Nyangkruk Bareng Kapolres Jember AKBP M. Sabilul Alif: Pantau Pasar, Bentuk Kehadiran Negara

AKBP M. Sabilul Aif SH SIK MSi saat melakukan pantauan ke Pasar Tradisional. Foto: Rio F Rachman.

Berita Surabaya – Tim SUROBOYO.id baru berjumpa dengan eks Kasatlantas Polrestabes Surabaya yang saat ini menjabat sebagai Kapolres Jember. Lelaki energik dan banyak inovasi ini adalah Kumendan AKBP M. Sabilul Alif SH SIK MSi. Beliau baru saja merampungkan S2 di Universitas Airlangga Surabaya. Selamat, Ndan!

Ada banyak terobosan yang telah dilakukannya di Jember (Juga, di tempat-tempat dinas lainnya sebelum ini). Beberapa di antaranya, program Jember Suwar Suwir (Jember Suasana Warga Aman, Religius, Bersahabat, Berwawasan Intelektual, dan Kreatif). Pelaksanaannya secara rinci dilakukan melalui program unggulan Nawa Karyatama (9 Program Kerja Utama).

Kali ini, yang akan dibahas adalah langkah beliau melakukan sidak (inspeksi mendadak) atau pantauan ke pasar tradisional pada masa Ramadhan/jelang lebaran.

Lhah, apa hubungannya harga bahan makanan dengan polisi? Apa ini hanya pencitraan atau mencari “panggung”? Berikut hasil perbincangan kami. Mudah-mudahan ada pelajaran yang bisa dipetik.

Apa kabar, Pak? Lama tidak berjumpa. Semoga selalu sehat.

Alhamdulillah, Mas.

Pak, bulan puasa ini Bapak gencar melakukan sidak atau pantauan ke pasar tradisional. Apa ini tidak terkesan mencari “panggung”?

Buat apa saya mencari panggung? Bukan, ini bukan mencari panggung. Apa yang saya lakukan ini bagian dari tugas dan fungsi Polri. Menurut Undang-Undang nomor 2 tahun 2002, setidaknya ada tiga tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Polri. Pertama, pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas). Kedua, pengayom, pelindung, dan pelayanan masyarakat. Ketiga, penegakkan hukum (law enforcement).

Nah, persoalan harga pasar ini kaitannya dengan aspek sosial-ekonomi. Secara umum, tidak sedikit tindak pidana yang bermula dari persoalan sosial-ekonomi. Ini berkaitan dengan tupoksi Polri di bidang Harkamtibmas dan pelindung, pelayan, serta pengayom masyarakat.

Polri itu harus tahu persoalan dari hulu sampai hilir. Tahu persoalan di semua lini. Jangan hanya datang kesiangan pas sudah pada tahap penegakkan hukum.

Jadi, apa yang Bapak lakukan memang sesuai semangat undang-undang?

Karena masih dalam suasana Euro 2016, Rio F. Rachman pun mengenakan jersey Swedia.
Karena masih dalam suasana Euro 2016, Rio F. Rachman pun mengenakan jersey Swedia.

Secara prinsip, tugas polisi itu bisa dibilang sebagai penjaga kehidupan masyarakat. Maksudnya, Polri harus selalu hadir di setiap persoalan warga. Salah satu poin penting dalam Nawa Cita Presiden Joko Widodo adalah kewajiban negara hadir dalam masyarakat. Di sini, Polri merupakan representasi negara.

Yang dilakukan saat kegiatan ke pasar tradisional itu sendiri apa, Pak? Kan, tidak mungkin kalau hanya untuk lihat-lihat orang jualan daging, cabe, bawang merah, dan lain-lain.

Sebenarnya kan saya turun ke pasar tradisional tidak sendirian. Juga bersama dinas terkait atau pemangku kepentingan. Kami tidak ingin, harga-harga melambung tidak karuan. Itulah pentingnya sinergitas. Beberapa waktu lalu, misalnya, sempat ada isu penimbunan bahan pokok. Langsung kami telusuri.

Intinya, jangan sampai di Jember terjadi percikan atau gesekan sosial-ekonomi yang potensial mengganggu Kamtibmas. Permasalahan harga pasar, mesti diberi atensi. Alhamdulillah, sampai sekarang harga-harga di Jember relative stabil.

Polres Jember pada 18 dan 19 Juni 2016 juga akan mengadakan pasar murah yang menjual bahan makanan pokok dan kebutuhan sehari-hari. Lokasinya, di sekitar Mapolres. Rencananya, pasar di Jalan Gatot Subroto, parkirnya di RA Kartini.

Nanti ada penjualan beras, gula, telur, minyak goreng, tepung terigu dan lain sebagainya. Kami bekerjasama dengan banyak pihak.

Terkait pantauan ke pasar tradisional, kenapa Bapak harus terjun sendiri? Kan, bisa saja itu dilakukan anggota.

Saya sebenarnya bisa meminta anggota yang melakukan tugas ini. Mungkin bisa maksimal. Tapi, kalau saya sendiri yang turun, Insya Allah bisa memicu atau menjadi trigger bagi anggota untuk terus meningkatkan kepedulian pada masyarakat.

Secara pribadi, sebagai pemimpin, saya juga wajib paham problem mulai level paling bawah hingga paling atas. Juga, harus memahami segala bidang. Mulai sosial, ekonomi, politik, pendidikan, dan lain-lain. Biar maksimal melaksanakan tugas-tugas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here