lebih terbuka, luwes, berkualitas dan dapat diakses oleh siapa saja yang memerlukan. Tanpa memandang usia, gender, lokasi, kondisi sosial-ekonomi, maupun pengalaman pendidikan sebelumnya. Langkah inovatif pembangunan BLC juga bertolak dari fakta telah masuknya era persaingan global AFTA (Asean Free Trade Area) di akhir 2015.

Bekerjasama dengan PT Telkom Divisi Regional (Divre) V Jawa Timur, Pemkot Surabaya telah mendirikan 26 BLC sampai dengan 2015. Semuanya tersebar di titik strategis pelayanan publik. Ada yang di taman, rumah susun, kantor kecamatan/kelurahan, dan lain sebagainya.

Melalui BLC, warga dari berbagai latar belakang dan status sosial ekonomi memiliki kesempatan untuk belajar komputer dan internet secara gratis. Didampingi instruktur profesional dan standar kurikulum yang telah disusun oleh para akademisi. Dengan demikian, kualitas pelajaran tersebut terjamin.

Pilihan waktu belajar pun fleksibel. Jadwal yang dimaksud bisa dilihat di masing-masing lokasi BLC yang tersebar di Kota Pahlawan. Bahkan, dapat diakses secara online. Yang menarik, mereka yang belajar di sini akan mendapat sertifikat hasil pelatihan.

Uniknya, BLC menggunakan operating system (OS) berbasis Open Source kreasi Pemkot Surabaya bernama “Soerya”. Langkah ini ditempuh sebagai salah satu bentuk edukasi pada warga, agar tidak menggunakan OS yang tidak berlisensi atau perangkat lunak bajakan. Ke depan, BLC sedang menjajaki kemungkinan untuk dijadikan sebagai sarana TUK (tempat uji kompetensi) sertifikasi di bidang telematika.

Secara prinsip, pembiayaan dari kegiatan dialokasikan oleh Pemkot Surabaya. Melalui penganggaran dari Dinas Komunikasi dan Informatika selaku leading sector bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Meski demikian, oleh karena lalu-lintas jaringan internet dengan bandwith yang terbatas ketika sedang peak hours, Pemkot pun mencari mitra yang berkompeten. Terjadilah kerjasama dengan PT Telkom Divre V Jawa Timur dalam penyediaan jaringan internet.

Berkat sosialisasi yang optimal dan kualitas BLC yang tidak diragukan, hasil kegiatan ini pun cukup menggembirakan. Selama kurun waktu Januari hingga Desember 2014 (dan diperkirakan tahun 2015 mengalami peningkatan pesat), BLC telah berhasil melatih 21.416 orang dari berbagai latar belakang.

Rinciannya, untuk kategori pelajar (SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi), mencapai jumlah 11.099 orang. Kategori Ormas (UKM, PKK, Bunda Paud, Karang Taruna, BKM, dan institusi masyarakat perkotaan), mencapai 5.635 orang. Kategori pekerja (PNS, Karyawan Swasta, Guru, dan Wiraswasta mencapai 3.716 orang. Sedangkan kategori non pekerja (belum bekerja, pensiunan, Ibu Rumah Tangga) mencapai 966 orang.

Dalam kurun waktu yang sama, tercatat 8.808 laki-laki dan 12.608 perempuan yang telah belajar di BLC. Adapun materi yang diberikan adalah Office (pada 15.457 orang),  Desain (pada 2.494 orang), Internet (pada 3.465 orang). Yang membanggakan, BLC telah berhasil memperoleh penghargaan di ajang penghargaan FutureGov Award se-Asia Pasifik tahun 2013 kategori Digital Inclusion.

Guna memantau semua kegiatan di BLC, Pemkot melakukan monitoring dengan supervisi di lapangan. Evaluasi dan pemutakhiran kompetensi infrastruktur maupun materi pembelajaran selalu dilaksanakan. Eksekutif juga membuka pengaduan masyarakat di Media Center yang dikelola oleh Dinas Komunikasi dan Informatika.

Sejauh ini, dari feedback yang sudah disampaikan, terlihat dampak positif berupa perubahan mindset warga. Mereka makin yakin bahwa teknologi bisa mempermudah kehidupan. Di samping itu, warga semakin percaya diri untuk bersaing secara global.

Pembangunan BLC memberi pembelajaran akan kerjasama yang sinergis dan saling menguntungkan dengan pihak eksternal (PT Telkom Divre V Jawa Timur). Terobosan ini menjadi cermin, kerjasama aplikatif sangat mungkin dilaksanakan untuk kegiatan atau program lain. Yang tujuannya semata-mata demi kemajuan dan kesejahteraan warga Surabaya. (*)

(dikutip dari buku “Inovasi Pelayanan Publik Kota Surabaya 2014-2015” yang dibuat oleh Bagian Organisasi dan Tata Laksana Pemkot Surabaya, 2016)

BACA JUGA

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here