KOLOM SASTRA: Romanticism Layaknya Gambar Pemandangan Arek TK

sumber: pixabay

Masih dalam rangka sharing session musiman tentang Romantic Literature di salah satu kelas yang sejatinya diampu oleh seorang kawan. Jujur, saya tidak bisa berceramah terus-menerus, selain karena suara saya cepat habis (Maklum, Mak-Mak, Rek. Capek berteriak sambil lari- lari mengikuti bayinya), jadi saya melakukan beberapa metode lain.

Begini salah satunya:

Arek-arek dibagi jadi beberapa kelompok, setiap kelompok diberi tugas untuk menggambar. Opo? Nggambar? Mahasiswa ta TK? Sik sabar rek, dengarkan dulu cerita saya.

Jadi, Mahasiswa secara berkelompok menggambar bentuk apapun untuk mendefinisikan “romanticism”  atau “romantic.” Contohnya seperti ini, apabila saya mengatakan buah. Arek-arek iso gambar apel, jeruk, manggis, alpokat, dst dsb.

Setelah 15 menit berlalu, arek-arek diskusi, terus menggambar koyok pelukis professional, bahkan ada yang mau mewarnai gambare. Gambar selesai, setiap kelompok mempresentasikan karyanya di depan kelas dalam bahasa inggris loh #endel.

“This is cupid. He is the god of love. He reunites Romeo and Juliet. But, they are separated by death. So the title of this picture is tragic love.”

“They are Albred and Elma. They fall in love. They get married and had children. They love each other until the end of the world. So, our group painting is called happily ever after.”

“Love does not necessarily unite man and woman. Love also grows between friends. So, they are Jessibelle and Annabelle. They are good friend. ”

Saya senyam-senyum saja dari kursi saya dan beranjak berdiri bergaya dramatis ketika semua sudah selesai mempresentasikan.

“Terimakasih atas presentasinya. Poin dari latihan kita adalah romantic literature yang akan kita bahas satu semester ini mungkin belum mengarah ke deskripsi-deskripsi teman-teman.”

Otomatis arek-arek protes dong!

“Karena saya menantang anda menggambar,  maka saya juga akan menggambar. Masih ingat zaman kita TK dan SD, kita akan menggambar pemandangan gunung dua, ada jalan di tengAh-tengahnya, matahari terbit, burung terbang, sawah dan Pak Tani,”

Ekspresine arek-arek kethok bingung, mungkin dalam batin mereka, “Pengajar macem opo iki?”

Untuk menjawab kebingungan mereka, saya pun lanjut, “Ini adalah representasi sederhana untuk menjelaskan romanticism. Sederhananya, romanticism adalah pergerakan yang awalnya dimulai pada abad 18 dan 19 di eropa. Memang lukisan ini tidak seindah lukisan romanticism karya pelukis di eropa pada masa pergerakan romanticism.

Dari gambar tersebut kita lihat bahwa romanticism fokus kepada alam sebagai sumber kecantikan dan kebenaran. Jiwa kita yang paling dalam tergerak oleh keindahan alam, selain itu, lihat di sana ada gambar seorang Pak Tani. Hanya seorang! Kenapa? Karena romanticism menghargai nilai individu dan imajinasi. Makanya, paham romanticism menganggap bahwa perasaan, emosi, dan imajinasi di atas logika dan  fakta,” kata saya yang mungkin terdengar kemeruh bagi mereka. Hmmm… (*)

Baca Juga

KOLOM SASTRA: The Boss and The Secretary

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here