Mata Angin Unair Unjuk Gigi di Cak Durasim

Berita Surabaya – Ada banyak komunitas teater di Kota Pahlawan. Salah satunya Teater Mata Angin. Mata Angin adalah perkumpulan teater yang memiliki base camp di Universitas Airlangga, selain Teater Gapus.

Nah, pada 23 Mei silam, Mata Angin menggelar event tahunan bertajuk “Renoviesta”. Dengan tema Dialog Rasa Dalam Bingkai Cinta.

Ada tiga naskah yang dipentaskan di Gedung Cak Durasim itu. Masing-masing berjudul Kisah Cinta dan Lain-Lain (disutradarai oleh Ryan Chrisharo), Sumur Tanpa Dasar (Faris Imam), dan Pinangan (Syeka Maulana).

Terdapat sekitar 400 penonton yang hadir dan menikmati sajian itu dengan khusyuk. Tepuk tangan meriah terdengar menggema di venue acara tatkala pertunjukkan tuntas. Pengunjung merasa terhibur, bahagia, dan mencapai kesenangan batiniah #halah.

Para aktor dan tim inti pertunjukkan adalah mahasiswa UNAIR angkatan 2016 atau anggota baru komunitas teater yang merupakan sebentuk Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Unair itu. “Renoviesta berusaha memberikan pandangan cinta yang bersifat universal,” ungkap Fitri Rismayanti, ketua Teater Mata Angin

Asyiknya, selain menampilkan teater, “Renoviesta” juga dimeriahkan dengan Lyrical Dance dari UKM Orchestra Unair. Ada kolaborasi apik yang ditampilkan. Benar-benar memesona, Lur!

Dijelaskan Fitri yang biasa disapa Risma itu, Teater Mata Angin ingin bisa dikenal lebih luas melalui gelaran ini. Selain itu, diharapkan pula, terbentuk keakraban dan rasa persaudaran yang lebih dalam antar anggota. Dalam sebuah aktifitas teater, kerja tim adalah koentji!

Di sisi lain, Teater Mata Angin ingin bersumbangsih mengharumkan nama UNAIR. Seperti pada 23 sampai 25 April lalu di Universitas Surabaya. Pada event regional Jawa Timur bertajuk “Festival Teater” itu, Teater Mata Angin menjadi yang terbaik setelah membawakan naskah Malam Jahanam. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here