Lima Alasan Kenapa Masih Ada Orang Percaya Dimas Kanjeng

KASUS PEMBUNUHAN: Dimas Kanjeng Taat Pribadi saat ditangkap tim gabungan Polda Jatim. Jawa Pos radar bromo

Saya sedang tidak ingin rasan-rasan betapa absurdnya perempuan yang konon sudah bergelar profesor tapi begitu membela mati-matian Dimas Kanjeng “Si Pengganda Duit”. Paling tidak, fenomena itu menunjukkan, manusia selalu berbatas.

Jadi, peno-peno gak usah kemeruh, rumongso paling bener, opo neh paling pinter! Gak sah kakean cangkem, lha kan asline cangkeme wong mung sithok!

Lha wong sing pinter ae isok mbleset, opo maneh dapuramu!

Nah, setelah melalui semedi untuk mendapat wangsit, saya menemukan rumus atau formula untuk menjawab pertanyaan: mengapa di zaman gadget sudah menjelma jadi “tuhan”, masih ada saja manusia yang percaya dengan orang semacam Dimas Kanjeng. Berikut alasannya:

  1. Suka Wajah Unyu

Masio Dimas Kanjeng tidak berwajah semulus aktor korea, delokan ta, wajahe iku memper-memper artis India. Gelap-gelap berwibawa. Tenang, sendu, imoet, dan unyu. Mengingatkanku pada Ajay Devgan.

Maka itu, don’t judge a book by its cover. Artinya, jangan gara-gara seseorang lucu dan menawan, peno langsung terpikat begitu saja. Waspadalah, korban kadang jatuh bukan karena ada penjahat saja. Tapi juga, karena yang bersangkutan ngebet sama paras rupawan.

Gak Mirip Kan? Lha iyo... Sopo sing ngomong mirip iku?!
Gak Mirip Kan? Lha iyo… Sopo sing ngomong mirip iku?!
  1. Kepincut Gamis

Rek, iki aku nggak sedang ngait-ngaitno ambek ustadz-ustadz sing seneng ngawe gamis lho, ya. Tapi, kenyataannya, di link yutub https://www.youtube.com/watch?v=WSkZW8JVhCU yang menayangkan kebolehan si “Pengganda Duit”, doski beraksi pakai baju gamis .

Lalu, nyawuk-nyawuk kantong ajaibnya dan alakazam! Duit-duit ditebar-tebarnya laksana lelaki gombal penebar cinta gombal.

Mungkin orang yang suka Dimas Kanjeng itu kepincut sama gamis dan surbannya. Hanya karena dia seakan-akan alim dengan bungkus “ngarabi”, seolah pakai baju yang sesuai “sunah rosul”, dianggaplah dia doraemon, eh orang keramat. Meskipun kayaknya, dia tidak pakai janggut kayak orang-orang timur tengah seh.

  1. Hobi Sulap

Para pengikut beliyau ini sepertinya suka nonton sulap yang dipamerkan penjual obat. Yang nggacornya jauh lebih lama dari sulapnya. Dan kadang, sulap-sulap itu, dan sulap-sulap di tipi-tipi juga, kan mempertontonkan kehebatan menggandakan duit.

Karena hobi nonton sulap, bisa jadi mereka akhirnya ingin berkecimpung di dunia sulap tersebut. Caranya, nitip duit ke Dimas Kanjeng, biar dijadikan properti sulap Si Mbah bertubuh tambun itu.

Sapa tahu, kalau rela nitip duit, mereka bisa dikasih tayangan live gratis pertunjukkan sulap tiap malam Jum’at. So, pikiran mereka simpel, nitip duit biar bisa nonton sulap dengan topik: penggandaan uang.

  1. Uji Kesabaran

Bisa saja para korban Dimas Kanjeng itu sejatinya paham kalau mereka tengah ditipu. Mungkin mereka tahu kalau “Pengganda Duit” itu cuma mitos. Namun, mereka ingin menguji kesabaran. Dengan dalih: masihkah saya meyakini keberadaan Tuhan sebagai pembagi rezeki, bilamana uang saya ditilap pria gendut sampai jutaan bahkan miliaran?

Mereka harus sudah ikhlas sejak awal. Sungguh, ujian kesabaran seperti ini boleh dibilang sudah pada tingkat para wali. Paling tidak, wali murid.

  1. Doyan Klenik, Males Macul

Mbuh, mbiyen sopo seh sing ngajari kene ungkapan: kita hidup di dunia ini berdampingan dengan dunia lain, jangan sembarangan. Okelah, ada dunia lain. Tapi, problemnya, kalau dunia lain itu kemudian disetarakan dengan dunia nyata, imbasnya adalah pandangan bahwa makhluk dunia lain bisa memberi keuntungan atau kerugian. Muaranya, seneng klenik!

Parahnya, wes seneng klenikan, males macul pisan! Ogah kerjo, akhirnya bertapa di bawah pohon, di pucuk gunung, berharap dapat ilmu kanuragan. Nek sik zaman SDSB utowo togel ndisek, wong-wong koyok ngene iki berharap dapat nomor buntut askop!

Nguripi dupo, ngobong menyan, adus banyu kembang, ndekek kembang nok kuburan, klenikmu nemen! Mending jugak klenenengan. Nembang jowo, lingsir wengi, josss!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here