Losepocket Unair Berjaya di Bogor

Tim dan pendamping mereka, M. Hamzah Solim

Berita Surabaya – Masih ingat dengan inovasi Losepocket karya arek-arek Unair aka Universitas Airlangga? Yes, mereka adalah sekumpulan mahasiswi kreatif dari Fakultas Farmasi yang ikut dalam perhelatan Pimnas 29 di Institut Pertanian Bogor (IPB), 8-11 Agustus lalu. Yang mbois, Losepocket berhasil membawa pulang Medali Emas di sana.

“Mendapat emas? Sangat tidak menyangka. Karena kami merasa teman-teman lain yang dalam satu kategori atau kelas kami, sangat luar biasa karya-karyanya,” tutur Ulima Hapsari selaku Direktur Utama Losepocket. “Beberapa tim di ruangan itu, kami prediksi akan bersaing dengan tim kami dalam merebut medali emas, perak, atau perunggu. Kami percaya satu hal, bahwa hasil tidak mengkhianati usaha dan keyakinan. Oleh karena itu, kami tampil dengan keyakinan memberikan yang terbaik, ” tambahnya.

Selain Ulima Hapsari, tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Airlangga (Unair) itu terdiri dari Dhiah Ayu F., Husniatul Fitriah, Hogi Ruftheda D., dan Afifatun Nisa. Pas bertolak ke Kota Hujan, mereka didampingi seorang abang-abang ganteng dari Prodi S2 Biologi Fakultas Sains dan Teknologi bernama M. Hamzah Solim.

Membantu UNAIR menjadi nomor-3 nasional dalam Pimas, adalah sesuatu pencapaian yang gemilang. Itu artinya, tahun ini peringkat Unair naik satu tingkat dari tahun lalu yang meraih posisi ke-4.

“Menjadi bagian dari Kontingen Universitas Airlangga untuk Pimnas 29 di IPB sudah merupakan suatu kebanggaan yang luar biasa bagi kami.” Ujar Dhiah Ayu selaku manager marketing Losepocket.

“Tim Losepocket adalah salah satu tim PKM yang sudah menjadikan UNAIR ke peringkat 3 setelah UB dan UGM. Serta mengungguli beberapa Universitas top di tanah Jawa. Itu adalah prestasi luar biasa dan menunjukkan adanya peningkatan dari segi kualitas dan kuantitas tim UNAIR pada PIMNAS tahun ini,” ujar M. Hamzah selaku  pendamping tim losepocket.

Pencapaian ini tentunya berkat kerjasama dan kerja keras seluruh Kontingen Universitas Airlangga serta pihak-pihak lain yang turut serta berperan aktif dalam mempersiapkan PIMNAS ini yakni Tim Garuda Sakti, Tim Pendamping, Dosen Pembimbing, serta banyak pihak lainnya.

Harapan dan inovasi ke depan, tentu, prestasi ini tidak boleh mandeg jegrek. Sebuah usaha yang sudah dibangun dengan bumbu-bumbu persaingan berkualitas dan tambahan ilmu yang banyak harus terus dilanjutkan. “Pimnas membuat kami ketagihan berkompetisi. Kami ingin ikut PKM kembali dengan harapan bisa mengikuti Pimnas lagi. Dan, terus memberikan kontribusi untuk Universitas Airlangga tercinta serta bangsa Indonesia.” Kata Hogi Ruftheda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here